- Home
-
- Luar Negeri
-
- Negeri Samba Gelar Pemilu ...
Negeri Samba Gelar Pemilu yang Menegangkan
Senin, 05 Okt 2026, 02:50 WIBBRASÃLIA â Warga Brasil pada Minggu (4/10) berbondong-bondong menuju tempat pemungutan suara untuk memberikan hak suara mereka dalam pemilu untuk memilih petahana Presiden Luiz Inacio Lula da Silva atau Flavio Bolsonaro yang bersaing ketat untuk menduduki kursi kepresidenan, serta yang akan menentukan apakah negara terbesar di Amerika Latin ini akan mengikuti pergeseran regional ke kanan yang dipelopori oleh Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.
Lula, politisi sayap kiri veteran yang akan segera berusia 81 tahun, dalam kampanyenya berupaya meraih masa jabatan keempat dan terakhirnya, dengan memperingatkan para pemilih bahwa kedaulatan Brasil dipertaruhkan karena tekanan dari Trump.
Ia menghadapi persaingan ketat dari senator sayap kanan Flavio Bolsonaro, 45 tahun, putra mantan Presiden Jair Bolsonaro, yang menjalani hukuman 27 tahun penjara karena mencoba melakukan kudeta setelah upaya pemilihan kembali yang gagal pada tahun 2022.
Jajak pendapat menunjukkan bahwa tidak satupun kandidat yang kemungkinan akan mencapai lebih dari ambang batas 50 persen yang dibutuhkan untuk menang di putaran pertama pemilu  pada hari Minggu, sehingga mereka akan bersaing ketat di putaran kedua pada 25 Oktober mendatang.
Lula diketahui memiliki keunggulan di wilayah timur laut Brasil yang miskin, dan di kalangan pemilih berpenghasilan rendah, umat Katolik, dan perempuan. Sedangkan Bolsonaro unggul di wilayah selatan, di kalangan pemilih yang lebih kaya dan kaum evangelis.
Namun kedua kandidat juga memiliki tingkat penolakan yang sangat tinggi di negara yang sangat terpolarisasi ini, di mana kampanye pemilihan yang sengit lebih banyak menampilkan skandal dan saling menyerang daripada kebijakan dan janji politik.
Lula mengecam Bolsonaro sebagai orang yang tidak penting yang "bahkan tidak layak menjadi pengelola gedung. Sementara Bolsonaro, yang menampilkan dirinya sebagai sosok yang lebih moderat, mengatakan bahwa warga Brasil sudah tidak tahan lagi dengan Lula.
Lula, yang dihormati karena program kesejahteraan sosialnya yang mengangkat jutaan orang keluar dari kemiskinan, melakukan comeback dramatis ke tampuk kekuasaan dalam pemilihan umum 2022 setelah skandal korupsi besar-besaran yang membuatnya dipenjara selama lebih dari 18 bulan. Tuduhan-tuduhan tersebut, yang dibatalkan karena alasan prosedural, terus menghantuinya.
Ia mengalahkan Jair Bolsonaro pada tahun 2022 hanya dengan selisih 1,8 poin persentase.
Kerusuhan di Brasilia dan upaya kudeta yang gagal setelah terpilihnya memungkinkan dia untuk menampilkan dirinya sebagai penjaga demokrasi Brasil.
Pada masa jabatan ketiganya, ia telah menyaksikan penurunan inflasi dan pengangguran, tetapi para pemilih mengeluh tentang tingginya biaya hidup dan muak dengan maraknya kejahatan. Lula juga telah secara drastis mengurangi deforestasi di Amazon, tetapi lingkungan hampir tidak menjadi isu dalam kampanyenya.
Faktor Trump
Sementara itu dilaporkan pula bahwa Trump memiliki pengaruh besar dalam kampanye ini, dan mengatakan bahwa dia dengan sangat saksama mengamati jalannya pemilihan tersebut, tetapi ia belum menyatakan akan mendukung Flavio Bolsonaro.
Presiden AS telah menggunakan tarif dan sanksi untuk menekan Brasilia terkait berbagai keluhan, mulai dari persidangan terhadap sekutunya, Jair Bolsonaro, hingga dugaan praktik perdagangan yang tidak adil. Lula sendiri telah berulang kali memperingatkannya untuk tidak ikut campur dalam pemilihan.
Di lain pihak, Flavio Bolsonaro yang maju dibelakang nama besar ayahnya, dalam pemilu ini telah menjadi saingan yang tangguh bagi Lula, bahkan ketika terungkap bahwa ia sedang diselidiki atas kasus korupsi terkait pembiayaan film biografi tentang ayahnya yang berjudul Dark Horse.
Saat berkampanye, Flavio Bolsonaro telah berjanji akan mengambil pendekatan garis keras terhadap kejahatan dan penghematan fiskal di tengah meningkatnya utang publik setelah pendukungnya mengeluhkan mereka sudah muak dengan pengeluaran pemerintah yang tidak terkendali.
"Mereka memiliki begitu banyak program sosial. Untuk melunasi utang, mereka harus menaikkan suku bunga dan membuat pajak baru. Itu mempengaruhi setiap sektor, bukan hanya pertanian," ucap Carlos Roberto dos Santos, 62 tahun, seorang peternak sapi yang mendukung Bolsonaro. AFP/I-1
- Brasil
- luiz inácio lula da silva
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Maroko Dampingi Brasil Melaju ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026 Usai Taklukkan Haiti 4-2
-
Polisi Tangkap Tiga Remaja yang Bawa Senjata Hendak Tawuran di Depok
-
Hasil Liga Inggris: Arsenal Buka Liga Premier dengan Taklukkan Coventry City 3-0
-
Hasil Pertandingan Grup C Piala Dunia 2026: Brasil Lolos ke Babak 32 Besar Usai Hancurkan Skotlandia 3-0
-
Jelang MotoGP Mandalika, Anak Muda NTB Dapat Porsi Volunteer Lebih Besar Agar Mampu Transfer Ilmu
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.