Night at Museum Ajak Generasi Muda Pelajari Sejarah dan Budaya dalam Suasana Eksklusif
Sabtu, 22 Agu 2026, 07:58 WIBMATARAM â Museum Negeri Nusa Tenggara Barat (NTB) membuka akses ruang pameran hingga malam hari melalui program Night at Museum sebagai upaya menggaet minat generasi muda agar mau mempelajari sejarah dan budaya dengan suasana yang eksklusif.
"Night at Museum adalah terobosan yang kami lakukan agar masyarakat dapat menikmati museum dengan cara yang berbeda," kata Kepala Museum NTB Ahmad Nuralam di Mataram, Jumat (21/8) malam.
Ia mengatakan Museum NTB biasanya melayani kunjungan mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WITA. Namun, melalui program Night at Museum pada 21â22 Agustus 2026, masyarakat dapat mengakses ruang pameran hingga pukul 22.00 WITA.
Pembukaan ruang pameran museum saat malam hari sekaligus menjadi upaya untuk melihat respons masyarakat terhadap wajah baru museum yang selama ini identik dengan kunjungan pada siang hari.
Museum NTB menata halaman samping museum menyerupai kafe berkonsep outdoor dengan susunan meja dan kursi, pertunjukan live music, lampu-lampu hias berwarna kuning, serta sajian kopi dan camilan rebus yang menciptakan kesan hangat serta menumbuhkan kedekatan emosional.
Selain menampilkan berbagai koleksi di dalam ruang pameran tetap, imbuh Nuralam, Museum NTB memamerkan koleksi istimewa terkait harta benda kerajaan-kerajaan di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa.
Koleksi regalia tersebut antara lain perlengkapan menerima tamu, kain tenun Lombok dan Sumbawa, perhiasan, alat upacara, senjata, berbagai mata uang, hingga replika mahkota.
Program Night at Museum merupakan bagian dari rangkaian Museum Begawe Volume 3 yang tahun ini menghadirkan 10 kegiatan untuk meningkatkan interaksi masyarakat dengan Museum NTB.
Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) NTB Ahmad Hariri menilai konsep Night at Museum menjadi salah satu inovasi yang dapat meningkatkan ketertarikan masyarakat untuk mengunjungi museum.
Menurut dia, konsep kunjungan malam hari telah diterapkan di sejumlah kota lain dan memberikan pengalaman berbeda lantaran masyarakat dapat mengeksplorasi museum dalam suasana yang tidak sama dengan kunjungan saat siang.
"Di beberapa kota sudah ada yang berupaya melakukan eksplorasi malam hari, baik itu di museum maupun di kota-kota tua. Suasana tentu berbeda ketika pameran disajikan siang hari, Night at Museum menambah rasa penasaran masyarakat," ucapnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan antusiasme masyarakat yang mendaftar untuk mengikuti kegiatan Night at Museum menunjukkan konsep tersebut mendapat respon positif dari masyarakat.
Hariri berharap inovasi serupa dapat terus dikembangkan agar minat masyarakat untuk berkunjung ke museum meningkat dan tidak hanya berlangsung pada momentum tertentu.
Salah seorang pengunjung bernama Siti Raudatul Solehah mengatakan kunjungan ke museum saat malam hari memberikan kesan yang lebih kuat dibandingkan kunjungan ketika siang hari.
Penataan cahaya lampu membuat mata lebih fokus ke objek benda yang dipamerkan. Selain itu, suasana malam juga dinilai lebih nyaman karena tidak merasakan panas seperti saat berkunjung pada siang hari.
- Museum NTB
- Night at Museum
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Mengelaborasi Model Pelestarian Sejarah dan Budaya Berbasis Kampung
-
Dinas Pariwisata Jayapura: Masyarakat Adat Kunci Pengembangan Pariwisata Papua.
-
BMKG Prakirakan Sebagian Jakarta pada Rabu (1/7), Cerah Berawan
-
Demo Besar-besaran di Kawasan Gambir, Ribuan Personel Disiagakan
-
Indonesia – Malaysia Bentrok, Duel Bakal Sengit
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.