Usulan Tarif Baru Taman Margasatwa Ragunan: Dewasa Rp10 Ribu, Anak Rp7.500

Jumat, 04 Sep 2026, 14:35 WIB

JAKARTA - DPRD DKI Jakarta mendukung rencana penyesuaian tarif retribusi masuk Taman Margasatwa Ragunan (TMR), Jakarta Selatan. Usulan tarif tersebut berada pada kisaran Rp4.000-Rp10.000 untuk orang dewasa dan Rp3.000-Rp7.500 bagi anak-anak.

Dukungan itu disampaikan Ketua Komisi C DPRD DKI Jakarta Dimaz Raditya saat meninjau Taman Margasatwa Ragunan, Kamis (3/9). Menurutnya, penyesuaian tarif diperlukan agar pengelola Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) TMR dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Ket. Foto: DPRD DKI Jakarta mendukung rencana penyesuaian tarif retribusi masuk Taman Margasatwa Ragunan (TMR), Jakarta Selatan. Usulan tarif tersebut berada pada kisaran Rp4.000-Rp10.000 untuk orang dewasa dan Rp3.000-Rp7.500 bagi anak-anak. — Sumber: Koran Jakarta/Paundra Zakirulloh

Dimaz mengatakan kenaikan tarif juga dapat membantu pengelola meningkatkan kemampuan dalam melakukan perawatan satwa secara mandiri. Ia menilai rencana tersebut sudah cukup lama dibahas sehingga perlu segera mendapatkan perkembangan yang lebih konkret.

"Wacana ini sudah ada sejak tahun lalu dan sudah cukup lama, tetapi belum ada perkembangan. Makanya kami mendorong supaya ini bisa dipercepat," ujar Dimaz.

Meski mendukung, Dimaz menekankan penyesuaian tarif harus diikuti peningkatan kualitas pelayanan di kawasan wisata edukasi tersebut. Dengan begitu, masyarakat yang membayar tiket lebih mahal tetap memperoleh manfaat melalui fasilitas dan pelayanan yang semakin baik.

"Kami juga mendorong supaya kenaikan tarif ini tentunya meningkatkan pelayanan juga ke masyarakat. Sehingga adanya kenaikan tarif ini, masyarakat juga merasakan manfaat lebih dari Taman Ragunan," tegasnya.

Dimaz menilai besaran tarif yang diusulkan masih tergolong terjangkau bagi masyarakat Jakarta jika dibandingkan dengan biaya masuk sejumlah tempat rekreasi lainnya. Karena itu, ia berharap perubahan tarif tersebut tidak menjadi beban besar bagi masyarakat yang ingin berwisata ke Ragunan.

"Kalau kita lihat dari pendapatan masyarakat Jakarta, seharusnya enggak mempengaruhi. Saya harap dengan tarif Rp10.000 itu masih ramah di kantong kalau kita bandingkan dengan wisata-wisata lain," kata Dimaz.

Dari hasil peninjauan, kondisi kesehatan satwa dan sejumlah fasilitas umum di TMR dinilai relatif terjaga dengan baik. Namun, DPRD DKI masih menemukan beberapa sarana pendukung dan area kandang satwa yang membutuhkan perbaikan.

"Dengan ada kenaikan tarif ini, BLUD Ragunan bisa lebih baik lagi memperbaiki fasilitas-fasilitas yang ada," ujar Dimaz. Perbaikan tersebut dinilai penting agar peningkatan tarif benar-benar dirasakan manfaatnya oleh pengunjung.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) DKI Jakarta Fajar Sauri menyambut baik dukungan DPRD DKI terhadap rencana penyesuaian tarif retribusi TMR. Menurutnya, tambahan pendapatan dari tiket dapat digunakan untuk mendukung peremajaan fasilitas sehingga kebutuhan pembiayaan tidak sepenuhnya bergantung pada APBD.

"Hari ini kita banyak diskusi, banyak masukan-masukan untuk mengkaji kenaikan tarif retribusi," kata Fajar. Ia menegaskan pembahasan tarif akan menjadi bagian dari upaya meningkatkan pengelolaan TMR secara berkelanjutan.

Fajar menyatakan pihaknya berkomitmen melakukan pembenahan dan revitalisasi fasilitas secara menyeluruh di kawasan TMR. Perbaikan akan mencakup sarana dan prasarana penunjang yang berada di berbagai area taman margasatwa tersebut.

"Memang sudah pantasnya kita merevitalisasi semua fasilitas yang ada di sini. Pelan-pelan fasilitas sudah kita perbaiki, sangat berubah," tuturnya. Fajar berharap pembenahan yang dilakukan secara bertahap dapat membawa perubahan besar terhadap kualitas pelayanan bagi masyarakat.

Selain peremajaan fasilitas, pendapatan dari retribusi tiket nantinya akan diarahkan kembali untuk mendukung peningkatan layanan umum di TMR. Pengelola juga akan memperhatikan aspek kenyamanan dan estetika kawasan agar fungsi Ragunan sebagai tempat wisata sekaligus sarana edukasi semakin optimal.

"Harapannya, kenaikan itu bisa mendapatkan pendapatan buat Pemprov DKI dan apa yang kita berikan kepada masyarakat, warga, untuk datang ke sini dengan fasilitas yang sangat mantap," pungkas Fajar.

Rencana penyesuaian tarif tersebut pada akhirnya diharapkan tidak sekadar meningkatkan penerimaan daerah, tetapi juga memperkuat kualitas pengelolaan TMR. Dengan pengelolaan yang semakin baik, Ragunan dapat tetap menjadi pilihan wisata yang terjangkau sekaligus memberikan pengalaman edukasi dan rekreasi yang lebih nyaman bagi masyarakat.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.