Kenapa Warga Bukittinggi Disarankan Pakai Masker? Ini Alasan di Baliknya
Jumat, 04 Sep 2026, 10:25 WIBBUKITTINGGI - Pemerintah Kota (Pemkot) Bukittinggi, Sumatera Barat melalui Dinas Kesehatan Kota (DKK) menyarankan pemakaian masker sebagai langkah antisipasi gangguan pernapasan bagi warga khususnya kalangan anak dan lanjut usia (lansia).
"Melihat kondisi saat ini dan hasil pemantauan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU), masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan masih dapat melaksanakan kegiatan, namun untuk anak-anak, lansia, serta orang yang mengalami gangguan pernapasan disarankan agar mengurangi kegiatan di luar ruangan, jika sangat dibutuhkan maka dianjurkan menggunakan masker," kata Kepala DKK Ramli Andrian di Bukittinggi, Kamis.
Kondisi kabut asap mulai terasa di Kota Bukittinggi Sumatera Barat. Kualitas udara diduga terdampak dari pantauan titik panas yang terjadi di beberapa daerah di Pulau Sumatra berdasarkan pantauan Stasiun Pemantau Atmosfer (Global Atmosphere Watch/GAW) Bukit Kototabang.
Ia mengungkap sumber pencemaran yang terjadi berdasarkan arah angin dominan dari arah Tenggara, Selatan atau bagian Timur wilayah Sumatera Barat, yaitu Sumatera Selatan dan Jambi. Selain itu potensi juga berasal dari wilayah yang berbatasan dengan wilayah Riau, seperti Lima Puluh Kota, Sijunjung dan Dharmasraya.
Kualitas udara saat ini bersifat sementara, terdapat kemungkinan membaik atau menurun tergantung pada pergerakan konsentrasi ISPU. Pemantauan kualitas udara akan terus ditinjau dan Dinas Kesehatan akan terus berkoordinasi bersama pihak Stasiun Pemantau Atmosfer Global (GAW) Kototabang.
"Masyarakat diharapkan untuk tetap tenang dan memantau segala informasi secara resmi serta tetap menjaga kesehatan di tengah kondisi udara terkini," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Stasiun Pemantau Atmosfer Global (GAW) Bukit Kototabang Sugeng Nugroho mengatakan hasil pemantauan ISPU yang sudah dilakukan, prakiraan konsentrasi PM2.5 atau prediksi tingkat kepadatan partikel udara berukuran sangat kecil di wilayah Kota Bukittinggi adalah 20,5 mikrogram/M3 dengan kategori kualitas udara sedang dengan konsentrasi maksimum sebesar 42 mikrogram.
"Sedangkan untuk prakiraan tanggal 4 September, konsentrasi PM2,5 sebesar 35.8 mikrogram/M3 kategori kualitas udara "sedang" dengan konsentrasi pm2,5 maksimum sebesar 67.2 mikrogram/M3 kategori kualitas udara "tidak sehat" yang diprakirakan terjadi pada dinihari nanti," ujarnya.
- masker
- Bukittinggi
- asap kebakaran
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Marcellus Widiarto
Berita Terkait:
-
Geger Kebakaran di Gedung KPK, Ini Kata Jubir Budi Prasetyo
-
Tak Perlu ke Kecamatan, Pelajar Bekasi Kini Bisa Rekam KTP Elektronik Langsung di Sekolah Lewat Program Kampus 17
-
Rieke Diah Pitaloka Dorong Penguatan SDM LPSK Hadapi Lonjakan Kasus TPPO dan Kekerasan.
-
Wali Kota Bogor Paparkan Strategi Wujudkan Kota Sehat
-
Kasus Viral Pasien BPJS Nunggu 8 Jam, Kemenkes Sebut Ruang HCU di RSCM Terbatas
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.