Ilmuwan Penemuan Pola Unik Sel Imun pada “Centenarian”
Kamis, 27 Agu 2026, 07:23 WIBPARA ilmuwan menemukan petunjuk yang mungkin menjelaskan mengapa sebagian orang mampu hidup hingga usia 100 tahun atau lebih. Penelitian menunjukkan bahwa kelompok centenarian, yakni orang yang mencapai usia setidaknya 100 tahun, memiliki karakteristik sistem kekebalan tubuh yang berbeda dari pola penuaan pada umumnya.
Temuan tersebut berasal dari penelitian Boston University dan Tufts Medical Center di Amerika Serikat terhadap tujuh centenarian di Amerika Utara. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Lancet eBioMedicine itu mengkaji hubungan antara penuaan sistem imun dan kemampuan manusia mencapai usia ekstrem.
Hasil penelitian menunjukkan sistem kekebalan tubuh para centenarian tidak sepenuhnya mengikuti perubahan yang biasanya terjadi seiring bertambahnya usia. Mereka justru memiliki pola imun tertentu yang diduga membantu tubuh menghadapi penyakit dan memulihkan diri setelah infeksi.
Sistem imun merupakan mekanisme pertahanan utama tubuh. Ketika menghadapi virus, bakteri, atau ancaman lainnya, sistem imun akan mengenali dan merespons ancaman tersebut. Sistem ini juga memiliki kemampuan âmengingatâ paparan sebelumnya sehingga dapat memberikan respons lebih cepat ketika menghadapi ancaman serupa.
Namun, kemampuan tersebut umumnya mengalami perubahan seiring usia. Pada lansia, sejumlah komponen sistem imun dapat menurun sehingga respons terhadap infeksi menjadi kurang efektif. Kondisi ini dikenal sebagai immunosenescence, yakni perubahan atau penurunan fungsi sistem kekebalan yang berkaitan dengan penuaan. Para centenarian tampaknya tidak selalu mengikuti pola tersebut.
Tujuh Centenarian Menjadi Fokus Penelitian
Para peneliti menganalisis tujuh centenarian yang tinggal di Amerika Utara. Meski jumlahnya relatif kecil, kelompok ini menarik perhatian karena keberhasilan mencapai usia 100 tahun menunjukkan kemungkinan adanya kombinasi faktor biologis dan lingkungan yang membantu mereka bertahan menghadapi berbagai tantangan kesehatan.
Peneliti menggunakan metode single-cell sequencing untuk mempelajari sel-sel individual dalam darah, khususnya peripheral blood mononuclear cells (PBMC), yang mencakup berbagai jenis sel sistem kekebalan tubuh. Analisis tersebut menunjukkan adanya pola imun yang unik. Profil kekebalan tubuh para centenarian tidak sepenuhnya mengikuti tren alami yang biasanya terlihat selama proses penuaan.
Diduga Memiliki Faktor Pelindung
Temuan tersebut mengarah pada dugaan bahwa orang yang mencapai usia 100 tahun mungkin memiliki mekanisme perlindungan tertentu dalam sistem kekebalan tubuh. Mekanisme ini diduga membantu mereka merespons penyakit dan memulihkan kondisi tubuh setelah mengalami infeksi.
Tanya Karagiannis dari Tufts Medical Center, salah satu penulis utama penelitian, mengatakan data tersebut mendukung hipotesis bahwa centenarian memiliki faktor perlindungan yang memungkinkan mereka pulih dari penyakit dan mencapai usia sangat lanjut.
Artinya, umur panjang mungkin bukan hanya berkaitan dengan kemampuan menghindari penyakit, tetapi juga kemampuan tubuh menghadapi penyakit ketika terjadi.
Jumlah Centenarian Terus Bertambah
Penelitian terhadap centenarian semakin penting karena jumlah orang yang mampu mencapai usia 100 tahun terus meningkat. Berdasarkan perkiraan pada 2021, sekitar 0,27 persen populasi Amerika Serikat berusia di atas 100 tahun.
Pertumbuhan kelompok usia tersebut memberikan peluang bagi ilmuwan untuk mempelajari karakteristik biologis yang berkaitan dengan umur panjang. Para centenarian dapat menjadi âlaboratorium alamiâ untuk memahami bagaimana tubuh manusia bertahan dan mempertahankan kesehatan selama proses penuaan.
Temuan dari Boston University dan Tufts Medical Center memberikan perspektif baru bahwa penuaan sistem imun tidak selalu berlangsung dengan pola yang sama pada setiap orang. hay
- Pola Unik Sel Imun
Redaktur: Haryo Brono
Penulis: Haryo Brono
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.