JITEX 2026 Bidik Potensi Panggung UMKM Jakarta Masuk Pasar Global

Selasa, 01 Sep 2026, 16:35 WIB

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama sektor swasta kembali menggelar Jakarta International Investment, Tourism, Trade and SMEs Expo (JITEX) 2026. Ajang bisnis tersebut menargetkan potensi transaksi dan investasi mencapai Rp16 triliun dengan mempertemukan pelaku usaha, investor, dan pembeli dari berbagai sektor.

JITEX 2026 akan berlangsung pada 16–19 September 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta. Berbagai agenda bisnis disiapkan, mulai dari pameran produk, business matching, forum bisnis dan investasi, hingga penandatanganan kerja sama antara pemasok, pembeli, dan investor.

Ket. Foto: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama sektor swasta kembali menggelar Jakarta International Investment, Tourism, Trade and SMEs Expo (JITEX) 2026. Ajang bisnis tersebut menargetkan potensi transaksi dan investasi mencapai Rp16 triliun dengan mempertemukan pelaku usaha, investor, dan pembeli dari berbagai sektor. — Sumber: Pemprov DKI Jakarta

Ketua Umum Asian Trade, Tourism, and Economics Council (ATTEC) sekaligus Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO), Budihardjo Iduansjah, mengatakan target Rp16 triliun berasal dari potensi investasi dan perdagangan yang diharapkan tercipta selama pelaksanaan JITEX 2026. Target tersebut menjadi salah satu indikator untuk mengukur dampak kegiatan terhadap aktivitas ekonomi.

“Targetnya kita kira-kira Rp16 triliun tahun ini. Itu dari investasi yang kita harapkan bisa kita potensi,” kata Budi dalam konferensi pers JITEX 2026 di Balai Agung, Balai Kota Jakarta, Selasa (1/9).

Menurut Budi, JITEX tidak hanya menjadi ajang pameran produk, tetapi juga membuka akses bagi produk lokal Jakarta untuk masuk ke jaringan perdagangan yang lebih luas. Produk UMKM, termasuk produk binaan Jakpreneur, diharapkan dapat memperoleh peluang untuk masuk ke ritel modern maupun pasar business to business (B2B).

“ATTEC dan HIPPINDO memiliki jaringan dengan berbagai asosiasi pemasok yang menaungi pelaku UMKM. Kami harapkan jaringan ini bisa menjadi jalur bagi produk lokal Jakarta masuk ke ritel modern, restoran, hingga sektor makanan dan minuman,” tuturnya.

Peluang yang ditawarkan JITEX juga mencakup penjajakan investasi dari luar negeri. Sebelumnya, sejumlah agenda investment forum telah digelar di Guangzhou dan Shenzhen, China, untuk menjaring calon investor yang memiliki minat terhadap peluang bisnis di Indonesia.

Hasil penjajakan tersebut kemudian akan dibawa ke JITEX 2026 untuk mempertemukan calon investor dengan pelaku usaha di Indonesia. Budi berharap calon investor tidak hanya menanamkan modal, tetapi juga membuka perusahaan serta menyerap produk lokal.

“Harapannya mereka tertarik untuk membuka perusahaan dan berusaha di Indonesia. Kita juga harapkan mereka dapat membeli barang-barang lokal dan membawa investasi,” kata Budi.

JITEX 2026 mengusung tema “Ignite the Economy” yang mencerminkan tujuan untuk mendorong aktivitas ekonomi melalui Jakarta. Posisi Jakarta sebagai salah satu pusat perdagangan dan bisnis dinilai membuat pertumbuhan aktivitas ekonomi di ibu kota memiliki efek terhadap daerah lain.

“Jakarta ini sangat sentral. Ignite the Economy ini memang nanti dari Jakarta bisa menyalakan ekonominya,” pungkas Budi.

Sementara itu, Wakil Koordinator Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Yustinus Prastowo mengatakan JITEX 2026 menjadi penyelenggaraan ketiga dari ajang tersebut. Menurutnya, pelaksanaan tahun ini memiliki keunikan karena untuk pertama kalinya kegiatan digelar oleh asosiasi usaha tanpa menggunakan APBD.

Yustinus menilai pola tersebut menunjukkan bahwa pengembangan kegiatan ekonomi dapat dilakukan melalui kolaborasi tanpa sepenuhnya bergantung pada anggaran pemerintah. Karena itu, dampak kegiatan perlu diukur melalui sinergi antara organisasi perangkat daerah (OPD), badan usaha milik daerah (BUMD), dan sektor swasta.

“Kami rasa akan menjadi hal yang sangat bagus jika kita menghitung kegiatan bukan dari jumlah event-nya saja, tapi kita bisa mengukur dampaknya sekaligus menjadikan ini sebagai batu uji untuk memperkuat kolaborasi,” jelas Yustinus yang mewakili Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.

Ia mengatakan pertumbuhan ekonomi Jakarta sebesar 5,52 persen pada triwulan II menjadi salah satu indikator kuatnya aktivitas ekonomi ibu kota. Jakarta juga berkontribusi 16,32 persen terhadap perekonomian nasional, sedangkan sektor perdagangan besar dan eceran memberikan kontribusi sebesar 18,24 persen.

“Ini semakin menegaskan peran Jakarta sebagai kota jasa dan perdagangan,” tandas Yustinus.

Menurut Yustinus, JITEX diharapkan berkembang menjadi forum multipihak yang tidak hanya mempertemukan pemerintah dengan pelaku usaha. Forum tersebut juga dapat digunakan untuk membahas berbagai persoalan yang masih dihadapi dunia usaha di Jakarta, termasuk persoalan perizinan dan kualitas pelayanan pemerintah.

Pemprov DKI Jakarta akan mendorong pengukuran kualitas layanan melalui Service Level Agreement (SLA). Langkah tersebut mencakup kepastian waktu penyelesaian berbagai layanan perizinan bagi calon investor maupun pelaku usaha.

“Kita coba bikin best practice layanan prima, berapa hari, berapa jam yang bisa kita berikan kepada calon investor atau pelaku usaha sehingga mereka betul-betul merasakan kemudahan,” kata Yustinus.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta Elisabeth Ratu Rante Allo mengatakan JITEX menjadi kesempatan bagi pelaku UMKM Jakarta untuk memahami kebutuhan pasar internasional. Pelaku usaha dapat melihat perkembangan tren, preferensi konsumen, hingga standar produk yang dibutuhkan pasar global.

“Kita ingin UMKM bisa melihat kebiasaan dari global, seperti apa produk-produk yang diinginkan dan diproduksi di Indonesia, khususnya Jakarta,” jelas Elisabeth.

Elisabeth menilai JITEX juga menjadi salah satu bentuk creative financing yang sejalan dengan arahan Pemprov DKI Jakarta. Melalui kolaborasi pemerintah dan dunia usaha, kegiatan tersebut diharapkan dapat membuka akses pasar, memperluas peluang investasi, serta menggerakkan roda perekonomian Jakarta.

Dengan berbagai agenda tersebut, JITEX 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan pameran tahunan. Ajang ini diarahkan menjadi ruang pertemuan bisnis yang menghasilkan transaksi, investasi, kerja sama, sekaligus membuka jalan bagi UMKM Jakarta untuk naik kelas dan menembus pasar yang lebih luas.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.