Banjir 6 Hari Nonstop Terjang Gayo Lues, Jembatan Aih Bobo Ambruk - KemenPU Turun Tangan
Rabu, 16 Sep 2026, 22:42 WIBJAKARTAâ Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat menangani Jembatan Aih Bobo di Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh, yang terdampak bencana banjir akibat luapan sungai setelah hujan berintensitas tinggi selama enam hari sejak 9 September 2026.
Luapan sungai menyebabkan akses jalan penghubung sementara pada eksisting Jembatan Aih Bobo kembali terputus. Bencana ini menjadi kejadian ketiga setelah sebelumnya kawasan tersebut terdampak bencana hidrometeorologi pada November 2025 dan kembali mengalami kerusakan jembatan sementara pada Juni 2026.
Menteri PU, Dody Hanggodo menegaskan bahwa akses jalan dan jembatan memiliki peran yang strategis untuk mendukung pergerakan logistik, pelayanan darurat, dan pemulihan ekonomi masyarakat.
âKarena itu, kami bekerja tanpa jeda untuk memastikan keterisolasian wilayah bisa ditangani secepat mungkin. Keselamatan masyarakat dan kelancaran mobilitas menjadi prioritas kami,â kata Dody di Jakarta, Rabu (16/9).
Sebagai upaya penanganan, Kementerian PU melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh melakukan pembersihan sisa puing jembatan sementara, termasuk gorong-gorong pipa baja atau Armco. Tim BPJN Aceh juga memasang area pembatas dengan safety line. Untuk sementara, masyarakat menggunakan jembatan kayu sebagai akses penyeberangan.
Selain itu, Kementerian PU turut memulihkan akses ruas Jalan Nasional BlangkejerenâBatas Gayo Lues/Aceh Tenggara, Provinsi Aceh, yang tertutup longsoran di tujuh titik, yakni satu titik di kawasan Meloak, empat titik di Durin Daun, dan dua titik di kawasan Air Panas. Untuk memulihkan konektivitas, tim BPJN Aceh bersama penyedia jasa Hutama Karya dan masyarakat setempat langsung melakukan pembersihan material menggunakan excavator, wheel loader, dan backhoe loader.
Sabo Dam Dipercepat
Untuk memperkuat upaya pengendalian sedimen akibat banjir, Kementerian PU telah membangun Sabo Dam di Daerah Aliran Sungai (DAS) Tamiang, Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues. Pekerjaan tersebut ditargetkan rampung dalam waktu sekitar 3â4 minggu sehingga bangunan dapat difungsikan meskipun belum seluruh pekerjaan selesai 100 persen.
Saat ini, pekerjaan yang tersisa meliputi pembangunan sayap kanan dan kiri serta penambahan tinggi badan Sabo Dam. Dalam pelaksanaannya, ketersediaan material semen menjadi salah satu kendala di lapangan.Â
Untuk menyelesaikan paket pekerjaan tersebut masih dibutuhkan sekitar 50 ribu sak semen. Oleh karena itu, Kementerian PU akan memfokuskan pekerjaan berikutnya pada percepatan pengadaan semen mulai 16 September 2026.Â
Sabo dam tersebut merupakan salah satu dari pembangunan 40 unit Sabo Dam yang tersebar di enam Daerah Aliran Sungai (DAS), yakni DAS Tripa, DAS Meureudu, DAS Jambo Aye, DAS Peusangan, DAS Tamiang, dan DAS Singkil.
Seluruh penanganan tersebut menunjukkan upaya Kementerian PU tidak hanya diarahkan untuk memulihkan akses yang terdampak bencana, tetapi juga memperkuat infrastruktur pengendali sedimen untuk mengurangi risiko gangguan akibat banjir dan longsor di wilayah Kabupaten Gayo Lues.
- Aceh
- Akibat Banjir
- Jembatan Ambruk
- Kementerian PU
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Gegara Judol, 2.000 Pegawai Kementerian PU Terancam Sanksi Disiplin
-
19 Ruas Jalan di NTT Pasca Gempa Sudah Fungsional Lagi
-
Selamatkan Sawah di Sumbawa, Kementerian PU Salurkan 25 Ribu Liter Air Irigasi
-
Resmi Dibuka! Jalur Kelok 23 Bantul–Gunungkidul Uji Coba 7 Hari Mulai Hari Ini
-
Hadapi Bencana, KemenPU Perluas Tugas Satgas Tanggap Darurat Infrastruktur
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.