Korban Tewas Akibat Banjir di Tailan Meningkat

Kamis, 08 Okt 2026, 02:10 WIB

BANGKOK - Banjir yang melanda Tailan sejak pertengahan September telah menewaskan 60 orang di seluruh negeri, kata pemerintah pada Rabu (7/10), dengan ketinggian air sungai masih meningkat di beberapa wilayah.

Hujan deras selama beberapa hari pada akhir bulan lalu membanjiri sebagian Ibu Kota Bangkok, meskipun banjir di sana sebagian besar telah surut.

Ket. Foto: Sejumlah warga nekat melintasi banjir usai berbelanja kebutuhan sehari-hari di Distrik Bang Kapi, Bangkok, pada 28 September lalu. Dinas Pencegahan dan Mitigasi Bencana Tailan pada Rabu (7/10) menyatakan bahwa banjir ini telah menewaskan 60 orang di seluruh negeri. — Sumber: AFP/CHANAKARN LAOSARAKHAM

“Situasinya tetap sulit bagi banyak orang di Provinsi Prachinburi tengah, di mana 19 orang meninggal,” lapor Dinas Pencegahan dan Mitigasi Bencana Tailan.

Sungai yang meluap membanjiri rumah-rumah di tujuh distrik di provinsi tersebut, mempengaruhi lebih dari 188.000 orang, imbuh dinas itu dalam sebuah pernyataan.

“Sejumlah warga meninggal di sekitar selusin provinsi lain dan ibu kota, dengan banjir yang masih berlangsung di 27 dari 77 provinsi Tailan,” ungkap dinas itu dalam sebuah pernyataan.

Di Bangkok, empat orang telah meninggal sejak 16 September, setelah curah hujan selama sebulan turun selama beberapa hari di akhir September, yang mendorong deklarasi bencana di seluruh kota.

Pembersihan besar-besaran saat ini sedang berlangsung saat kota bersiap untuk menjadi tuan rumah pertemuan IMF dan Bank Dunia, yang dimulai pekan depan.

Perdana Menteri Anutin Charnvirakul, yang pemerintahannya menghadapi kritik publik atas responsnya terhadap banjir, pada Senin (5/10) lalu memerintahkan lembaga-lembaga pemerintah untuk menangani banjir dan transportasi guna menghindari gangguan pada pertemuan-pertemuan tersebut.

September adalah puncak musim hujan di Tailan, tetapi tahun ini terasa lebih buruk bagi banyak orang di Bangkok, karena ibu kota itu dibangun di atas bekas lahan rawa dan dilintasi oleh jaringan kanal.

Beberapa daerah terendam air setinggi lutut selama beberapa hari, dengan kendaraan ditinggalkan di jalan-jalan yang terendam dan sekolah-sekolah ditutup selama dua hari. AFP/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.