• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Dari Batik hingga Kriya! P...

Dari Batik hingga Kriya! Produk Jogja Kini Dikemas Lebih Modern Biar Tembus Pasar Global

Senin, 31 Agu 2026, 19:57 WIB

JAKARTA — Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bersama Dekranasda DIY memperkuat pengembangan IKM kerajinan melalui inovasi produk dan perluasan akses pasar. Komitmen ini diwujudkan dalam Pameran Kerajinan Jogja Istimewa (PKJI) 2026 yang digelar 31 Agustus–3 September 2026 di Plasa Industri, Gedung Kementerian Perindustrian, Jakarta.

Memasuki tahun ke-8, PKJI menjadi jembatan strategis bagi 52 IKM dan perajin dari 5 kabupaten/kota di DIY untuk memperkenalkan produk unggulan sekaligus menjangkau pasar nasional dan global.

Ket. Foto: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bersama Dekranasda DIY memperkuat pengembangan IKM kerajinan melalui inovasi produk dan perluasan akses pasar. Komitmen ini diwujudkan dalam Pameran Kerajinan Jogja Istimewa (PKJI) 2026 yang digelar 31 Agustus–3 September 2026 di Plasa Industri, Gedung Kementerian Perindustrian, Jakarta — Sumber: istimewa

Mengusung tema “Kerajinan Jogja: Harmoni Tradisi dan Inovasi”, pameran ini menampilkan batik, lurik, fesyen, kriya, aksesori, hingga kerajinan berbahan alam. Produk-produk tersebut memadukan nilai budaya, teknik tradisional, dan sentuhan inovasi desain agar sesuai selera pasar masa kini.

Wakil Ketua Harian I Dekranas, Loemongga Agus Gumiwang, mengatakan inovasi menjadi kunci agar produk wastra dan kriya Indonesia tetap relevan dan kompetitif. “Selain menjaga kekayaan tradisi, para perajin juga perlu berinovasi mengikuti perkembangan zaman, teknologi, dan kebutuhan konsumen. Tujuannya agar produk kita tidak hanya kuat di pasar nasional, tapi juga mampu menembus pasar global,” ujar Loemongga saat pembukaan PKJI 2026.

Tren fesyen berkelanjutan atau slow fashion disebutnya sebagai peluang besar. Keunikan motif, penggunaan bahan alami, dan keterampilan perajin menjadi nilai tambah yang membedakan produk kriya Indonesia dari produk massal.

Data Kemenperin menunjukkan industri kerajinan memiliki potensi ekspor yang terus tumbuh. Pada Triwulan II 2026, nilai ekspor industri kerajinan mencapai USD909,95 juta, naik 6,54% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Ketua Harian Dekranasda DIY, GKBRAA Paku Alam, menambahkan PKJI di Jakarta dipilih karena menjadi pusat perdagangan dan jejaring nasional.  

“Kami ingin PKJI jadi ruang pertemuan antara perajin dengan pasar, buyer, desainer, dan mitra strategis. Dari sini terbuka peluang kolaborasi, perluasan pasar, dan peningkatan kapasitas usaha IKM Jogja,” katanya.

Dirjen IKMA Kemenperin, Reni Yanita, menekankan bahwa kekuatan IKM kerajinan ada pada perpaduan nilai budaya dan kreativitas.  

“Inovasi harus terus dilakukan tanpa menghilangkan karakter dan identitas produk. Kerajinan tidak hanya menawarkan fungsi dan estetika, tapi juga cerita dan identitas daerah,” jelas Reni.

Selain pameran, PKJI 2026 juga diisi business matching dan workshop. Tujuannya memperkuat kapasitas perajin, membuka peluang transaksi, kemitraan, dan memperluas akses pasar bagi IKM kerajinan Yogyakarta.

Kemenperin, Dekranas, dan Dekranasda berkomitmen terus menyediakan ruang bagi perajin untuk berkembang melalui program pembinaan, promosi, dan kemitraan agar warisan budaya bisa hidup, berkembang, dan berdaya saing.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.