Swiatek dan Zheng Qinwen Lolos dari Drama Tiga Set di China Open
Selasa, 06 Okt 2026, 01:00 WIBBEIJING â Iga Swiatek dan Zheng Qinwen harus melewati pertarungan sengit tiga set untuk mengamankan tiket ke babak 16 besar China Open. Swiatek bangkit setelah kehilangan set pertama, sedangkan Zheng kembali harus menguras tenaga dalam laga panjang di hadapan publik tuan rumah.
Mantan petenis nomor satu dunia, Swiatek, menundukkan petenis Kroasia Donna Vekic 4-6, 7-6 (7-0), 6-2, Senin (5/10). Petenis Polandia itu sempat berada dalam tekanan besar ketika Vekic tinggal selangkah merebut set kedua, tetapi Swiatek mampu mengubah keadaan lewat tie-break yang dimenanginya tanpa kehilangan satu poin pun.
"Saya hanya marah dan ingin mengubah sesuatu karena jelas apa yang saya lakukan tidak berhasil," kata Swiatek seusai pertandingan.
Petenis berusia 25 tahun itu mengakui, ada kalanya mengurangi tekanan terhadap diri sendiri justru membantu permainannya.
"Kadang-kadang, ketika Anda sedikit tidak terlalu peduli karena merasa mungkin akan kalah, itu juga bisa sedikit membantu," ujarnya.
Swiatek selanjutnya akan menghadapi petenis Amerika Serikat berusia 18 tahun, Iva Jovic, untuk memperebutkan tiket ke perempat final.
Tantangan tak kalah berat dialami Zheng Qinwen. Unggulan tuan rumah tersebut harus melalui laga tiga set untuk ketiga kalinya dalam turnamen ini sebelum menyingkirkan petenis Ceko Marie Bouzkova 7-6 (7-3), 4-6, 7-5.
Pertandingan berlangsung penuh ketegangan. Zheng beberapa kali menunjukkan kekesalan terhadap gangguan dari luar lapangan, termasuk ketika berusaha menyelamatkan set kedua saat Bouzkova melakukan servis.
Namun, Zheng mampu menemukan kembali akurasi permainannya pada saat-saat krusial. Ia merebut dua gim terakhir untuk memastikan kemenangan setelah pukulan Bouzkova melebar.
"Saya memberikan segalanya," kata Zheng yang sebelumnya sudah menghabiskan lebih dari lima jam di lapangan dalam dua pertandingan pertamanya.
Petenis berusia 23 tahun itu mengaku tekanan tampil di hadapan publik sendiri turut memengaruhi permainannya.
"Sejujurnya, saya merasakan banyak tekanan hari ini," ujar Zheng kepada para pendukungnya, sembari berterima kasih atas dukungan yang diberikan.
Namun, ia juga meminta penonton untuk lebih tenang selama pertandingan karena pergerakan di tribun terkadang mengganggu konsentrasinya.
"Kadang-kadang saya sedikit berteriak dalam bahasa Mandarin karena saya benar-benar melihat kalian bergerak. Untuk pertandingan berikutnya, saya berharap bisa lebih baik dalam mengatasi hal ini," kata Zheng.
Zheng, yang kini menempati peringkat ke-54 dunia, akan menghadapi Alina Charaeva, petenis peringkat ke-118 yang sebelumnya membuat kejutan dengan menyingkirkan unggulan teratas Elena Rybakina pada babak kedua.
Juara Wimbledon Linda Noskova juga memastikan tempat di babak 16 besar. Ia selanjutnya akan berhadapan dengan Ekaterina Alexandrova.
Sementara itu, Coco Gauff menjadi petenis dengan peringkat tertinggi yang masih bertahan di nomor tunggal putri.
Di nomor tunggal putra, Alex de Minaur menjadi petenis pertama yang memastikan tempat di final setelah Hubert Hurkacz dari Polandia mengundurkan diri pada set kedua ketika pertandingan berlangsung 4-6, 2-3.
De Minaur selanjutnya akan menghadapi pemenang duel antara dua mantan petenis nomor satu dunia, Novak Djokovic dan Daniil Medvedev.
Djokovic, yang kini berusia 39 tahun, sebelumnya mengalahkan unggulan teratas Alexander Zverev dalam pertarungan tiga set pada Minggu. Kemenangan tersebut memperpanjang rekor tidak terkalahkan Djokovic di Beijing menjadi 32 pertandingan.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Mau Buka Selat Hormuz, Iran Ajukan Syarat ke AS
-
AS Akui Telah Kerahkan Senjata di Luar Angkasa
-
Dari Tangkapan Jadi Cuan: Perempuan Bajo Torsiaje, Mengolah Gurita Menjadi Asa
-
Naik Kendaraan Macet? Warga Kini Punya Alternatif LRT Kelapa Gading-Manggarai, Cepat dan Nyaman!
-
Janice Tjen Melaju ke Babak Kedua China Open 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.