Telkom Perkuat Transformasi Digital Perguruan Tinggi di Indonesia Higher Education CIO Forum 2026
Kamis, 03 Sep 2026, 18:30 WIBJAKARTA - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mengambil bagian dalam Indonesia Higher Education CIO Forum 2026 yang mengangkat tema âEmpowering PDDikti through IDREN Collaboration: Advancing IT Governance, Cyber Resilience, and Operational Excellenceâ. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Barat, Institut Teknologi Bandung, pada 31 Agustus hingga 1 September 2026.
Forum tersebut mempertemukan sejumlah rektor perguruan tinggi, Chief Information Officer (CIO), serta Head of IT dari berbagai universitas yang tergabung dalam Indonesia Research and Education Network (IDREN). Sejumlah pimpinan universitas internasional dari berbagai negara juga turut hadir dalam forum yang membahas perkembangan teknologi dan tata kelola digital pendidikan tinggi.
Indonesia Higher Education CIO Forum 2026 diselenggarakan Pusat Data dan Teknologi Informasi (PUSDATIN) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi bersama IDREN. Forum ini menjadi momentum untuk memperkuat integrasi dan kualitas pelaporan Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti), sekaligus membahas berbagai tantangan transformasi digital di lingkungan kampus.
Pembahasan forum mencakup tata kelola teknologi informasi, konektivitas jaringan riset dan pendidikan, ketahanan siber, serta pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Penggunaan teknologi tersebut juga didorong agar dilakukan secara aman dan bertanggung jawab sesuai kebutuhan pendidikan tinggi.
Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Seno Soemadji mengatakan transformasi digital pendidikan tinggi saat ini membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak. Menurutnya, perguruan tinggi perlu membangun kesiapan teknologi untuk menghadapi perkembangan era digital hingga komputasi kuantum.
âTeknologinya sudah tersedia. Kesenjangan digital dapat diatasi secara bersama-sama sehingga jauh lebih murah, lebih cepat, dan lebih aman dibandingkan dilakukan sendiri-sendiri,â ujar Seno. âTidak ada satu institusi pun yang mampu membangunnya sendirian. Di sinilah kolaborasi pentahelix menjadi kunci,â lanjutnya.
Seno menilai kesiapan digital perguruan tinggi kini berkaitan dengan sejumlah aspek, mulai dari akreditasi hingga daya serap lulusan dan reputasi riset. Namun, ia melihat masih terdapat kesenjangan kesiapan digital antarkampus, karena sebagian perguruan tinggi telah memiliki konektivitas IDREN dan sistem terintegrasi, sementara kampus lainnya masih bergantung pada koneksi tunggal dan sistem pelaporan yang belum terstandardisasi.
Melalui IDREN sebagai landasan bersama, kesenjangan tersebut dinilai dapat dikurangi secara kolektif. Penggunaan satu model data nasional serta penguatan Security Operation Center (SOC) dan Computer Security Incident Response Team (CSIRT) juga dinilai dapat meningkatkan efisiensi sekaligus keamanan infrastruktur digital perguruan tinggi.
Forum tersebut turut membahas kesiapan Indonesia menghadapi era komputasi kuantum. Salah satu ancaman yang menjadi perhatian adalah âharvest now, decrypt laterâ, yakni praktik mengumpulkan data terenkripsi saat ini untuk kemudian dibuka ketika teknologi komputer kuantum sudah tersedia.
Ancaman tersebut berpotensi menyasar berbagai jenis data penting dalam ekosistem pendidikan tinggi. Data identitas mahasiswa, kekayaan intelektual hasil penelitian, hingga informasi pendidikan nasional menjadi sejumlah aset yang perlu mendapatkan perlindungan lebih kuat.
Seno menegaskan perguruan tinggi tidak perlu langsung membangun laboratorium kuantum sebagai langkah awal menghadapi ancaman tersebut. Menurutnya, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menginventarisasi sistem kriptografi dan menyusun rencana migrasi menuju Post-Quantum Cryptography (PQC) sebelum 2030.
Telkom juga menyiapkan arsitektur jaringan quantum-safe yang mengintegrasikan PQC, Quantum Key Distribution (QKD), serta Zero-Trust Architecture. Arsitektur tersebut dirancang untuk diterapkan mulai dari jaringan akses, jaringan inti, hingga pusat data, sementara Telkom juga telah terlibat dalam satuan tugas migrasi PQC yang dipimpin Badan Siber dan Sandi Negara.
Kolaborasi pentahelix yang didorong Telkom diarahkan untuk mendukung agenda nasional Asta Cita dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025â2029 menuju Indonesia Emas 2045. Dalam upaya tersebut, pemerintah, universitas, industri, komunitas, dan media dinilai perlu bekerja bersama membangun tiga fondasi utama, yakni tata kelola, tulang punggung digital, dan talenta digital.
Sebagai bentuk kontribusi terhadap transformasi tersebut, Telkom mengambil tiga peran utama, yaitu:
-
Tulang punggung konektivitas dan infrastruktur digital nasional. Melalui InfraNexia, Telkom menyediakan 112.000 kilometer jaringan fiber optik, termasuk 26.000 kilometer Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) domestik yang akan dikelola InfraNexia. Dukungan tersebut diperkuat dengan kehadiran AI-ready data center dan cloud NeutraDC, platform LLM dan AI nasional, serta SOC nasional.
-
Orkestrator inovasi kampus. Telkom mendorong perguruan tinggi mengembangkan inovasi melalui joint lab, testbed, hingga jalur komersialisasi hasil riset agar dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai dan manfaat bagi masyarakat.
-
Pembuka akses terhadap teknologi mutakhir. Telkom memperluas kemitraan strategis dengan berbagai mitra global, termasuk melalui skema investasi bersama berbasis konsumsi atau OPEX serta penjajakan pendanaan untuk mendukung kegiatan riset.
Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui sejumlah implementasi di lingkungan pendidikan tinggi. Telkom telah menyediakan produk AI bagi sejumlah universitas, melakukan pra-peluncuran platform kedaulatan yang menggabungkan AI, komputasi awan, dan keamanan siber, serta menjalankan program Digistar Class untuk mempercepat pengembangan talenta digital Indonesia.
Melalui keikutsertaannya dalam Indonesia Higher Education CIO Forum 2026, Telkom juga mengajak perguruan tinggi melakukan sejumlah langkah bersama. Tiga langkah tersebut meliputi:
-
Menyelaraskan tata kelola digital. Perguruan tinggi didorong menunjuk penanggung jawab di tingkat institusi untuk memastikan pengelolaan teknologi informasi berjalan secara terarah dan terintegrasi.
-
Mendorong kolaborasi inovasi. Kampus diajak membangun joint lab bersama Telkom sebagai ruang pengembangan teknologi, penelitian, dan inovasi yang dapat memberikan manfaat lebih luas.
-
Memperkuat keamanan aset digital. Perguruan tinggi didorong melakukan inventarisasi kriptografi sebagai langkah awal untuk mempersiapkan migrasi menuju sistem keamanan yang mampu menghadapi ancaman komputasi kuantum.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya Telkom memperkuat fondasi digital di sektor pendidikan tinggi Indonesia. Melalui penguatan konektivitas, tata kelola, inovasi, talenta digital, dan keamanan siber, Telkom mendorong terciptanya ekosistem pendidikan tinggi yang lebih berdaulat, aman, dan siap menghadapi perkembangan teknologi.
- artificial intelligence (AI)
- Pendidikan Tinggi
- Telkom Indonesia
- InfraNexia
- Indonesia Research and Education Network (IDREN)
- PDDikti
- Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Tiongkok-Indonesia Jalin Kerja Sama AI dan Maritim, Teknologi Jadi Senjata Baru!
-
AI Gerus 268 Ribu Kerja Anak Muda Korsel, CORE: RI Wajib Antisipasi Sekarang
-
Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
-
Perkuat Fondasi Teknologi Berkelanjutan, Bank Jakarta Investasi pada Talenta Digital
-
IHCBS 2026 Bidik Produktivitas SDM Berbasis AI
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.