Kabut Asap Kebakaran Hutan Ganggu Aktivitas, Sekolah di Banjarbaru Kalsel Masuk Pukul 09.00
Jumat, 21 Agu 2026, 09:28 WIBBANJARBARU - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) mulai mengganggu aktivitas masyarakat di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Pemerintah Kota Banjarbaru mengubah jam masuk sekolah menjadi pukul 09.00 WITA.
Jam pembelajaran sekolah yang sebelumnya dimulai pukul 07.30 WITA diubah menjadi pukul 09.00 WITA, dengan waktu berakhir menyesuaikan jenjang pendidikan. Kebijakan ini berlaku bagi SD dan SMP, baik negeri maupun swasta, serta satuan pendidikan kesetaraan.
Selama kabut asap masih terjadi, sekolah diminta meniadakan aktivitas di luar ruangan dan siswa diwajibkan menggunakan masker.
âYang perlu kita antisipasi dari Karhutla ini bukan hanya kegiatan sekolah, tetapi juga dampaknya terhadap ekonomi, transportasi dan pendidikan,â kata Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru, Sirajoni saat memimpin rapat membahas langkah-langkah mengatasi dampak kabut asap akibat kebakaran lahan dan hutan di kawasan tersebut, Kamis (20/9).
Untuk menjaga keamanan lalu lintas, petugas Dinas Perhubungan akan disiagakan di sejumlah jalur menuju sekolah yang terdampak kabut asap. Terutama ketika jarak pandang terbatas.
Sementara itu, pemerintah juga mewaspadai dampak kekeringan yang diperkirakan masih berlangsung dalam beberapa bulan ke depan. BPBD melalui unsur pemadam kebakaran disiapkan membantu penyediaan air bersih bagi masyarakat yang terdampak.
Dari sisi kesehatan, peningkatan kasus ISPA turut menjadi perhatian. Data Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru mencatat 21.323 kasus ISPA secara kumulatif sejak Januari hingga Juli 2026. Pada Minggu Epidemiologi ke-29 tercatat 879 kasus dan meningkat menjadi 1.099 kasus pada minggu berikutnya.
Sirajoni mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. âKita akan menghadapi kondisi ini dalam dua sampai tiga bulan ke depan. Karena itu kita perlu mengantisipasi apa yang mungkin terjadi, termasuk dampak kekeringan dan Karhutla terhadap masyarakat,â ujarnya.Â
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Lili Lestari
Berita Terkait:
-
Spanyol Kembali Duduki Peringkat Satu FIFA, Maroko Cetak Sejarah usai Piala Dunia 2026
-
Legenda Liverpool Kevin Keegan Meninggal Dunia, Sepak Bola Inggris Kehilangan Sosok Ikonik yang Penuh Karisma
-
WNI Tewas Misterius di Armenia, KBRI Kiev Kawal Penyelidikan Kasus Dugaan Pembunuhan
-
Trump Perintahkan Pemberlakuan Tarif Baru 50% untuk Barang Kanada
-
Darurat Kebakaran Hutan, DPR Desak Kemenkeu Cairkan Anggaran Rp290 Miliar untuk Tangani Karhutla
-
300 Hektare Capaian Luas Izin Usaha Pertambangan di Blora
-
Pertamina Patra Niaga Sumbagut Perkuat Monitoring Distribusi BBM
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.