Waspada Cuaca Ekstrem Mengintai Riau, BMKG Sebut Puncak Hujan Bakal Mengguyur Luar Biasa Deras

Rabu, 23 Sep 2026, 16:04 WIB

PEKANBARU - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat Provinsi Riau untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem seiring masuknya fase peralihan dari musim kemarau menuju musim penghujan. 

Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru, Warjono, mengatakan masa peralihan musim tersebut perlu menjadi perhatian pemerintah dan masyarakat. Pasalnya sejumlah wilayah di bagian utara Provinsi Riau sudah diguyur hujan dalam beberapa hari terakhir.

Ket. Foto: Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru Warjono dalam suatu kesempatan wawancara dengan media. — Sumber: ANTARA/Bayu Agustari Adha

"Sebagian wilayah utara seperti Rokan Hulu, Rokan Hilir, dan sebagian Bengkalis sudah mulai memasuki musim hujan. Pada bulan depan, curah hujan akan bergeser ke wilayah selatan, meliputi Kampar, Kuantan Singingi, Indragiri Hulu, dan Indragiri Hilir," katanya di Pekanbaru, Rabu (23/9).

Dia memperkirakan puncak musim penghujan di Riau akan berlangsung pada November hingga Desember. Meski durasinya relatif singkat, curah hujan yang turun diperkirakan memiliki volume cukup tinggi sehingga perlu diantisipasi.

Kondisi tersebut ibaratnya curah hujan selama enam bulan namun harus turun dalam periode empat bulan. Akibatnya, hujan dapat terjadi dengan intensitas tinggi pada waktu singkat dan berpotensi memicu kondisi cuaca ekstrem.

"Diibaratkan seperti hujan enam bulan yang harus turun dalam waktu empat bulan, sehingga intensitasnya akan sangat deras dalam waktu singkat," ungkapnya.

Oleh karena itu, seluruh pihak diminta tetap mewaspadai potensi dampak yang dapat muncul selama masa peralihan maupun puncak musim penghujan. Curah hujan tinggi dalam waktu singkat dapat meningkatkan potensi terjadinya banjir di sejumlah wilayah.

Di sisi lain, Warjono menegaskan masuknya musim penghujan bukan berarti ancaman Karhutla sepenuhnya berakhir. Pasalnya masih terdapat periode tertentu ketika curah hujan rendah yang dapat menyebabkan kondisi lahan kembali kering dan berpotensi memicu kebakaran.

"Jadi ada dua hal yang perlu kita waspadai. Di musim hujan masih ada potensi karhutla, sementara di sisi lain kita juga mulai beralih kepada kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem," tegasnya

  • riau
  • cuaca ekstrem
  • musim hujan
  • karhutla riau
  • bmkg pekanbaru

Redaktur: alfred

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.