Betis Siap Uji Ketangguhan Madrid

Jumat, 04 Sep 2026, 07:18 WIB

SEVILLA - Real Madrid menghadapi ujian serius untuk mempertahankan awal sempurna di La Liga 2026-2027. Jumat (4/9) malam waktu setempat atau Sabtu dini hari WIB, Los Blancos bertandang ke Estadio La Cartuja, Sevilla, untuk menghadapi Real Betis. Tuan rumah tengah berupaya bangkit setelah dikalahkan Levante 2-5 dalam pertandingan sebelumnya.

Laga pekan keempat ini menjadi salah satu pertandingan paling menarik di awal musim. Madrid datang dengan modal tiga kemenangan beruntun. Sedangkan Betis mengoleksi enam poin dari tiga pertandingan. Secara statistik, Madrid lebih meyakinkan dengan 10 gol dan baru dua kali kebobolan. Betis baru mencetak empat gol dan sudah lima kali kemasukan.

Ket. Foto: Penyerang Real Madrid asal Prancis bernomor punggung 10, Kylian Mbappe (kiri), berebut bola dengan bek Real Betis asal Spanyol bernomor punggung 5, Marc Bartra, dalam pertandingan sepak bola Liga Spanyol antara Real Betis dan Real Madrid CF di Stadion La Cartuja, Sevilla, pada 24 April 2026. — Sumber: CRISTINA QUICLER / AFP

Namun, angka-angka tersebut tidak serta-merta membuat Manuel Pellegrini menyerah sebelum pertandingan dimulai. Betis justru memiliki catatan bagus ketika menjamu Madrid. Dalam empat pertemuan kandang terakhir, Los Verdiblancos tidak pernah kalah. Pertemuan terakhir di Sevilla pada bulan April lalu bahkan berakhir 1-1 setelah Hector Bellerin mencetak gol penyama kedudukan di masa tambahan waktu.

Karena itu, Madrid harus bersiap menghadapi pertandingan yang berbeda dari tiga laga sebelumnya. Pelatih José Mourinho sendiri mengakui lawatan ke Sevilla bukan pekerjaan ringan. Setelah membawa Madrid menang telak 4-0 atas Malaga, Mourinho menegaskan bahwa Betis merupakan lawan yang akan menguji kedisiplinan tim asuhannya.

“Sekarang kami menghadapi pertandingan yang sangat sulit di Sevilla melawan Betis,” ujar Mourinho usai menang atas Malaga. Mourinho memang sedang menikmati awal yang nyaris ideal dalam periode keduanya sebagai pelatih Madrid. Espanyol ditaklukkan 2-1. Kemudian Real Sociedad dihajar 4-1 dan Malaga menjadi korban berikutnya dengan kekalahan 0-4.

Tiga kemenangan itu membuat Madrid mengumpulkan sembilan poin dan berada di papan atas klasemen. Ketajaman lini depan menjadi senjata utama Madrid. Jude Bellingham tampil menentukan ketika menghadapi Malaga. Kylian Mbappe terus menunjukkan produktivitasnya.

Penyerang Prancis itu mencetak gol ketiganya dalam kemenangan tersebut dan telah mengoleksi empat gol di tiga pertandingan awal musim. Arda Guler kemudian melengkapi pesta Madrid pada menit-menit akhir. Mourinho juga mulai menemukan formula untuk memaksimalkan trio Bellingham, Mbappe dan Vinicius Junior. Pelatih asal Portugal itu menilai kualitas individu ketiganya justru membuat Madrid memiliki banyak pilihan dalam membangun serangan.

“Pemain-pemain yang sangat bagus ingin bermain bersama. Yang saya lihat, mereka semua memang sangat bagus,” ujar Mourinho. Di sisi lain, Pellegrini mempunyai persoalan yang jauh lebih mendesak. Kekalahan 2-5 dari Levante menjadi alarm keras bagi pertahanan Betis. Padahal, mereka mengawali kompetisi dengan dua kemenangan 1-0 atas Real Sociedad dan Valencia. Betis bahkan sempat dua kali mengejar ketertinggalan di markas Levante melalui Marc Bartra dan Rodrigo Riquelme, sebelum pertahanan mereka kembali runtuh di babak kedua.

Melawan Madrid, kelemahan serupa jelas tidak boleh terulang. Pellegrini akan dituntut mengembalikan organisasi pertahanan tim sekaligus menjaga keberanian Betis dalam menguasai bola. Betis memiliki modal lain: mereka konsisten mencetak gol dalam 11 pertandingan liga terakhir sejak bermain imbang tanpa gol melawan Espanyol, April.

Artinya, persoalannya bukan sekadar bagaimana menciptakan peluang, melainkan bagaimana menghentikan serangan Madrid tanpa kehilangan agresivitas. Pertemuan ini juga membawa aroma rivalitas lama di sisi lapangan. Pellegrini dan Mourinho sudah berulang kali bertemu sepanjang karier mereka. Sejarah keduanya sempat diwarnai persaingan panas ketika sama-sama bekerja di Liga Inggris dan La Liga, tetapi Mourinho kini terlihat lebih tenang dibandingkan periode pertamanya di Madrid.

Pellegrini memahami bah­wa menghadapi Madrid membutuhkan pendekatan khusus. Ia harus memastikan Betis tidak memberi ruang kepada Bellingham di antara lini, sekaligus menutup jalur suplai menuju Mbappe dan Vinicius. Jika Betis kehilangan bola ketika banyak pemain berada di depan, kecepatan lini serang Madrid bisa menjadi hukuman yang sangat mahal.

Sebaliknya, Madrid juga harus berhati-hati terhadap permainan posisi Betis. Isco tetap menjadi pemain yang mampu mengatur tempo dan membuka ruang. Sedangkan Antony serta Riquelme memiliki kemampuan untuk menghadapi lawan dalam situasi satu lawan satu.

Pertandingan ini juga menjadi panggung emosional bagi Dani Ceballos. Mantan gelandang Madrid itu baru kembali ke Betis dengan status bebas transfer setelah berbicara dengan Mourinho mengenai keinginannya pulang ke Sevilla. Ceballos menyebut Mourinho memahami keputusannya untuk kembali ke klub yang dianggap sebagai rumahnya.

Namun, kebugaran Ceballos masih menjadi tanda tanya. Pellegrini juga diperkirakan melakukan sejumlah perubahan setelah kekalahan dari Levante. Diego Llorente, Pablo Fornals dan Cucho Hernandez berpeluang masuk starting XI. Betis kehilangan Diego Conde, Aitor Ruibal dan Giovani Lo Celso karena cedera.

Madrid pun tidak tampil dengan kekuatan penuh. Raul Asencio, Ferland Mendy, Thiago Pitarch dan Rodrygo masih menjalani pemulihan. Eder Militao terus mengalami perkembangan setelah cedera hamstring serius, tetapi belum diperkirakan kembali sebelum jeda internasional. Aurélien Tchoua­­meni dan Endrick juga masih berpacu dengan waktu untuk mencapai kebugaran penuh.

Mourinho kemungkinan kembali melakukan rotasi setelah sebelumnya mengubah lima pemain saat menghadapi Malaga. Denzel Dumfries, Ibrahima Konate, Bernardo Silva dan Arda Guler berpeluang kembali menjadi starter.

Jelang Champions

Laga ini juga penting karena kedua klub segera memulai petualangan di Liga Champions. Betis akan menghadapi Lille di Prancis pada Selasa. Madrid dijadwalkan menjamu Inter Milan. Karena itu, kedua pelatih harus mampu menyeimbangkan ambisi meraih tiga poin dengan pengelolaan tenaga pemain. ben/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.