Tiongkok Rampungkan Penggalian Terowongan Bawah Laut Terpanjang

Senin, 05 Okt 2026, 02:10 WIB

BEIJING - Terowongan jalan raya bawah laut terpanjang di Tiongkok telah menyelesaikan seluruh proses penggalian dengan mesin berperisai pada Jumat (2/10), setelah mesin tersebut mencapai posisi yang ditentukan pada kedalaman 105 meter di bawah permukaan laut di Teluk Jiaozhou, Provinsi Shandong, Tiongkok timur, ungkap China Railway Construction Corporation Limited.

Terowongan Kedua Teluk Jiaozhou Qingdao ini akan menghubungkan kawasan perkotaan utama Qingdao dengan Kawasan Baru Pesisir Barat Qingdao, yang merupakan kawasan baru tingkat nasional. Proyek sepanjang 17,48 kilometer ini mencakup bagian terowongan utama sepanjang 14,37 kilometer, yang terdiri dari dua terowongan utama dan satu terowongan layanan di tengah, dengan tiga lajur jalan di setiap arah.

Ket. Foto: Sejumlah pekerja berjalan di lokasi penggalian terowongan Teluk Jiaozhou di Qingdao, Provinsi Shandong, Tiongkok timur, beberapa waktu lalu. Kantor berita Xinhua  akhir pekan lalu melaporkan bahwa proyek terowongan jalan raya bawah laut terpanjang di Tiongkok ini telah menyelesaikan seluruh proses penggalian. — Sumber: Xinhua/Li Ziheng

“Proyek ini menggunakan kombinasi antara metode pengeboran dan peledakan (drill-and-blast) dan metode penggalian dengan mesin berperisai. Pengerjaan dilakukan dari dua titik, yakni dari pesisir timur dan pesisir barat Teluk Jiaozhou, hingga kedua bagian terowongan bertemu di bawah laut,” ucap Wang Junping dari China Railway 14th Bureau Group Corporation Limited.

Setelah selesai dibangun nanti, terowongan baru tersebut akan membantu Qingdao membentuk jaringan transportasi bertingkat lintas teluk bersama Terowongan Teluk Jiaozhou, Jembatan Teluk Jiaozhou, dan Jalan Raya Teluk Jiaozhou yang telah ada.

Tiongkok sebelumnya telah menerbitkan sebuah rencana untuk secara komprehensif memajukan pembangunan berkualitas tinggi di bidang layanan transportasi terpadu selama periode Rencana Lima Tahun ke-15 (2026-2030), demikian diumumkan oleh Kementerian Transportasi Tiongkok pada Juli tahun ini. Rencana tersebut bertujuan untuk pada dasarnya membangun sistem layanan transportasi terpadu modern pada 2030.

Berdasarkan rencana itu, Tiongkok akan meningkatkan koneksi antarmoda transportasi, mempermudah perpindahan penumpang, serta meningkatkan layanan logistik barang. Tiongkok juga akan mendorong integrasi antara transportasi dan pariwisata, meningkatkan layanan di pusat-pusat transportasi, serta memperkuat layanan angkutan penumpang, barang, dan pengiriman di wilayah pedesaan. SB/Ant/Xinhua/I-1

  • terowongan laut

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Antara, Berbagai Sumber, Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.