- Home
-
- Luar Negeri
-
- Korsel: Korut Luncurkan Mi...
Korsel: Korut Luncurkan Misil Berteknologi AI
Senin, 05 Okt 2026, 02:45 WIBSEOUL - Laporan media pemerintah pada Minggu (4/10) menyatakan bahwa pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong-un, bersama putrinya, telah meninjau peluncuran misil yang diduga menggunakan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk menyesuaikan lintasannya.
Teknologi AI tersebut berarti misil itu mampu mengubah lintasan terbangnya pada ketinggian rendah, kata saudara perempuan Kim Jong-un yang berpengaruh, seraya menambahkan bahwa ini berarti tidak ada cara untuk menghindar serangan misil tersebut.
Misil itu diluncurkan dari daerah sekitar kota pesisir timur Wonsan pada Sabtu (3/10) pagi dan terbang lebih dari 700 kilometer, kata militer Korea Selatan (Korsel), tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
âMelalui latihan peluncuran hari ini, pasukan misil strategis telah sepenuhnya menunjukkan kualifikasi profesional dan kesiapan serangan balik mereka,â kata Kim Jong-un setelah meninjau peluncuran tersebut, menurut siaran berbahasa Inggris dari kantor berita KCNA.
âKita harus terus melanjutkan upaya bertanggung jawab kita tanpa henti untuk terus-menerus dan berulang kali membuat musuh menyadari keandalan dan daya hancur dari sarana ofensif strategis kita,â imbuh dia.
Foto-foto yang dirilis oleh KCNA menunjukkan sebuah misil melesat ke langit dengan semburan api oranye. Foto lainnya menunjukkan Kim Jong-un tersenyum, diapit oleh putrinya, Kim Ju-ae, dan istrinya, Ri Sol Ju, yang terlihat bertepuk tangan sebagai tanda perayaan.
Kim Ju-ae, yang pertama kali diperkenalkan kepada publik pada tahun 2022, adalah penerus yang paling mungkin bagi ayahnya menurut badan intelijen Korsel, dengan alasan perannya yang semakin menonjol dalam acara-acara kenegaraan dan militer besar.
Peluncuran tersebut dilakukan untuk membantu melatih para prajurit yang mengoperasikan sistem senjata strategis hipersonik, lapor KCNA.
Peristiwa itu terjadi beberapa hari setelah militer Seoul menuntut permintaan maaf dari Pyongyang atas ledakan yang melukai tiga tentara Korsel di Zona Demiliterisasi (DMZ), yang mereka tuduh dilakukan oleh Korut.
Pyongyang membantah bertanggung jawab atas ledakan bulan lalu dan menyebut Korsel pada Jumat (2/10) lalu tercela dan melemahkan upaya kepemimpinan sipil Seoul untuk kembali ke jalur dialog.
Menanggapi peluncuran misil terbaru oleh Korut, Kementerian Pertahanan Korsel menyatakan bahwa Korsel dan Amerika Serikat (AS) akan tetap mempertahankan postur pertahanan gabungan yang kokoh dan menilai bahwa misil yang baru-baru ini diluncurkan oleh Korut masih berada dalam jangkauan kemampuan deteksi serta intersepsi aset pertahanan yang dioperasikan oleh kedua sekutu tersebut.
"Kami mendesak Korut untuk segera menghentikan tindakan yang meningkatkan ketegangan di Semenanjung Korea," ujar kementerian itu, seraya menambahkan bahwa peluncuran tersebut melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB. AFP/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
PBB Serukan Tindakan Mendesak untuk Kekang AI
-
OJK Kebut Bursa Mineral, Awal 2027 Jadi Ujian Besar
-
Airlangga Pelajari Strategi Kanada Bangun Pusat Data AI, RI Siap Kejar Ketertinggalan?
-
World Athletics Tetap Larang Atlet Russia, Sebastian Coe Akui Perlu Ada Solusi
-
AS Sudah Buat Regulasi AI, RI Jangan Sampai Tertinggal!
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.