Gunung Anak Krakatau Muntah, Waspadai Debu Vulkaniknya
Minggu, 06 Sep 2026, 00:30 WIBBANDARLAMPUNG â Masyarakat sekitar Gunung Anak Krakatau baik di Banten maupun Lampung diharapkan mewaspadai abu vulkanik. Sebab Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandarlampung, Provinsi Lampung menyampaikan terjadi erupsi. Petugas BPBD mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi paparan abu atau debu vulkanik menyusul aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).
"Debu vulkanik dapat terbawa angin dan mengganggu kualitas udara, jarak pandang, serta kesehatan, terutama bagi masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan," kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Bandarlampung Idham Basyar di Bandarlampung, Sabtu.
Ia meminta masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan dan mengenakan pelindung mata apabila kondisi udara mulai berdebu.
"Kami juga minta warga mengurangi aktivitas di luar rumah apabila terjadi hujan abu serta menutup pintu, jendela, dan ventilasi rumah untuk mencegah abu vulkanik masuk ke dalam ruangan," kata dia.
Selain itu, BPBD mengingatkan warga melindungi makanan dan sumber air dari paparan abu vulkanik.
"Bagi pengendara, BPBD mengimbau agar meningkatkan kehati-hatian karena abu vulkanik dapat mengurangi jarak pandang dan membuat permukaan jalan menjadi licin," kata dia.
BPBD Kota Bandarlampung juga meminta masyarakat tetap tenang serta mengikuti informasi resmi yang disampaikan pemerintah dan instansi terkait mengenai perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
"Masyarakat dapat menghubungi layanan kedaruratan melalui call center 117, telepon 0721-6016451, atau telepon/WhatsApp 0821-8099-2105," katanya.
Sejumlah Warga Bandarlampung merasakan dampak debu yang diduga berasal dari erupsi Gunung Anak Krakatau. "Rumah mulai berdebu sehabis Maghrib," kata salah seorang warga setempat, Naya.
Ia mengaku baru sadar ketika debu berwarna hitam menyelimuti lantai rumahnya, padahal sudah disapu.
"Lantai rumah jadi berdebu padahal habis disapu, jadi cari info katanya banyak yang bilang itu debu GAK," kata dia.
Seorang warga Bandarlampung lainnya, Nurhadi, mengaku saat mengendarai sepeda motor kondisi mata seperti kelilipan di sepanjang jalan. "Ia mata kelilipan di sepanjang jalan tadi," katanya.
Selain itu, kata dia, baju yang dipakai menjadi kotor karena debu. "Ini tidak seperti debu pada umumnya, halus, sampai rumah juga banyak debu di lantai," kata dia.
- Aktivitas Gunung Anak Krakatau
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Uji Kesiapan Nyata TNI, Bali Jadi Lokasi Laboratorium Pengujian Hadapi Gempa dan Tsunami
-
Jamaah Calon Haji Lombok Tengah Dipastikan Sehat Jelang Puncak Haji di Makkah.
-
Lelang Batubara Hasil Sitaan! ESDM Kantongi PNBP Rp20,9 Miliar dari Kaltim
-
Festival Egrang Memperkuat Komitmen Ruang Aman Anak Jember
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.