Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dubes Inggris Terpukau Warisan Prasejarah Leang-Leang, Kolaborasi Baru Bakal Terbuka?

📅 Senin, 19 Okt 2026, 05:09 WIB | Oleh:
Dubes Inggris Terpukau Warisan Prasejarah Leang-Leang, Kolaborasi Baru Bakal Terbuka? Doc: Antara foto
Ket. Duta Besar Inggris untuk Indonesia Dominic Jermey saat mengunjungi Archeological Park Leang-Leang di Kabupaten Maros, Sulsel, Minggu (18/10).

MAROS - Duta Besar Inggris untuk Indonesia Dominic Jermey mengapresiasi kekayaan warisan prasejarah Leang-Leang di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan dan siap mendorong kolaborasi seni dan tekonologi.

"Archeological Park prasejarah Leang-Leang menyimpan jejak peradaban manusia melalui lukisan gua berupa cap tangan dan gambar hewan purba. Ini memiliki nilai penting bagi dunia," kata Jermey di sela kunjungannya ke Archeological Park (Taman Arkeologi) Leang-Leang di Kabupaten Maros, Minggu.

Menurut dia, jejak tangan dan lukisan hewan purba di Sulsel merupakan warisan kemanusiaan yang menakjubkan serta memiliki nilai penting bagi dunia.

Ia mengapresiasi diberikannya kesempatan untuk mengunjungi dan menyaksikan secara langsung keistimewaan situs prasejarah tersebut.

Menurutnya, Leang-Leang menunjukkan pentingnya kerja sama antara Indonesia dan komunitas internasional, termasuk Inggris, dalam mendukung serta melestarikan warisan budaya.

Sementara itu, Perwakilan British Council, Summer Xia yang menjabat sebagai Country Director British Council Indonesia dan ASEAN menyebut, British Council mendorong pemanfaatan teknologi modern untuk menerjemahkan kekayaan warisan budaya prasejarah menjadi inspirasi bagi masa depan.

Upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi antara ilmuwan, seniman, dan peneliti untuk mengeksplorasi hubungan antara sejarah, seni, dan teknologi.

Perwakilan British Council di Jakarta menempatkan warisan budaya sebagai ruang kolaborasi untuk mempertemukan kreativitas, pengetahuan, dan inovasi.

Kawasan prasejarah Leang-Leang menjadi salah satu bukti penting perjalanan panjang peradaban manusia. Lukisan gua yang ditemukan di kawasan karst Maros-Pangkep memperlihatkan ekspresi artistik manusia masa lampau sekaligus memberikan gambaran mengenai kehidupan dan kebudayaan pada masa prasejarah.

Pengembangan kolaborasi seni dan teknologi diharapkan dapat memperluas cara masyarakat memahami warisan prasejarah, sekaligus membuka peluang penyampaian informasi sejarah melalui pendekatan yang lebih kreatif dan relevan bagi generasi masa kini.

Menurut dia, kerja sama lintas negara juga menjadi bagian penting dalam memperkuat upaya pelestarian warisan budaya. Melalui pertukaran pengetahuan dan pengalaman, Indonesia dan Inggris diharapkan dapat mendorong pendekatan baru dalam memperkenalkan kekayaan sejarah kepada masyarakat luas.

"Leang-Leang tidak hanya menjadi situs arkeologi yang merekam jejak kehidupan manusia purba, tetapi juga sumber inspirasi untuk membangun dialog antara warisan masa lalu, perkembangan teknologi, dan kreativitas masa depan," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...

Tips Menjalankan Bisnis Waralaba

25 menit yang lalu | Ones

Rona
Tips Menjalankan Bisnis War...
Nasional
Terungkap! Ini Isi Pertemua...
Olahraga
Fajar/Fikri Belum Puas mesk...
Advertisement
2,4 Ton Dry Ice Dijatuhkan dalam Uji Coba Penanggulangan Kabut Asap di Sumatera Selatan

2,4 Ton Dry Ice Dijatuhkan dalam Uji Coba Penanggulangan Kabut Asap di Sumatera Selatan

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.