Hindari Karhutla Warga Diajari Mengolah Lahan Tanpa Membakar
Jumat, 04 Sep 2026, 11:30 WIBSAMARINDA â Kebakaran sudah terjadi tiap tahun dan tahun ini telah berlangsung berbulan-bulan. Lalu mengapa Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) baru sekarang mengedukasi warga terkait pengelolaan lahan tanpa bakar. Ini sebagai salah salah strategi pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan IKN yang berada di sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur.
"Edukasi sebagai langkah transisi dari metode tebang bakar yang selama ini masih dipraktikkan sebagian warga," ujar Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam OIKN Myrna Safitri ketika ditanya mengenai langkah antisipasi karhutla di Sepaku, Jumat.
Edukasi merupakan bagian dari implementasi Surat Edaran (SE) Kepala OIKNÂ yang memuat larangan membuka lahan dengan cara membakar, larangan pembakaran sampah, serta larangan membuang puntung rokok sembarangan tanpa dimatikan secara sempurna.
Upaya pengelolaan lahan tanpa bakar merupakan langkah nyata yang perlu terus didorong di IKN, mengingat sebagian besar karhutla karena aktivitas manusia seperti pembukaan lahan dengan cara membakar, pembakaran sampah, pembuangan puntung rokok, serta swabakar batu bara.
Sampai 31 Agustus 2026 tercatat 173 titik panas di IKN yang tersebar di 23 desa dan kelurahan dengan kejadian karhutla di 55 titik. Titik panas, katadia, tidak selalu berarti kebakaran.
Untuk itu mendorong transformasi budi daya pertanian menuju praktik yang selaras dengan alam, menjadi bagian dari upaya memastikan ibu kota baru Indonesia tumbuh sebagai kota hutan yang hijau dan lestari.
Pihaknya juga mengajak para petani dan warga di dalam serta sekitar IKN memanfaatkan pendampingan dan meninggalkan praktik pembakaran lahan untuk menjaga lingkungan IKN.
Edukasi tersebut, lanjutnya, menjadi bagian dari strategi pengendalian karhutla yang mencakup pencegahan, penanggulangan, dan pemulihan. Edukasi yang diberikan sebagai solusi bagi masyarakat yang menggantungkan penghidupan pada pengolahan lahan.
Peserta mempraktikkan langsung teknik pengolahan tanah terkendali, pembuatan kompos, serta penerapan mulsa organik, pelatihan pengelolaan lahan tanpa bakar bertujuan untuk mencegah risiko karhutla, menekan emisi karbon, serta menjaga kesuburan biologis tanah.
Myrna Safitri mengatakan kegiatan tersebut juga menjadi langkah untuk mendukung pengelolaan lahan yang berkelanjutan, sekaligus meningkatkan produktivitas agrikultur di wilayah IKN.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Keren! AI bisa Merancang Genom Virus, Penelitian Terbaru Ini Tunjukkan Kemampuannya
-
Pontianak Alami Kepekatan Kabut Asap Super Ekstrem, Orangtua Tak Rela Anaknya Sekolah, Minta PJJ
-
Keiko Fujimori Resmi Jadi Presiden Peru, Fokus Perangi Kejahatan
-
Veda Ega dan Mario Aji Menghadap Sri Sultan HB X di Keraton Yogyakarta
-
Berikut Daftar Harga Emas Galeri24, Antam, dan UBS di Pegadaian pada Senin
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.