Bantu UMKM Berkembang, Univrab dan STTP Dampingi Usaha Bata Ringan di Pekanbaru
Kamis, 20 Agu 2026, 04:50 WIBPEKANBARU - Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Tim Dosen Universitas Abdurrab (Univrab) berkolaborasi dengan Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru (STTP) Provinsi Riau memberikan pendampingan kepada Unit Usaha Bata Ringan Hariskon Pekanbaru.
Ketua Tim PKM dari Universitas Abdurrab, Puspa Ningrum, di Pekanbaru, Kamis, mengatakan, untuk meningkatkan kualitas produk tidak selalu harus diawali dengan membeli mesin baru.
Usaha kecil manufaktur dapat meningkatkan daya saing melalui perubahan budaya kerja, penerapan standar mutu, dan keselamatan kerja.
"Kami sengaja tidak menawarkan teknologi yang rumit. Yang kami bangun terlebih dahulu adalah sistem kerja. Ketika standar operasional prosedur (SOP), pengendalian mutu, pencatatan usaha, dan budaya K3 berjalan, kualitas produk akan meningkat secara lebih berkelanjutan," katanya.
Pendekatan tersebut, lanjutnya, mengintegrasikan peningkatan kualitas produksi, penguatan manajemen usaha, dan kesehatan lingkungan kerja dalam satu model pendampingan. Keunggulan program ini terletak pada penerapan teknologi tepat guna yang disesuaikan dengan kebutuhan usaha kecil.
Tim pengabdian tidak hanya menyediakan alat ukur sederhana untuk pengendalian mutu, tetapi juga menyusun Standar SOP, format quality control (QC) harian, digitalisasi logbook pencatatan usaha, papan instruksi kerja, serta edukasi pentingnya penggunaan alat pelindung diri (APD).
"Pendekatan ini memungkinkan mitra membangun sistem kerja yang lebih terukur tanpa harus berinvestasi pada teknologi yang mahal," ujarnya.
Salah satu perubahan yang langsung terlihat selama pendampingan adalah meningkatnya kesadaran pekerja terhadap keselamatan kerja.
Jika pada kondisi awal sebagian besar pekerja belum menggunakan alat pelindung diri secara lengkap, setelah dilakukan sosialisasi dan pendampingan, pekerja mulai menggunakan helm keselamatan, pelindung mata, sarung tangan, celemek kerja, dan sepatu pelindung saat proses produksi berlangsung.
"Perubahan perilaku ini menjadi langkah awal dalam membangun budaya kerja yang lebih aman sekaligus meningkatkan profesionalisme usaha," ungkapnya.
Melalui program yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), diharapkannya program ini tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga memperkuat tata kelola usaha kecil manufaktur agar lebih siap bersaing.
"Model pendampingan ini diharapkan dapat direplikasi pada usaha bata ringan maupun sektor manufaktur skala kecil lainnya yang menghadapi tantangan serupa dalam menjaga konsistensi mutu produk, keselamatan kerja, dan keberlanjutan usaha," ucapnya.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Marcellus Widiarto
Berita Terkait:
-
Antisipasi Krisis Air, Pemkot Tangsel Drop Toren di Wilayah Rawan Kekeringan
-
Jadwal Lengkap Grebeg Suro Ponorogo 2026: Momentum Dongkrak Omzet UMKM Kreatif, Resmi Dibuka!
-
Jepang Waspada Imbas Korut Pamer Luncurkan Sepuluh Rudal Balistik
-
Pertarungan Strategi Pelatih Top Bakal Jadi Sorotan di Piala Dunia 2026
-
John Herdman: Emil Audero Berperan Besar saat Indonesia Kalahkan Oman
-
Ribuan Warga Padati Upacara Saparan Bekakak di Gamping, Sleman
-
Melihat kerajinan UMKM dari Kulit Telur yang Mendunia
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.