Wisata Bromo Dibuka Kembali, Polres Probolinggo Patroli Cegah Karhutla

Rabu, 23 Sep 2026, 16:06 WIB

Probolinggo, Jawa Timur -- Aparat Kepolisian Resor (Polres) Probolinggo melakukan patroli dengan atensi khusus untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali saat destinasi wisata Gunung Bromo di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur dibuka untuk umum.

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) membuka kembali wisata Gunung Bromo melalui empat pintu masuk yakni Malang, Probolinggo, Lumajang, dan Pasuruan sejak Sabtu (19/9).

Ket. Foto: Personel Polres Probolinggo melakukan patroli sambil mengedukasi masyarakat dan wisatawan untuk tidak memicu tindakan yang menyebabkan karhutla di Gunung Bromo, Selasa (22/9). — Sumber: ANTARA/HO-Humas Polres Probolinggo

"Merespons pembukaan kembali wisata Gunung Bromo, Polres Probolinggo melalui Satuan Pengamanan Objek Vital (Sat Pam Obvit) langsung menerjunkan personel untuk menggelar patroli intensif di area wisata tersebut," kata Kapolres Probolinggo AKBP Asmida Rizki Siregar di Probolinggo, Rabu.

Ia mengatakan patroli itu difokuskan untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di sekitar destinasi internasional tersebut tetap kondusif.

"Langkah preventif itu diambil guna memberikan rasa aman serta kenyamanan ekstra bagi para pelancong yang mulai memadati kawasan wisata Gunung Bromo," tuturnya..

Ia juga meminta seluruh pengunjung untuk selalu memprioritaskan keselamatan dan menaati regulasi yang berlaku selama berada di dalam kawasan konservasi Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

“Dengan dibukanya kembali pintu masuk wisata Gunung Bromo, kami mengimbau seluruh wisatawan agar senantiasa mengutamakan keselamatan diri dan mematuhi ketentuan yang telah ditetapkan oleh pihak pengelola,” tuturnya.

Selain aspek keselamatan pribadi, Polres Probolinggo juga memberikan atensi khusus pada pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di area Bromo, mengingat vegetasi yang rentan, wisatawan dilarang keras memicu aktivitas yang melibatkan api.

“Kami mengingatkan agar wisatawan tidak menyalakan api unggun, membuang puntung rokok sembarangan, atau melakukan aktivitas lain yang dapat memicu kebakaran. Mari bersama-sama menjaga keamanan sekaligus kelestarian alam Gunung Bromo,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak meninggalkan sampah di area wisata. Pengunjung pun diminta untuk tetap memperbarui informasi mengenai kondisi cuaca lokal demi kelancaran aktivitas berlibur.

“Komitmen kami adalah memastikan wisatawan dapat menikmati keindahan panorama Bromo dengan aman, tertib, dan nyaman. Namun perlu diingat, menjaga keselamatan dan kelestarian ekosistem menjadi tanggung jawab bersama,” katanya.

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Antara, Sujar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.