Jawa-Bali Masih Kuasai Panggung, Ini Resep DBL Academy Cetak Bintang Timnas Basket Indonesia
Senin, 21 Sep 2026, 01:20 WIBJAKARTA -Â Pulau Jawa dan Bali masih menjadi pusat pertumbuhan atlet bola basket usia dini di Indonesia, seiring meluasnya pembinaan dasar yang menekankan kemampuan individu, karakter, nutrisi, dan pengalaman bermain.
"Jakarta, Surabaya, Bandung, dan sejumlah daerah di Jawa hingga Bali konsisten melahirkan pemain muda namun potensi daerah lain juga menunjukkan pertumbuhan," kata Basketball Director DBL Academy Dimaz Muharri, Minggu (20/9).
Dia menjelaskan pembinaan usia dini seharusnya tidak menjadikan hasil pertandingan sebagai ukuran utama. Proses latihan perlu memberi ruang kepada anak untuk menikmati permainan dan membangun kemampuan dasar sebelum memasuki kompetisi.
"Yang paling penting karena di usia dini itu memang belum saatnya mereka berkompetisi dan bahkan menjadi beban," ujar legenda Indonesia Basketball League (IBL) berjuluk "Raja Steal" itu.
Lebih lanjut Dimaz menjelaskan, tempatnya kini bernaung memiliki empat cabang, yakni dua di Surabaya serta masing-masing satu di Yogyakarta dan Jakarta. Kurikulumnya tidak hanya mencakup tentang teknik bola basket, tetapi juga pembentukan karakter dan edukasi nutrisi.
Pendekatan mini basketball diterapkan bagi kelompok usia lima hingga 12 tahun. Dalam latihan dan pertandingan, pelatih tidak menampilkan skor sehingga anak-anak tidak dibebani tekanan kemenangan atau kekalahan.
Pembinaan juga diarahkan pada kemampuan individu untuk melengkapi latihan di klub yang umumnya berorientasi pada permainan tim.
Materi seperti passing, dribble, shooting, dan body movement menjadi fondasi sebelum pemain berkembang menuju tahap kompetisi lebih tinggi.
Kemampuan bergerak, termasuk berlari, melompat, dan koordinasi tubuh, perlu dikuasai sejak awal. Fondasi tersebut membantu pemain membangun keterampilan teknis dan kesiapan fisik untuk menerima materi permainan yang lebih kompleks.
Sebagai Basketball Director, Dimaz bertanggung jawab menyusun kurikulum pembinaan di seluruh cabang DBL Academy dan memberikan arahan kepada pelatih mengenai metode latihan sesuai karakter peserta didik.
Dia menyebut, para alumni akademi tersebut telah banyak berprestasi ketika mengikuti turnamen di tingkat SMP dan SMA bahkan sudah menjadi penghuni tim nasional. Merela di antaranya Inez Angelina Welly dan Praisey Blessed, serta sejumlah nama lainnya.
Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (DPP Perbasi) Ratana Arya menilai berbagai kejuaraan dapat menjadi wadah pembinaan dan menambah pengalaman bertanding pemain muda.
Baginya, setelah pengembangan bola basket tidak hanya berhenti sampai di proses pembinaan, tetapi juga berlanjut untuk ikut serta dalam turnamen atau kompetisi berjenjang yang berkualitas.
"Setiap penyelenggaraan kejuaraan akan menjadi wadah untuk pembinaan dan pengembangan bola basket kelompok usia," ujar dia.
Menurut Ratana, kompetisi yang digelar DPP Perbasi maupun pihak swasta memberi kesempatan atlet muda meningkatkan mental dan teknik bermain. Ajang seperti DBL Indonesia, High School Basketball Championship (HSBC) 2026, dan berbagai kompetisi lainnya menjadi bagian dari ekosistem pembinaan bola basket nasional.
- perbasi
- pembinaan basket usia dini
- dbl academy
Redaktur: alfred
Penulis: Alfred, Antara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.