Keren! AI bisa Merancang Genom Virus, Penelitian Terbaru Ini Tunjukkan Kemampuannya
Jumat, 07 Agu 2026, 14:47 WIBJAKARTA - Hasil penelitian baru yang dipublikasikan di platform Science pada Kamis (6/8) menunjukkan kemampuan model kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam merancang genom virus dan menghasilkan virus baru.
Menurut warta The New York Times, ilmuwan di Arc Institute Palo Alto dan Universitas Stanford dalam penelitian itu melatih AI menggunakan kumpulan data DNA lalu meminta model membuat rancangan genom virus.
Para peneliti menggunakan model bahasa genom, model bahasa genom dilatih menggunakan korpus DNA masif yang mencakup jutaan genom dari berbagai domain kehidupan menurut ringkasan penelitian yang dipublikasikan di Science.
Dalam riset itu, model bahasa genom Evo1 dan Evo2 digunakan untuk menghasilkan virus yang menginfeksi bakteri atau bakteriofag.
Virus semacam ini memiliki beragam aplikasi dalam biologi molekuler, rekayasa mikroba, dan terapi.
Model bahasa genom Evo 1 dan Evo 2 dimanfaatkan untuk menghasilkan genom fag utuh yang memiliki arsitektur genetik realistis serta spesifisitas terhadap inang bakteri Escherichia coli C.
Para peneliti kemudian mengevaluasi ribuan genom buatan AI dan mendapati 16 fag yang layak, dan fag-fag tersebut berbeda dari fag alami mana pun yang telah diketahui.
Menurut para peneliti, temuan tersebut menunjukkan bahwa model AI generatif mampu menangkap batasan evolusioner dalam urutan DNA dengan tingkat akurasi yang memadai untuk menghasilkan genom bakteriofag utuh.
Para peneliti menyampaikan bahwa pendekatan mereka dapat memperluas cakupan kemampuan genomika sintetik.
Pendekatan tersebut menurut mereka merintis jalan bagi pengembangan terapi fag yang adaptif dan tangguh dalam menghadapi patogen yang berevolusi dengan cepat sekaligus meletakkan dasar bagi desain generatif genom yang lebih besar dan kompleks.
Menurut siaran Engadget, virus yang dirancang menggunakan AI dapat digunakan untuk meningkatkan terapi gen serta membuat alat yang lebih baik untuk menyerang bakteri berbahaya.
Namun demikian, pengembangan inovasi semacam itu membutuhkan regulasi ketat untuk memastikan pelaksanaannya bertanggung jawab dan tidak memicu masalah baru. Ant
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Opik
Berita Terkait:
-
Ketua Federasi Sepak Bola Jerman Sebut Surat Infantino Hanya Manuver untuk Kembali Terpilih
-
AS Sudah Buat Regulasi AI, RI Jangan Sampai Tertinggal!
-
Airlangga Pelajari Strategi Kanada Bangun Pusat Data AI, RI Siap Kejar Ketertinggalan?
-
Sleman Selalu Stabil, Tak Ada Masalah, Jangan Khawatir
-
Netflix Rilis Trailer Dokumenter Perjalanan Hidup Petinju Mike Tyson
-
TelkomGroup Gandeng China Unicom Perkuat Ekosistem Digital Indonesia
-
Jakarta Diprediksi Diguyur Hujan Ringan Jumat Ini, Cek Wilayahnya
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.