Grab Ventures Velocity Batch 9 Pilih Lima Startup untuk Kembangkan Solusi Berbasis AI
Rabu, 02 Sep 2026, 20:05 WIBJAKARTA â Grab Ventures Velocity (GVV), program akselerator Grab Indonesia untuk startup tahap post-seed, memasuki penyelenggaraan tahun kesembilan dengan memilih lima startup dari ratusan pendaftar. Pada Batch 9, program tersebut mengangkat tema âGrab For Indonesia: Building an AI-Powered Resilient Ecosystemâ dengan fokus pada pengembangan solusi berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Kelima startup terpilih mengembangkan teknologi AI untuk berbagai sektor, mulai dari rekrutmen dan pengelolaan tenaga kerja, teknologi finansial, perdagangan, hingga rantai pasok pangan.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya Grab untuk memperluas kolaborasi dengan startup lokal sekaligus mendorong pengembangan solusi teknologi yang dapat diterapkan pada kebutuhan bisnis dan masyarakat.
Chief Executive Officer Grab Indonesia Neneng Goenadi mengatakan, pengalaman perusahaan dalam mengembangkan dan menerapkan AI akan dibagikan kepada para pendiri startup melalui rangkaian program GVV.
âMelalui GVV Batch 9, kami membawa pengalaman Grab dalam mengembangkan dan menerapkan AI lebih dekat kepada para startup founders di Indonesia,â ujar Neneng melalui siaran pers pada Selasa (1/9/2026).
Menurut dia, pengembangan AI di Grab diarahkan untuk meningkatkan produktivitas, membantu mitra meningkatkan penghasilan, serta memberikan pengalaman yang lebih terintegrasi bagi pengguna.
Melalui kolaborasi dengan peserta GVV, solusi yang dikembangkan para startup juga akan mendapatkan kesempatan untuk diuji melalui penerapan di ekosistem Grab.
Lima Startup Terpilih
GVV Batch 9 memilih lima startup dengan fokus teknologi dan sektor yang berbeda. Algobash merupakan startup yang bergerak di bidang rekrutmen dan talent assessment berbasis AI. Platform tersebut menawarkan sejumlah perangkat untuk membantu perusahaan dalam proses seleksi kandidat, termasuk video interview berbasis AI, asesmen psikometri, dan pengujian keterampilan teknis.
Startup kedua, Dash, mengembangkan solusi berbasis AI untuk membantu perusahaan mengelola operasional tenaga kerja frontline yang tersebar di berbagai lokasi. Teknologinya mencakup penjadwalan tenaga kerja, distribusi tugas, penggajian, serta akses terhadap armada kendaraan listrik.
Sementara itu, Fineksi bergerak di sektor teknologi finansial dengan memanfaatkan AI untuk membantu institusi keuangan dalam proses penilaian risiko dan pengambilan keputusan kredit. Solusinya mencakup pengolahan dokumen, analisis laporan keuangan, serta credit underwriting.
Startup lainnya, Grivy, mengembangkan teknologi commerce intelligence yang menghubungkan interaksi pelanggan secara daring dengan aktivitas penjualan luring. Grivy memanfaatkan atribusi online-to-offline (O2O), AI commerce agents, dan promosi digital untuk membantu bisnis menganalisis perilaku pelanggan.
Startup kelima, Sekilo, mengembangkan sistem operasi untuk rantai pasok protein halal di Indonesia. Platform tersebut mengintegrasikan sejumlah proses dalam rantai pasok, mulai dari pencocokan pasokan dan permintaan, pemrosesan, cold storage, logistik, hingga pembiayaan.
Kelima startup tersebut akan mengikuti rangkaian program yang mencakup pendampingan (mentorship), pengembangan kepemimpinan, serta kesempatan menjalankan pilot project bersama Grab.
Kolaborasi dengan Mitra
GVV Batch 9 juga melibatkan sejumlah mitra untuk memperkuat dukungan terhadap para peserta. Grab menggandeng Superbank, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), serta Sweef Institute dalam penyelenggaraan program tersebut.
Kolaborasi tersebut mencakup akses terhadap ekosistem perbankan digital, jaringan, keahlian, serta peluang pendanaan yang dapat mendukung pengembangan bisnis startup.
Presiden Direktur Superbank Tigor M. Siahaan mengatakan, dukungan terhadap startup merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem inovasi dan memperluas akses terhadap layanan keuangan.
âEmpat tahun lalu, Superbank juga memulai perjalanan dengan semangat yang tidak jauh berbeda dengan para startup hari ini: membangun sesuatu yang baru dengan purpose yang kuat, yaitu membuka akses layanan keuangan yang lebih luas, terutama bagi masyarakat underbanked,â kata Tigor.
Superbank telah mendukung GVV sejak Batch 8. Pada Batch 9, kerja sama tersebut diperluas melalui pelaksanaan uji coba (pilot project) pertama antara Superbank dan salah satu startup peserta.
Lebih dari 85 Persen Alumni Masih Beroperasi
Selain memberikan ruang bagi startup baru, GVV juga menyoroti keberlanjutan bisnis para alumni program tersebut. Sejak diluncurkan pada 2018, GVV disebut telah menerima lebih dari 800 pendaftar dan mendukung 40 startup alumni. Dari jumlah tersebut, lebih dari 85 persen disebut masih menjalankan bisnis hingga saat ini.
Perjalanan para alumni bervariasi, mulai dari mendapatkan pendanaan lanjutan dan memperluas skala bisnis hingga melakukan perubahan model usaha (pivot) untuk menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar. Data tersebut menjadi salah satu indikator yang digunakan GVV untuk melihat keberlanjutan program akselerasinya di tengah tingginya tingkat kegagalan startup secara global.
Pada Batch 9, fokus program diarahkan pada pemanfaatan AI untuk membantu startup beradaptasi dengan perubahan industri yang berlangsung cepat.
Perkembangan teknologi AI di Indonesia sendiri terus meningkat. Berdasarkan data yang dikutip dalam materi GVV dari Google, terdapat lebih dari 45 startup AI di Indonesia. Namun, porsi pendanaan startup AI Indonesia disebut masih sekitar 4 persen dari total pendanaan AI di kawasan ASEAN-10. Kondisi ini menunjukkan adanya ruang bagi startup Indonesia untuk mengembangkan solusi AI sekaligus memperbesar akses terhadap modal dan jaringan bisnis.
Melalui Batch 9, Grab berharap kolaborasi antara startup dan ekosistem perusahaan dapat menghasilkan solusi yang dapat diuji secara langsung dan dikembangkan berdasarkan kebutuhan pasar.
Program GVV Batch 9 juga menjadi bagian dari rangkaian inisiatif Grab Bersinergi dalam momentum Bulan Kemerdekaan Republik Indonesia. Melalui program tersebut, Grab menempatkan pengembangan teknologi dan kolaborasi startup sebagai salah satu cara untuk mendorong pertumbuhan ekosistem digital Indonesia.
- Teknologi Indonesia
- rantai pasok
- Superbank
- Komdigi
- digitalisasi
- Teknologi AI
- Startup AI
- Grab Ventures Velocity
- Startup Indonesia
- Artificial Intelligence
- Grab Indonesia
- ekonomi digital
- Ekosistem Startup
- Transformasi Digital
- Inovasi Teknologi
- kecerdasan buatan
- GVV Batch 9
- Akselerator Startup
- Commerce Intelligence
- Talent Assessment
- Sweef Institute
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
Satu Dekade EMOS Perkuat Ekosistem Kesehatan Digital Indonesia
-
4,45 Juta IKM Wajib Hijau Kalau Mau Tembus Rantai Pasok Global & Akses Pembiayaan
-
Kenapa Tiba-tiba Pembalap Cadangan Pol Espargaro Gantikan Maverick Vinales di KTM untuk MotoGP Inggris
-
LG Buka Pre-Order Dualcool AI Air, AC dengan Fitur AI dan Pengelolaan Energi
-
Pusat Kota Karawang Akan Memiliki Taman
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.