Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Impor Melonjak 27 Persen, Ekspor Hanya Tumbuh 6 Persen: Ekonomi Indonesia Aman?

📅 Minggu, 06 Sep 2026, 05:00 WIB | Oleh: Tim Penulis

Meski demikian, derasnya impor yang tumbuh hampir lima kali lipat dibandingkan pertumbuhan ekspor secara tahunan tetap menjadi catatan. Jika peningkatan impor tidak diikuti dengan penguatan kapasitas ekspor dan penggunaan input domestik, manfaat pertumbuhan berbasis investasi berpotensi lebih banyak mengalir ke sektor eksternal.

Irman menilai, dalam perspektif jangka panjang, impor barang modal dan bahan baku dapat memberikan dampak positif apabila benar-benar digunakan untuk meningkatkan kapasitas produksi nasional.

“Impor tersebut pada akhirnya dapat memperluas kapasitas produktif, meskipun dalam jangka pendek sebagian penerimaan ekspor digunakan untuk memenuhi kebutuhan impor,” katanya.

Secara kumulatif Januari-Juli 2026, ekspor Indonesia tercatat 167,03 miliar dolar AS atau sekitar Rp2.945,74 triliun, meningkat 4,43 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, impor mencapai 163,33 miliar dolar AS atau sekitar Rp2.880,49 triliun, tumbuh jauh lebih tinggi yakni 19,94 persen.

Dengan perkembangan tersebut, Indonesia masih mencatat surplus perdagangan sebesar 3,70 miliar dolar AS atau sekitar Rp65,25 triliun selama tujuh bulan pertama 2026.

Namun, surplus tersebut terutama ditopang sektor nonmigas yang mencapai 22,45 miliar dolar AS atau sekitar Rp395,93 triliun. Sebaliknya, sektor migas masih mencatat defisit sebesar 18,75 miliar dolar AS atau sekitar Rp330,68 triliun.

Berharap Surplus Berkelanjutan

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan pemerintah optimistis neraca perdagangan Indonesia dapat kembali mencatat surplus secara berkelanjutan setelah pada Juli 2026 kembali membukukan surplus sebesar 0,12 miliar dolar AS.

“Harapan kita ya sampai seterusnya menjadi surplus lagi,” ujar Budi saat ditemui di Kantor Kementerian Perdagangan Jakarta.

Menurut Budi, surplus Juli menjadi perkembangan positif setelah neraca perdagangan mengalami defisit selama dua bulan berturut-turut pada Mei dan Juni 2026.

Ia mengatakan secara kumulatif kinerja ekspor Januari-Juli 2026 masih menunjukkan pertumbuhan 4,43 persen.

Budi menjelaskan salah satu faktor yang sempat memberikan tekanan terhadap neraca perdagangan adalah tingginya harga minyak dunia pada Maret-April 2026 yang sempat berada di atas 100 dolar AS per barel.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Daerah
Para Pendaki Diimbau Membat...
Advertisement
WHO Pilih Dirjen Baru, Menkes RI Budi Sadikin dan 5 Kandidat Lain Siap Bersaing

WHO Pilih Dirjen Baru, Menkes RI Budi Sadikin dan 5 Kandidat Lain Siap Bersaing

26 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.