Bukan Cuma Jago Pakai AI! Polresta Cilacap Bekali Siswa SMAN 1 Kroya Agar Tak Tertipu Hoaks
Jumat, 11 Sep 2026, 14:50 WIBCILACAP- Perkembangan Artificial Intelligence (AI/kecerdasan buatan) yang semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari membuat kemampuan menggunakan teknologi harus diimbangi dengan pemahaman dan sikap kritis.Â
Melihat hal tersebut, Polresta Cilacap, Jawa Tengah mengambil langkah nyata dengan membekali pelajar SMA Negeri 1 Kroya mengenai AI. Mulai dari manfaat dan risikonya, hingga cara mengenali informasi palsu dan hoaks di ruang digital.
Kegiatan sosialisasi digelar pada Kamis (10/9) mulai pukul 07.30 WIB. Para siswa tidak hanya diperkenalkan pada perkembangan AI, tetapi juga diajak memahami bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan secara positif dan bertanggung jawab.
Edukasi ini menjadi bagian dari kepedulian Polresta Cilacap untuk mendorong generasi muda agar tidak sekadar cepat menerima informasi, tetapi mampu berpikir kritis sebelum mempercayai, menggunakan, maupun menyebarkannya.
"Jangan Lupa Berpikir Kritis"Â
Kapolresta Cilacap Kombes Pol. Yovan Fatika Handhiska Aprilaya, mengatakan, perkembangan teknologi harus diikuti dengan kemampuan generasi muda menggunakannya secara bijak.
âAI bisa menjadi sarana yang sangat membantu untuk belajar dan mencari informasi. Namun, jangan sampai kemudahan teknologi membuat kita lupa untuk berpikir kritis. Pastikan informasi yang diterima benar sebelum dipercaya atau dibagikan,â tegas Kapolresta.
Hal senada disampaikan Kabag SDM Polresta Cilacap Kompol Huda Syafi'i. Ia berharap kegiatan ini membangun kebiasaan positif siswa dalam menggunakan teknologi sehari-hari.
âKami ingin setelah kegiatan ini para siswa lebih berhati-hati dalam menggunakan AI, berani mempertanyakan informasi yang diragukan, dan tidak terburu-buru membagikan sesuatu sebelum memastikan kebenarannya,â ujar Kompol Huda.
Antusiasme terlihat dari para siswa selama mengikuti sosialisasi. Mereka mendapatkan wawasan baru mengenai manfaat dan risiko penggunaan AI. Para pelajar juga diajak memahami bahwa AI dapat membantu proses belajar, namun tetap harus digunakan secara bijak dan bertanggung jawab.
Kolaborasi dengan Trainer Bersertifikat dan PT Etos Kreatif
Pengetahuan tersebut diperkuat melalui materi yang disampaikan oleh trainer yang telah mendapatkan sertifikasi AI dari Senopaty Institute. Para pelajar diajak melihat AI bukan sekadar alat bantu, tetapi juga teknologi yang perlu digunakan secara tepat dan diimbangi kemampuan memilah informasi benar dan salah di ruang digital.
Upaya ini juga didukung PT Etos Kreatif Indonesia melalui produk Etawalin. Kolaborasi tersebut bertujuan membekali generasi muda agar siap menghadapi perkembangan teknologi.
Direktur HCM & Support Service PT Etos Kreatif Indonesia, Achmad Subarkah mengatakan, edukasi AI penting diberikan sejak di bangku sekolah.Â
âKami ingin anak-anak mengenal AI sebagai alat yang bisa membantu mereka belajar dan berkembang, tetapi tetap punya kemampuan untuk berpikir kritis dan tidak mudah percaya pada informasi yang mereka temukan,â kata Achmad.
Bagi Polresta Cilacap, menjaga generasi muda di era digital bukan hanya tentang melindungi mereka dari risiko di dunia nyata, tetapi juga membekali agar mampu menjaga diri di ruang digital.Â
Dari ruang kelas SMAN 1 Kroya, pesan itu ditanamkan: teknologi boleh semakin canggih, tetapi penggunanya harus tetap kritis, bijak, dan bertanggung jawab.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Jose Mourinho Siapkan Duet Bernardo-Valverde untuk Laga Perdana Real Madrid di La Liga
-
Kunjungi Sido Muncul, Delegasi Taiwan Jajaki Kerja Sama Tanaman Obat dan Herbal
-
Menkomdigi Bawa Kabar Baik: 86 Persen BTS Terdampak Gempa NTT Berhasil Dipulihkan
-
Tiongkok-Indonesia Jalin Kerja Sama AI dan Maritim, Teknologi Jadi Senjata Baru!
-
AI Gerus 268 Ribu Kerja Anak Muda Korsel, CORE: RI Wajib Antisipasi Sekarang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.