Fenomena El Nino Menguat! Suhu Bumi Global Terancam Melonjak

Kamis, 20 Agu 2026, 04:18 WIB

ISTANBUL, TURKI - Penguatan El Nino berpotensi menaikkan suhu global dalam beberapa bulan ke depan, sementara “Indian Ocean Dipole” (IOD) positif yang terjadi bersamaan dapat memperburuk risiko panas di tingkat regional, menurut ilmuwan iklim asal Turkiye Levent Kurnaz.

Direktur Pusat Penelitian Kebijakan dan Perubahan Iklim di Universitas Bogazici tersebut menilai bahwa akan terjadi lonjakan suhu rata-rata di seluruh dunia.

Ket. Foto: Ilustrasi hujan lebat sesaat yang dilanjut dengan cuaca sangat terik dampak El Nino. — Sumber: ANTARA/Agus Salam

“Ketika kontribusi jangka pendek El Nino ditambahkan ke dalam sistem iklim yang memang sudah mengalami pemanasan, kemungkinan besar kita akan menyaksikan rekor suhu terpanas dalam beberapa bulan,” kata Kurnaz.

El Nino adalah pola iklim berulang yang ditandai dengan suhu air laut yang lebih hangat dari normal di wilayah tropis Samudra Pasifik yang dapat memengaruhi cuaca di seluruh dunia.

Sementara itu, IOD positif merupakan pola interaksi laut-atmosfer serupa di mana perairan di Samudra Hindia bagian barat menjadi lebih hangat dari normal, sedangkan perairan di bagian timur menjadi lebih dingin.

Berdasarkan data dari International Research Institute for Climate and Society di Universitas Columbia, suhu permukaan laut di wilayah Niño 3.4—area utama untuk memantau El Nino—baru-baru ini tercatat 2,1 derajat Celsius di atas rata-rata jangka panjang.

Hal itu menyusul anomali sebesar 0,98 derajat pada April-Mei 2026 dan 1,55 derajat pada Juni.

Kurnaz menyatakan bahwa anomali sebesar 2 derajat atau lebih umumnya dikategorikan sebagai El Nino yang sangat kuat.

Dia menambahkan bahwa prakiraan untuk periode Agustus-Oktober mengindikasikan fenomena itu bisa setara dengan peristiwa besar sebelumnya, seperti yang terjadi pada 1997-1998 dan 2015-2016.

Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) memperkirakan El Nino akan menjadi faktor dominan yang memengaruhi iklim global selama periode Agustus-Oktober, sehingga meningkatkan kemungkinan suhu di atas normal di sebagian besar wilayah dunia serta mengubah pola curah hujan.

Risiko kekeringan dan banjir

Kurnaz mengatakan dampaknya dapat mencakup peningkatan risiko kekeringan di Indonesia, Australia bagian timur, dan Afrika bagian selatan, sementara wilayah Pasifik timur dan Amerika Selatan bagian barat mungkin menghadapi curah hujan yang lebih tinggi serta banjir.

Dia juga menyebutkan bahwa El Nino biasanya meredam aktivitas badai di Atlantik.

Dia mengatakan bahwa fenomena “Indian Ocean Dipole” (IOD) positif yang muncul secara bersamaan dapat memperkuat beberapa dampak tersebut.

“Fakta bahwa ‘Indian Ocean Dipole’ positif terjadi pada periode yang sama menciptakan tumpang tindih yang menggabungkan dampak dari kedua sistem tersebut, sehingga menciptakan kondisi di mana risiko regional dapat dirasakan jauh lebih besar dibandingkan periode-periode sebelumnya,” kata Kurnaz.

Dia menambahkan bahwa perubahan iklim juga merupakan faktor penting, di mana kenaikan suhu global memberikan titik awal yang lebih tinggi bagi suhu panas yang terkait dengan El Nino.

Bagi Turkiye, dia mengatakan bahwa El Nino diperkirakan tidak akan menyebabkan perubahan ekstrem pada curah hujan, namun dapat berkontribusi terhadap anomali suhu yang berkelanjutan serta memperpanjang periode risiko tinggi kebakaran hutan, khususnya di wilayah Mediterania. Ant/Sumber: Anadolu

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Opik

Berita Terbaru

Gila! Pegolf Maroko Laguirati Pecahkan Rekor Lapangan di Indonesia Pro-Am 2026

BMKG Prakirakan Cuaca di Mayoritas Kota Besar pada Kamis (20/8), Berawan

5 Dialek Sunda, dari Priangan hingga Betawi Menggema saat Pembacaan Sejarah HUT Jawa Barat ke-81

Tijjani Reijnders Gabung Klub Arab Saudi, Al Qadsiah

Keren Bikin Bangga! Karya Modifikator Indonesia Bakal Mejeng di SEMA Show 2026

Industri Modifikasi Otomotif Jadi Ladang Ekraf Baru, Menekraf Dorong Jadi Nilai Tambah Ekonomi Nasional

Sampah Plastik Jadi Cuan! Pemkot Bima Kembangkan Nilai Ekonomi Lewat Gerakan Ini

Sembilan Perempuan Disandera di Jila, Mimika oleh KKB

Film Jason Statham ‘Mutiny’ Sempat Bocor di Amazon Prime Sebelum Tayang di Bioskop

Layanan Rail Library KAI untuk Meningkatkan Minat Baca dan Pengetahuan Masyarakat

Petugas Upacara HUT Ke-81 RI Diundang Presiden Prabowo ke Hambalang

Kejutan untuk Petugas Upacara HUT Ke-81 RI! Prabowo Undang Mereka ke Hambalang

Pemkot Cilegon Dukung Pengangkatan Guru PPPK Jadi PNS

KPK Usut Izin WNA, Dugaan Korupsi BPJS TKA Ikut Terungkap

Nasib Guru PPPK Terjawab! Pemkot Cilegon Dukung Pengangkatan Jadi PNS

Kabar Gembira! 25 Kreator Lokal Aceh Ketiban Berkah, Kemenkum Berikan Hak Cipta Gratis

Terobosan Baru Kemenhub! BRT Mebidang Didorong Jadi Solusi Transportasi Perkotaan

KPK Periksa WNA soal Dugaan Pemerasan Izin Tinggal, Penyidikan Kasus Rp145,5 Miliar Masuk Babak Akhir

Peragaan Busana Bambu Karya UMKM Promosikan Desa Gintangan

Terungkap! Ini Alasan KPK Memanggil Pegawai PT Adaro Andalan Indonesia

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.