- Home
-
- Luar Negeri
-
- Sebut Kuba 'Negara Gagal',...
Sebut Kuba 'Negara Gagal', Pidato Trump Diwarnai Aksi 'Walk Out'
Rabu, 23 Sep 2026, 16:16 WIBNEW YORK - Delegasi Kuba meninggalkan ruang Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNGA) pada Selasa (22/9) pagi waktu setempat saat Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbicara mengenai Kuba dalam pidatonya di sesi ke-81 UNGA.
Rekaman video memperlihatkan sejumlah delegasi Kuba berdiri dan meninggalkan ruangan sebagai bentuk protes saat Trump menyebut Kuba sebagai "negara gagal".
Trump mengatakan pemerintahannya sedang "mengupayakan perubahan fundamental terhadap situasi di Kuba," seraya menuduh negara pulau itu menjalin "hubungan dengan kelompok-kelompok subversif dan radikal."
Selain itu, Trump juga menambahkan bahwa Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio sedang menangani negosiasi dengan Kuba.
AS meningkatkan tekanan dan sanksi terhadap Kuba sejak akhir Januari 2026, sementara hubungan bilateral kedua negara telah mengalami ketegangan selama beberapa dekade.
Menyusul aksi militer AS terhadap Venezuela dan Iran sebelumnya pada tahun ini, Trump mengancam bahwa "berikutnya adalah Kuba," memberlakukan blokade minyak serta mengintensifkan embargo yang telah berlangsung lama untuk memutus urat nadi perekonomian negara tersebut. Ant
Berita Terkait:
-
51 Macan Tutul Jawa Teridentifikasi di Gunung Halimun Salak, Termasuk 3 Anakan.
-
Jaga Konektivitas, PU Kebut Rekonstruksi Permanen 47 Jembatan di Sumatra
-
Praktisi Kesehatan: Warga Perlu Waspadai Flu dan Batuk Meningkat saat Kemarau
-
Mengenal Dancing Plague Strasbourg 1518, Histeria Massal Misterius yang Menjadi Awal Semesta Pengabdi Setan 3
-
Saat Sudan Dilanda Kekerasan Sipil yang Kian Tak Terkendali
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.