Di Balik Canggihnya Kompetisi Robotika Dunia, Keamanan Jaringan jadi Kunci Peserta Pakai Jaringan WLAN/5G Khusus
Selasa, 25 Agu 2026, 18:56 WIBBEIJING, TIONGKOK - Penyelenggara "World Humanoid Robot Games" (WHRG) menyebut keamanan jaringan maupun keamanan informasi menjadi kunci sukses dalam lomba tersebut.
Wakil General Manager China Unicom kantor Beijing, Yang Lifan dalam konferensi pers di Bejing, Minggu (23/8) mengatakan bahwa pihaknya memiliki tugas untuk memastikan keamanan dasar dari jaringan, yang mencakup keamanan jaringan maupun keamanan informasi.
Keamanan informasi misalnya berkaitan dengan perlindungan dari serangan yang berasal dari luar sementara keamanan jaringan berarti seluruh perangkat harus dapat beroperasi dalam kondisi yang baik.
"World Humanoid Robot Games" (WHRG) kedua diselenggarakan pada 22â26 Agustus 2026 di "National Speed Skating Oval Beijing" di kompleks Olimpiade di Beijing sebagai ajang "olimpiade ala robot" karena mempertandingkan ribuan robot humanoid, yang memiliki bentuk mirip manusia dan bergerak juga seperti manusia baik di kategori olahraga, seni maupun skenario kerja.
Kompetisi tahun ini diikuti 2.056 robot dalam 51 nomor pertandingan dalam 1.301 sesi kompetisi, yang terdiri atas 30 nomor kompetitif dan 21 nomor berbasis skenario. Terdapat 666 tim dari 16 negara menjadi peserta dalam kompetisi itu atau meningkat 138 persen dibanding penyelenggaraan tahun lalu.
"Kami dapat mengatakan bahwa ada sebuah tim yang sangat besar yang bekerja diam-diam di balik layar. Mereka mungkin jarang berada di bawah sorotan, karena tugas mereka justru memastikan agar jaringan tidak mengalami masalah," tambah Yang Lifan.
Jaringan yang dimaksudkan Yang di sini bukan hanya jaringan internet melainkan sistem yang menghubungkan perangkat supaya bisa saling mengirim dan menerima data.
Robot dapat bergerak secara otonom dengan mengirim video dari kamera, data sensor, posisi, atau informasi lain melalui jaringan kemudian "server" atau "cloud" kemudian memproses data itu dan mengirim kembali instruksi kepada robot.
"Pada kondisi sekarang jaringan sudah menjadi salah satu bagian yang tidak dapat dipisahkan dari perkembangan robotika, dan perannya akan semakin penting di masa mendatang," ungkap Yang.
Yang menyebut, hingga sekitar satu tahun lalu, kebutuhan industri robot terhadap jaringan belum sebesar sekarang karena pada masa itu banyak robot masih dikendalikan menggunakan pengendali jarak jauh sehingga lebih banyak mengembangkan kemampuan mekanis robot, seperti kelenturan dan fleksibilitas gerakannya.
Namun, sejak April tahun ini, yaitu dalam Beijing E-Town Half Marathon and Humanoid Robot Half Marathon peran jaringan mulai menjadi sangat penting.
"Karena dalam kompetisi tersebut robot harus dapat bergerak secara mandiri. Robot membutuhkan jaminan komunikasi selama bergerak sedangkan jaringan yang dapat memberikan jaminan komunikasi di wilayah yang luas seperti itu hanyalah jaringan seluler! Dalam lomba maraton robot tersebut, enam robot yang menempati enam posisi teratas semuanya menggunakan dukungan jaringan yang kami sediakan," jelas Yang.
Sedangkan Wakil Presiden Lini Produk Jaringan Nirkabel Huawei sekaligus Presiden Lini Produk 5G & LTE TDD Li Jie dalam acara yang sama mengatakan jika kualitas jaringan buruk, maka kemampuan kecerdasan berbasis "cloud" tentu juga akan terpengaruh.
"Karena itu, kami memperkirakan bahwa pada masa depan jaringan akan menjadi salah satu komponen terpenting dalam era AI. Dengan kata lain, jaringan akan menjadi semacam infrastruktur dasar bagi era AI," kata Li Jie.
Lie Jie menyebut banyak pengalaman Tiongkok dalam pembangunan jaringan komunikasi saat ini juga sebenarnya dapat diterapkan di luar negeri.
"Sebagai contoh, Huawei di Indonesia telah memiliki kerja sama yang sangat mendalam dengan operator telekomunikasi utama Indonesia, yaitu Telkomsel, Indosat dan XL untuk mulai memperluas pembangunan jaringan 5G secara besar-besaran pada tahun ini setelah mendapatkan alokasi atau izin spektrum yang diperlukan," ungkap Li Jie.
Hal yang menjadi perhatian, menurut Li Jie, adalah bagaimana jaringan 5G tersebut dapat memberikan konektivitas yang lebih baik bagi konsumen biasa, rumah tangga, perangkat pintar, serta berbagai bentuk perangkat AI dan "Internet of Things" pada masa depan.
"Karena itu, kami percaya bahwa pada era AI, dengan menggabungkan teknologi AI dan jaringan komunikasi, kita dapat membangun sebuah sistem yang terintegrasi dan menyeluruh. Contohnya, jika ke depan chip AI juga ditempatkan langsung di dalam robot, konsumsi daya baterainya akan meningkat lebih besar lagi," jelas Li Jie.
Selama ini, menurut Li Jie, salah satu tantangan dalam industri robotika adalah soal baterai yang "menghidupkan" robot.
"Karena itu, saat ini sudah ada produsen robot canggih yang mulai memindahkan seluruh fungsi 'otak AI' robot ke cloud. Dengan demikian, baterai yang terdapat di dalam robot itu sendiri dapat lebih banyak digunakan untuk mendukung kemampuan gerak robot. Jika perkembangan mengarah ke sana, maka kebutuhan terhadap jaringan pada masa depan tidak hanya berkaitan dengan kecepatan jaringan," tegas Li Jie.
Dalam penyelenggaraan WHRG, perusahaan telekomunikasi Tiongkok, China Unicom menjadi penyedia jaringan internet dengan menggunakan "network slice" khusus dengan konfigurasi 5QI 4 serta teknologi pemisahan carrier untuk menyediakan sumber daya jaringan yang dicadangkan secara khusus bagi layanan robot yang penting.
Artinya, China Unicom menyediakan jalur jaringan 5G khusus bagi robot, dengan parameter kualitas layanan tertentu dan sumber daya frekuensi yang dipisahkan dari jaringan publik, yaitu sekitar 12 ribu penonton di lokasi pertandingan, agar komunikasi robot tetap stabil meskipun jaringan penonton sedang sangat padat.
Dengan teknologi tersebut, latensi (waktu jeda yang dibutuhkan data untuk berpindah dari satu titik ke titik lain di jaringan) end-to-end untuk layanan robot dapat dijaga tetap stabil pada sekitar 30 milidetik (ms).
Sistem pengoperasian dan pemeliharaan jaringan atau operation and maintenance (O&M) pun menggunakan AI dalam memantau lalu lintas data dan mengatur sumber daya secara waktu nyata demi memastikan lapisan perlindungan tambahan untuk menjaga kinerja jaringan tetap stabil selama WHRG.
Menurut peraturan kompetisi, robot hanya diperbolehkan berkomunikasi melalui jaringan WLAN/5G yang disediakan oleh penyelenggara. Jaringan tersebut juga harus mendukung sistem "referee box" atau sistem elektronik wasit dan setiap robot hanya diperbolehkan menggunakan bandwidth komunikasi maksimal 1 Mbit per detik.
Para peserta kompetisi robot tersebut berasal dari dalam negeri Tiongkok maupun luar negeri.
Peserta dari Tiongkok sendiri diwakili oleh 157 perusahaan serta 200 universitas dan lembaga penelitian. Perusahaan tersebut antara lain industri robotika seperti Unitree Robotics, UBTECH Robotics, Xiaomi, dan Fourier Intelligence. Sedangkan kampus-kampus yang ikut adalah Tsinghua University, Peking University, Shanghai Jiao Tong University, Zhejiang University dan universitas lain.
Terdapat juga 25 tim dari negara lain seperti Amerika Serikat, Jerman, Brazil dan Jepang
Penyelenggaraan tahun ini lebih menekankan tiga kemampuan, yaitu "lebih otonom, lebih lincah, dan lebih praktisâ.
Selain nomor olahraga seperti lari, lompat, pertarungan gaya bebas, ditambah juga nomor wushu, tenis meja, angkat beban, dan tarik tambang, ada juga 21 nomor berbasis skenario yang diarahkan pada produksi nyata dan kehidupan sehari-hari.
Nomor-nomor tersebut mencakup sembilan lingkungan penerapan praktis, antara lain industri, rumah tangga, hotel, tanggap darurat, dan sektor ritel. Tugas yang harus dilakukan robot meliputi perakitan dan pemasokan material, pelayanan rumah tangga, pemadaman kebakaran dan penyelamatan, penataan perpustakaan, hingga berbagai pekerjaan presisi yang menggunakan tangan robot dengan kemampuan manipulasi tinggi. Ant
- Robotika
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Opik
Berita Terkait:
-
Jakarta Robotic Games Jadi Agenda Tahunan, Gubernur Pramono: Cetak Talenta AI
-
Universal Pictures Adaptasi 10 Game Klasik Atari, Ada Pong dan Asteroids
-
Destinasi Wisata Didorong Berbenah, Kemenpar Pacu Lompatan Kualitas dan Daya Saing
-
Wamenekraf: Industri Esports Jadi Pendorong Utama Pertumbuhan Ekraf Nasional
-
Krisis Selat Hormuz, 4 Negara Bidik Impor Pupuk Urea dari Indonesia
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.