- Home
-
- Luar Negeri
-
- Iran Tinjau Proposal AS Bu...
Iran Tinjau Proposal AS Buka Selat Hormuz
Selasa, 06 Okt 2026, 01:00 WIBTeheran - Iran sedang meninjau pandangan Amerika Serikat (AS) mengenai proposal terbaru Teheran untuk menghentikan permusuhan dan membuka kembali Selat Hormuz, kata Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk Urusan Hukum dan Internasional Kazem Gharibabadi pada Minggu (4/10).
Seperti dikutip dari Antara, Gharibabadi mengatakan AS telah menyampaikan pandangannya mengenai proposal tersebut melalui para mediator.
Ia menegaskan proposal Iran merupakan "rencana tujuh hari" yang disampaikan Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi kepada pihak lain di New York pada akhir September.
"Pandangan AS saat ini sedang ditinjau di dalam negeri melalui jalur yang tepat," kata Gharibabadi. Ia menambahkan bahwa setelah pandangan akhir Iran siap, tindakan yang diperlukan akan diambil melalui "jalur yang tepat".
Menurut Gharibabadi, Iran juga secara bersamaan melakukan persiapan yang diperlukan untuk menghadapi skenario lainnya.
Iran menyampaikan proposal rencana tujuh hari kepada AS pada 22 September melalui para mediator di sela-sela Debat Umum Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-81 di New York. Proposal tersebut bertujuan menghentikan permusuhan dan membuka kembali Selat Hormuz.
Ketegangan antara Iran dan AS meningkat setelah Israel dan AS melancarkan serangan gabungan terhadap Teheran dan sejumlah kota lain di Iran pada 28 Februari.
Iran kemudian merespons dengan gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel serta pangkalan dan aset AS di kawasan tersebut. Teheran juga memperketat kendalinya atas Selat Hormuz.
Gencatan senjata antara pihak-pihak yang bertikai tercapai pada 8 April.
Selanjutnya, pada 18 Juni, Iran dan AS menandatangani nota kesepahaman (MoU) mengenai pengakhiran konflik di kawasan tersebut di semua lini.
Berdasarkan MoU itu, kedua negara dijadwalkan menggelar perundingan selama 60 hari, hingga 17 Agustus, untuk mencapai kesepakatan akhir.
Namun, kedua pihak gagal mencapai kemajuan yang memadai menuju kesepakatan karena ketegangan terus meningkat.
Perkembangan terbaru menunjukkan Teheran masih meninjau respons Washington, sementara sejumlah pejabat Iran menyatakan negara tersebut tetap bersiap menghadapi kemungkinan skenario lain.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Eko S, Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Pemadaman Lampu Serentak di Jakarta 19 September, Ini Lokasi dan Jadwalnya
-
Kebakaran TPA Galuga Bogor Belum Sepenuhnya Padam, Asap Masih Mengepul dari Sejumlah Titik
-
Harga Minyak Mentah Tembus $91 Usai Trump Keluarkan Peringatan Baru ke Iran
-
AS Hancurkan Tiga Tanker Minyak Iran, Selat Hormuz Kembali Membara
-
Samsat Keliling Hari Ini Tersebar di Jadetabek, Hanya untuk Bayar PKB Tahunan!
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.