Komisi IV DPR RI Minta Way Kambas Perkuat Pencegahan Karhutla dan Pulihkan Ekosistem.
Jumat, 04 Sep 2026, 10:33 WIBKomisi IV DPR RI mengingatkan pengelola Taman Nasional Way Kambas (TNWK) Lampung Timur untuk tidak hanya berfokus pada upaya pemadaman saat terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), tetapi juga memperkuat sistem pencegahan serta pemulihan ekosistem.
â"Yang harus kita pastikan bukan hanya apinya padam, tetapi bagaimana kebakaran tidak berulang. Kalau setiap tahun kita hanya sibuk memadamkan api, berarti ada persoalan dalam sistem pencegahannya yang harus dievaluasi," kata Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Hanan A Rozak dalam keterangannya di Bandarlampung, Jumat.
âDia menjelaskan kerugian akibat karhutla di kawasan konservasi tidak hanya sebatas kerusakan vegetasi, melainkan juga mengancam ruang hidup dan ketersediaan pakan Gajah Sumatera.
Oleh karena itu, lanjutnya, penanganan karhutla harus dilakukan dari hulu melalui deteksi dini, kesiapan personel, pemantauan kawasan, serta keterlibatan masyarakat setempat.
âSelain pencegahan, Komisi IV DPR RI menekankan pentingnya pemulihan kawasan terdampak secara terencana, termasuk kejelasan jenis tanaman rehabilitasi, luas area, hingga pengawasan secara berkala.
âDalam kunjungan tersebut, Ketua Komite Gabungan Mitigasi dan Penanganan Interaksi Negatif Gajah Sumatera TNWK Brigjen TNI Sriyanto menyampaikan bahwa pemberdayaan masyarakat desa penyangga menjadi kunci keberhasilan konservasi.
Saat ini sebanyak 3.083 warga desa penyangga telah dilibatkan dalam berbagai program ekonomi alternatif, seperti penginapan (homestay), UMKM kuliner, hingga budi daya lebah.
âGuna memperkuat pencegahan karhutla, Komite Gabungan bekerja sama dengan Kodam XXI/Raden Inten memberikan penyuluhan serta pelatihan penanggulangan karhutla dan pendeteksian dini bagi warga desa sekitar, sekaligus menyalurkan bantuan peralatan pemadam (alkon).
âKunjungan kerja spesifik dalam rangka Masa Sidang I Tahun Sidang 2026â2027 tersebut diikuti 16 anggota Komisi IV DPR RI dari berbagai fraksi beserta tim tenaga ahli guna menjalankan fungsi pengawasan dan penganggaran di sektor kehutanan.
âRombongan meninjau Command Center Plang Ijo serta Rumah Sakit Gajah Prof. Dr. Ir. H. Rubini Atmawidjaja, dilanjutkan diskusi koordinasi bersama Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Kehutanan (Kemenhut) Satyawan Pudyatmoko, Kepala Balai TNWK MHD Zaidi, Wakil Gubernur (Wagub) Lampung Jihan Nurlela, serta Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah.
Redaktur: Yebdi Trismar
Penulis: Yebdi Trismar
Berita Terkait:
-
Kekayaan Hayati Indonesia Jadi Fondasi Ketahanan Pangan dan Iklim
-
Aktor Marvel Tolak Merger Paramount-Warner Bros, Dinilai Rugikan Industri Film-TV
-
Gajah Betina Berusia 45 Tahun Mati di Taman Nasional Way Kambas
-
Tiba-tiba Badan Penerbangan Federal AS Perintahkan Inspeksi Ratusan Boeing 737 Max, Ada Apa?
-
Kemenhub Mengajak Negara ASEAN Perkuat Kerja Sama Transportasi Darat Hadapi Tantangan Global
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.