Ribuan Warga Meriahkan Kirab Pusaka Hari Jadi ke-832 Trenggalek, Ada Pesan Jaga Alam

Selasa, 01 Sep 2026, 02:00 WIB

Trenggalek, Jawa Timur - Ribuan warga mengikuti dan menyaksikan kirab pusaka dan kirab budaya yang menjadi puncak tradisi peringatan Hari Jadi Ke-832 Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Senin (31/8).

Tradisi tahunan tersebut tidak hanya menjadi sarana pelestarian budaya, tetapi juga momentum memperkuat nilai kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Ket. Foto: Iring-iringan peserta berpakaian adat Jawa mengikuti kirab budaya Hari Jadi ke-832 Kabupaten Trenggalek di Trenggalek, Jawa Timur, Senin (31/8). — Sumber: Antara

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turut berjalan dalam prosesi kirab yang dimulai dari Pendapa Manggala Praja Nugraha.

Sepanjang perjalanan, peserta kirab membagikan udik-udik kepada masyarakat sebagai simbol sedekah dan berbagi keberkahan.

Arifin mengatakan peringatan Hari Jadi tahun ini mengusung tema "Hambeging Bumi", yang mengandung makna meneladani sifat bumi sebagai sumber kehidupan yang terus memberi manfaat bagi sesama.

"Tema ini mengajarkan agar kita tetap menumbuhkan kebaikan bagi masyarakat, sekaligus menjaga hubungan yang harmonis dengan alam," katanya.

Menurut dia, pelaksanaan Hari Jadi Kabupaten Trenggalek tahun ini juga bertepatan dengan bulan Maulid sehingga sejumlah unsur religius turut dihadirkan dalam prosesi, termasuk pembacaan Mahalul Qiyam sebagai bentuk ikhtiar spiritual dan doa bersama untuk daerah.

Selain kirab pusaka, rangkaian kegiatan Hari Jadi Kabupaten Trenggalek juga diwarnai pembagian tumpeng dan hasil bumi yang dibawa kelompok tani.

Kehadiran Bergodo Tani dalam kirab menjadi simbol dukungan terhadap ketahanan pangan sekaligus penghormatan terhadap peran petani dalam pembangunan daerah.

Arifin mengatakan tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan kuatnya semangat gotong royong dan kepedulian warga terhadap tradisi yang diwariskan para pendahulu.

Ia juga mengapresiasi jajaran forkopimda yang mengikuti seluruh prosesi dengan berjalan kaki di bawah terik matahari sebagai simbol komitmen dan pengabdian kepada masyarakat.

"Saya berterima kasih kepada seluruh forkopimda yang ikut berjalan bersama masyarakat. Semoga menjadi pengingat bahwa membangun daerah membutuhkan perjuangan dan ketulusan," ujarnya.

Pada kesempatan itu, Arifin juga menyinggung tantangan kekeringan yang masih dihadapi sebagian wilayah Trenggalek.

Menurut ia, pemerintah daerah terus mempercepat pembangunan sumur dalam dan sarana pendukung lainnya untuk menjaga ketersediaan air bagi sektor pertanian.

Selain langkah teknis tersebut, kirab dan sedekah hasil bumi juga dimaknai sebagai doa bersama agar sumber-sumber air tetap terjaga dan musim tanam dapat berlangsung dengan baik.

Kirab pusaka merupakan penutup rangkaian tradisi Hari Jadi Ke-832 Trenggalek setelah digelar prosesi jamasan dan penyemayaman pusaka di Desa Kamulan, Kecamatan Durenan, serta Desa Karangrejo, Kecamatan Kampak.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.