2 Jembatan Besar di Flores Rusak Parah, Menteri PU: Harus Selesai September & Tahan Gempa
Sabtu, 29 Agu 2026, 09:50 WIBMANGGARAI â Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pemulihan 2 jembatan vital di Flores pascagempa. Jembatan Wae Pesi di Kabupaten Manggarai dan Jembatan Wae Dampek di Kabupaten Manggarai Timur ditargetkan mulai direhabilitasi paling lambat pertengahan September 2026 dan dibangun lebih tahan gempa.
Hal itu ditegaskan Menteri PU Dody Hanggodo saat meninjau langsung kedua lokasi pada Jumat (28/8).
âWae Pesi ini secara keseluruhan terdampak paling parah. Kita berusaha merehabilitasi dengan cepat. Saat ini sedang mendatangkan alat dari Jakarta. Mudah-mudahan paling lambat pertengahan September kita sudah mulai melakukan rehabilitasi,â kata Menteri Dody.
Menurutnya, penanganan infrastruktur terdampak gempa harus cepat agar mobilitas orang dan barang tidak terganggu. Kualitas bangunan juga harus ditingkatkan.
âYang menjadi porsi kita harus kita kerjakan secepat-cepatnya. Dengan kualitas harus lebih bagus lagi dan berkarakter lebih tahan terhadap gempa,â ujar Menteri Dody.
Jembatan Wae Pesi Jalur Distribusi BBM
Jembatan Wae Pesi di ruas RutengâReoâKedindi menjadi prioritas karena terhubung langsung dengan Pelabuhan Reo yang memiliki depo Pertamina untuk distribusi BBM.
Hasil pemeriksaan BPJN NTT menemukan kerusakan berupa retakan pada oprit jembatan, expansion joint, dan daerah aliran sungai (DAS).Â
Untuk mempercepat, peralatan berat didatangkan dari Jakarta dan saat ini dalam perjalanan. Targetnya rehabilitasi dimulai paling lambat pertengahan September 2026.
Jembatan Wae Dampek Dibangun Lebih Kuat
Di Kabupaten Manggarai Timur, Menteri Dody juga meninjau Jembatan Wae Dampek sepanjang 60 meter tipe rangka baja di ruas Wae GonggerâBatas Kabupaten ManggaraiâPota. Ia meninjau kondisi oprit dan turun langsung ke bawah jembatan untuk memastikan penanganan tepat.
Menteri Dody meminta prinsip _build back better_ diterapkan. Infrastruktur yang dipulihkan tidak hanya berfungsi kembali, tapi juga punya ketahanan lebih baik terhadap bencana.
âIni adalah daerah gempa. Jadi bangunannya harus bisa menyesuaikan diri dengan kondisi alamnya. Prinsipnya kita harus membangun dengan lebih baik lagi, tetapi dengan lebih cepat,â tegasnya.
64 Titik Longsor & 14 Jembatan Rusak
Berdasarkan data 20 Agustus 2026, gempa Flores berdampak pada 11 ruas jalan nasional. Rinciannya: 64 titik longsoran, 7 titik patahan badan jalan, serta 14 unit jembatan dan gorong-gorong.
BPJN NTT telah mengerahkan 12 unit excavator dan 4 unit loader. Jembatan Bailey juga dimobilisasi dari NTB, Bali, dan Sulawesi Selatan.Â
Kementerian PU memastikan seluruh ruas jalan nasional di Pulau Flores saat ini sudah dapat dilalui kendaraan secara fungsional.
- bangun jembatan
- Kementerian PU
- Bangun Infrastruktur
- gempa ntt
- gempa Flores
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Dugaan Pungli PBG di Gowa Dibongkar, Kortastipidkor Amankan Sejumlah Dokumen
-
35 Hektare Sawah di Lampung Nyaris Gagal Panen, KemenPU Kerahkan Pompa Air dari Bendung Way Pisang
-
Kekeringan dan Rob Hantam Demak, 124 Hektare Sawah di Kekeringan Parah
-
Sawah 120 Hektar di Jatim Terancam Kekeringan, Menteri PU Turunkan 13 Pompa Darurat!
-
Sedimen Numpuk di Intake Bendung Kamijoro, Pasokan Air 2.563 Hektar Sawah di Jogja Terganggu
-
600 Hektar Sawah di Bekasi Kekeringan, KemenPU Operasikan 3 Pompa
-
Dukung Panen Raya di KSPEAN Wanam, KemenPU Siapkan Sumber Air Alternatif
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.