Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Minggu, 23 Agu 2026, 21:10 WIB

MAGETAN – Peta jalan ekonomi kreatif penting sebagai arah bersama agar pengembangan sektor kreatif tidak berjalan sporadis dan hanya bergantung pada tren.

Dengan strategi yang jelas, pemerintah dapat lebih tepat mendorong talenta, pembiayaan, teknologi, perlindungan kekayaan intelektual, hingga perluasan pasar sehingga ekonomi kreatif mampu tumbuh menjadi sumber pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Ket. Foto: Ilustrasi-Perajin besek dari bambu di Desa Durenan, Kecamatan Sidorejo, Magetan, Jawa Timur tetap bertahan dan diminati dengan terus berkreasi mengikuti permintaan pasar. — Sumber: ANTARA/ HO-Diskominfo Kab Magetan

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan, Jawa Timur, menyiapkan peta jalan ekonomi kreatif (ekraf) tahun 2027 untuk mewujudkan kabupaten yang kreatif dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Magetan Suwito dalam keterangannya di Magetan, Minggu (23/8), mengatakan langkah tersebut diambil guna memastikan arah kebijakan serta pengembangan potensi ekonomi kreatif daerah berjalan secara terstruktur dan terukur.

"Insya Allah di tahun 2027 kami membuat roadmap ekraf. Kehadiran roadmap ini penting agar langkah dan tahapan yang kita ambil menjadi jelas, serta potensi yang ada bisa teridentifikasi dengan baik," ujar dia.

Menurut dia, upaya tersebut adalah dalam rangka menindaklanjuti kegiatan Sarasehan Kemerdekaan Pawitandirogo 2026, yakni kawasan Pacitan, Ngawi, Magetan, Madiun, dan Ponorogo yang berlangsung di Madiun sekaligus arahan Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya.

Nantinya, penetapan peta jalan tersebut akan menjadi landasan utama sebelum melangkah lebih jauh dalam menetapkan Magetan sebagai kabupaten kreatif.

Adapun, sebagai langkah awal penyusunan, pihaknya segera menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan melibatkan lintas elemen, mulai dari seniman, budayawan, hingga pelaku industri kreatif lokal.

‎FGD tersebut bertujuan menyaring 21 subsektor ekraf yang ada untuk menemukan potensi paling dominan di Kabupaten Magetan.

‎"Kita harus melihat potensi mana yang arahnya bisa optimal, apakah kuliner, kriya, atau mungkin desain digital. Jadi hasil FGD nanti akan dirumuskan hingga mengerucut pada sejumlah sektor unggulan," kata Suwito.

‎‎Sektor unggulan yang terpilih nantinya akan menjadi fokus utama Pemkab Magetan dalam proses pengusulan dan penetapan sebagai kabupaten kreatif secara nasional.

Seperti diketahui, Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf) mendorong sektor ekonomi kreatif menjadi salah satu mesin pertumbuhan ekonomi nasional untuk mencapai target pertumbuhan 6 persen pada 2027.

Upaya tersebut diperkuat melalui Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf) 2026–2045 yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 37 Tahun 2026 yang memberikan arah bagi pengembangan ekonomi kreatif agar dapat berjalan selaras dengan agenda pertumbuhan ekonomi nasional.

Pengembangan ekraf diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja berkualitas sekaligus memperkuat daya saing produk lokal yang dimulai dari daerah.

  • ekraf
  • peta jalan ekonomi kreatif

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.