Veda Ega dan Mario Aji Menghadap Sri Sultan HB X di Keraton Yogyakarta

Senin, 20 Jul 2026, 08:47 WIB

YOGYAKARTA – Raja Keraton Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X menerima kunjungan pembalap Moto3 Veda Ega Pratama dan pembalap Moto2 Mario Suryo Aji di Keraton Yogyakarta untuk memberikan doa restu dan wejangan menjelang lanjutan kompetisi balap motor dunia musim 2026.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) Ahmad Fajar di Yogyakarta, Minggu (19/7), mengatakan kunjungan tersebut dilakukan untuk mengantarkan Veda Ega dan Mario Suryo Aji bersilaturahmi dengan Sri Sultan Hamengku Buwono X sebelum keduanya kembali menjalani kompetisi internasional.

Ket. Foto: Raja Keraton Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X (kiri) menerima kunjungan pembalap Moto3 Veda Ega Pratama dan pembalap Moto2 Mario Suryo Aji di Keraton Yogyakarta, Minggu (19/7/2026). — Sumber: ANTARA

"Mereka sebagai anak Indonesia yang mampu menembus Moto3 dan Moto2 merupakan momentum yang langka, terlebih Veda berasal dari DIY," ujarnya.

Menurut Ahmad, pertemuan tersebut juga menjadi kesempatan untuk memohon doa restu kepada Sri Sultan agar kedua pembalap mampu meraih hasil terbaik pada seri-seri balapan berikutnya.

"Indonesia mulai dikenal di dunia melalui kehadiran mereka berdua. Semoga ini bisa menjadi motivasi bagi generasi muda lainnya," katanya.

Sementara itu, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengaku menaruh harapan besar kepada Veda Ega dan Mario Suryo Aji sebagai pembalap muda Indonesia yang mampu bersaing di ajang balap motor dunia.

"Mereka berdua adalah generasi muda kita, saya memberikan doa restu dan pesan kepada mereka," katanya.

Sri Sultan berpesan agar kedua pembalap tetap percaya diri, bersemangat, dan pantang menyerah saat menghadapi para pesaing dari berbagai negara.

"Karena sudah memilih menjadi pembalap, jangan mengatakan susah, berat, atau tidak bisa, kalau begitu, sudah kalah sebelum bertanding," ujarnya.

Ia juga meminta Veda dan Mario untuk terus berjuang serta mengendalikan rasa khawatir sebelum menjalani perlombaan dengan menumbuhkan motivasi untuk meraih kemenangan.

"Harus punya motivasi untuk memenangkan setiap pertandingan, kemauan itu harus muncul dari diri sendiri, karena kami hanya bisa menyampaikan harapan," katanya.

Menurut Sri Sultan, setiap pembalap harus mampu membangun motivasi dan keyakinan dalam dirinya sendiri sebelum bertanding di level internasional.

"Kalau dirinya sendiri hatinya kecil, ya susah, kemantapan untuk menang itu harus sudah ada," ujarnya.

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.