300 Hektare Capaian Luas Izin Usaha Pertambangan di Blora

Selasa, 21 Jul 2026, 09:03 WIB

BLORA – Izin usaha pertambangan (IUP) di Blora kini mencapai 300 hektare. Cabang Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Wilayah Kendeng Selatan mencatat luas wilayah IUP di Kabupaten Blora, Jawa Tengah tersebar di enam kecamatan.

"Terdapat 13 perusahaan pemegang IUP di Kabupaten Blora. Sebanyak 12 perusahaan telah memasuki tahap operasi produksi, sedangkan satu perusahaan masih berstatus IUP eksplorasi," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Cabang Dinas ESDM Wilayah Kendeng Selatan Hadi Susanto di Blora, Selasa.

Ket. Foto: eksplorasi — Sumber: ist

Ia mengungkapkan IUP eksplorasi diberikan untuk tahapan penyelidikan umum, eksplorasi, dan studi kelayakan. Sementara IUP operasi produksi diberikan untuk kegiatan konstruksi, penambangan, pengolahan atau pemurnian, serta pengangkutan dan penjualan.

Berdasarkan data Cabang Dinas ESDM Wilayah Kendeng Selatan, luas wilayah IUP masing-masing perusahaan berkisar antara 2,30 hektare hingga 85,79 hektare.

Wilayah IUP terluas dimiliki PT Berkah Gunung Mulya seluas 85,79 hektare di Desa Sendangharjo, Kecamatan Blora. Selanjutnya CV Aneka Tambang Interneta seluas 54,67 hektare di Desa Gadu, Kecamatan Bogorejo, PT Dwi Prabowo seluas 36,36 hektare di Desa Jurangrejo dan Bogorejo, Kecamatan Bogorejo, serta PT Juda Batu Sembilan seluas 20,51 hektare di Desa Jurangjero, Kecamatan Bogorejo.

Perusahaan lainnya memiliki luas IUP di bawah 21 hektare, yakni CV Dwi Putra (20,20 hektare), CV Selo Bumi Berkah (17,90 hektare), PT Hanum Kayangan Indonesia Jaya (14,20 hektare), CV Sase Laksana (11,91 hektare), PT Gagak Maju Sejahtera (11,91 hektare), CV Kukuh Perkasa (11,60 hektare), CV Mahkota Jaya Mas (6,49 hektare), PT Angkasa Menara Bukit Perkasa (5,02 hektare), dan satu IUP seluas 2,30 hektare.

Hadi menjelaskan kegiatan pertambangan berizin di Kabupaten Blora didominasi komoditas pasir kuarsa, tanah uruk, batu gamping, dan batuan. Aktivitas pertambangan tersebut tersebar di Kecamatan Blora, Bogorejo, Todanan, Jepon, Jati, dan Kunduran.

"Berdasarkan data ESDM, Kecamatan Blora, Bogorejo, dan Todanan menjadi wilayah dengan konsentrasi usaha pertambangan berizin terbanyak di Kabupaten Blora," ujarnya.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.