Rybakina Absen di Billie Jean King Cup Finals, Akui Tubuh Butuh Pemulihan
Minggu, 20 Sep 2026, 00:20 WIBSHENZHEN â Petenis nomor satu dunia Elena Rybakina memastikan dirinya tidak akan memperkuat Kazakhstan pada Billie Jean King Cup Finals 2026. Juara US Open tersebut memilih absen setelah menjalani periode kompetisi yang sangat menguras fisik.
Keputusan itu disampaikan Rybakina pada hari Sabtu (19/9), hanya beberapa hari setelah mencatat kemenangan besar di US Open. Petenis berusia 27 tahun tersebut tampil dominan untuk mengalahkan juara bertahan dua kali, Aryna Sabalenka, pada final akhir pekan lalu.
Gelar di New York menjadi Grand Slam ketiga dalam karier Rybakina sekaligus melengkapi musim luar biasa yang membawanya ke puncak peringkat dunia. Sebelumnya, ia meraih gelar Australian Open tahun ini dan Wimbledon 2022.
Perjalanan Rybakina di US Open sebenarnya sempat dibayangi masalah cedera pergelangan kaki. Kondisi tersebut bahkan menimbulkan kekhawatiran terhadap peluangnya tampil maksimal di New York. Namun, ia mampu melewati persoalan tersebut dan menutup turnamen dengan trofi Grand Slam.
Setelah melalui rangkaian pertandingan yang padat, Rybakina kini memilih memberikan kesempatan kepada tubuhnya untuk beristirahat.
"Saya harus mengumumkan bahwa saya tidak akan dapat berpartisipasi di Billie Jean King Cup tahun ini," tulis Rybakina melalui Instagram.
"Saya sangat sedih harus melewatkan Shenzhen, tempat yang begitu indah dengan penonton yang luar biasa."
Rybakina mengakui bahwa beberapa pekan terakhir memberikan beban fisik yang cukup berat. Karena itu, ia merasa perlu mengambil waktu untuk memulihkan kondisi sebelum kembali bertanding.
"Bulan terakhir sangat berat bagi tubuh saya dan saya perlu memulihkan diri agar bisa kembali dalam kondisi terbaik untuk bertanding," lanjutnya. "Saya berharap para pemain lainnya meraih keberuntungan."
Absennya Rybakina menjadi kehilangan besar bagi Kazakhstan yang dijadwalkan menghadapi Spanyol pada perempat final Billie Jean King Cup Finals, 23 September.
Turnamen beregu putri tersebut berlangsung di Shenzhen, Tiongkok, mulai 22 hingga 27 September. Kazakhstan harus melanjutkan perjuangan tanpa pemain terbaiknya, yang baru saja naik ke posisi teratas dunia setelah kesuksesannya di US Open. Italia datang ke turnamen sebagai juara bertahan dua edisi terakhir.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
170 Pendaki Berhasil Dievakuasi Turun dari Ranu Kumbolo, Pemadaman Karhutla Gunung Semeru Masih Berlangsung
-
Berikut Daftar Harga Emas Galeri24, Antam, dan UBS di Pegadaian pada Selasa (18/8)
-
SAR Palembang Cari Siswa Tenggelam di Sungai Musi
-
Semangat Kemerdekaan Bersama Whoosh
-
Bulog Siapkan 20 Ton Beras Per Kabupaten Terdampak Gempa di Flores, Stok Tambahan Siap Dikirim
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.