- Home
-
- Megapolitan
-
- Calon Sekolah Adiwinata Be...
Calon Sekolah Adiwinata Bekasi Memasuki Penilaian Akhir
Minggu, 06 Sep 2026, 01:20 WIBBEKASI - Tahap akhir penilaian calon sekolah Program Adiwiyata 2026 di Bekasi akan diikuti 20 sekolah. Mereka telah dinyatakan memenuhi persyaratan pada proses penilaian awal maupun verifikasi lapangan guna menuju penetapan.Â
Ketua Tim Penilai Adiwiyata Kabupaten Bekasi Wowo Fadillah mengatakan pelaksanaan program tahun ini bagian dari perubahan pendekatan Adiwiyata sejak tahun lalu, sejalan dengan terbitnya Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 5 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Program Adiwiyata.
"Titik baliknya memang di tahun 2025, ketika kita mulai menyamakan persepsi bahwa Adiwiyata bukan hanya sekadar lomba, tetapi bagaimana membangun pembiasaan di sekolah," katanya di Cikarang, Sabtu.
Pendekatan tersebut dijalankan melalui pembinaan sekolah calon Adiwiyata melibatkan lima unsur, yakni Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pendidikan, Kementerian Agama, Bappeda, serta Himpunan Penggiat Adiwiyata Kabupaten Bekasi.
"Kelima unsur tersebut kemudian menjadi bagian dari tim pembina serta tim penilai yang dibentuk berdasarkan surat keputusan Bupati Bekasi," katanya.
Pembinaan yang diberikan tidak hanya menyasar aktivitas siswa, tetapi membangun keterlibatan seluruh warga sekolah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang peduli terhadap lingkungan. Kepala sekolah, guru, siswa, komite sekolah hingga kader Adiwiyata menjadi bagian dari proses tersebut.
"Yang kita ubah itu ada dua, pertama perubahan karakter atau perilaku dan yang kedua perubahan fisik atau lingkungan sekolah," ujarnya.
Program Adiwiyata mencakup lima aspek lingkungan hidup guna menerjemahkan tujuan tersebut ke dalam kegiatan sekolah di antaranya kebersihan dan sanitasi, pengelolaan sampah, keanekaragaman hayati, penghematan dan konservasi energi serta penghematan dan konservasi air.
Kelima aspek itu dihubungkan dengan pembelajaran sehingga materi yang diterima siswa tidak berhenti di ruang kelas. Misalnya, pengelolaan sampah dikaitkan dengan matematika melalui identifikasi, menimbang dan menghitung komposisi sampah yang dihasilkan sekolah.
"Jadi anak-anak tidak hanya mendapatkan teori, tetapi teori itu langsung dipraktikkan dengan memanfaatkan sarana yang ada di sekolah," katanya.
Penerapan di lapangan juga mencakup kegiatan kebersihan dan sanitasi, pemeliharaan serta penanaman pohon, penghematan penggunaan listrik hingga pemanfaatan air bekas wudu untuk menyiram tanaman.
Sekolah juga dapat mengenalkan biopori sebagai bagian dari upaya konservasi air sekaligus menghubungkan praktik tersebut dengan materi pembelajaran tentang siklus hidrologi.
Dari sisi peserta, 20 sekolah yang mengikuti penilaian calon Sekolah Adiwiyata 2026 berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Bekasi. Jenjang yang menjadi kewenangan berdasarkan Permen LH 5/2025 adalah SD dan SMP atau sederajat, termasuk MI dan MTs.
"Dari 20 sekolah itu memang sekolah-sekolah yang dengan kesadaran sendiri mengikuti untuk menjadi Sekolah Adiwiyata Kabupaten tahun 2026," katanya.
Sebelum penilaian lapangan, seluruh sekolah peserta telah mendapatkan bimbingan dan pendampingan dari Tim Pembina Adiwiyata Kabupaten Bekasi sejak April hingga Juli 2026. Setelah itu, sekolah mengikuti penilaian administratif dan pemenuhan 24 kriteria melalui Sistem Informasi Adiwiyata atau Sidia yang dikelola Kementerian Lingkungan Hidup.
Tahap verifikasi lapangan dilakukan untuk melihat secara langsung penerapan program di masing-masing sekolah.
Tim Penilai Adiwiyata mendatangi sekolah peserta dengan pola satu sekolah setiap hari hingga seluruh proses selesai pada akhir pekan ini.
Selanjutnya, tim melakukan pengolahan hasil untuk menentukan sekolah mana yang memenuhi kriteria Adiwiyata Kabupaten Bekasi.
Pengumuman hasil penilaian dijadwalkan Oktober 2026. Sekolah yang memenuhi kriteria ditetapkan berdasarkan hasil penilaian dan ketentuan yang berlaku.
"Ketika sekolah-sekolah telah memenuhi kriteria dan telah memperoleh poin kurang lebih 70, minimal 70. Proses ini bukan sekadar menentukan sekolah berpredikat Adiwiyata, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun kebiasaan lingkungan yang terus berjalan setelah proses penilaian berakhir. Kita memandang sekolah sekarang bukan sebagai objek, tetapi sebagai aset," kata dia.
- sekolah adiwiyata
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.