Trump Klaim Industri Otomotif AS Bangkit Pesat Setelah Penerapan Tarif Agresif

Senin, 05 Okt 2026, 03:10 WIB

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim industri manufaktur otomotif AS mengalami kebangkitan pesat setelah penerapan kebijakan perdagangan agresif. Namun, para analis menilai dampak kumulatif kebijakan tersebut masih beragam.

Dilansir dari AFP pada Minggu (4/10), sejak Trump kembali ke Gedung Putih, General Motors, Toyota, Ford, dan produsen mobil lainnya telah mengumumkan rencana untuk memperluas pabrik di AS atau mengalihkan produksi dari luar negeri guna memanfaatkan fasilitas yang sebelumnya belum digunakan secara optimal.

Ket. Foto: Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. — Sumber: Roberto Schmidt/AFP

Langkah tersebut dilakukan ketika industri menghadapi berbagai kebijakan, termasuk tarif 25 persen terhadap kendaraan impor.

Namun, ketika para sekutu Trump di Partai Republik mulai mempersiapkan diri menghadapi pemilu paruh waktu pada November, peningkatan kinerja produsen mobil AS dinilai lebih bersifat bertahap daripada menentukan. Dalam sejumlah kasus, ketidakpastian perdagangan juga menekan belanja.

“Ini merupakan kemenangan sebagian,” kata Stephanie Brinley, analis otomotif di Mobility Global, mengenai dampak tarif Trump terhadap industri otomotif AS.

Para pakar industri otomotif menilai ketidakpastian kebijakan perdagangan Trump menjadi hambatan untuk mencapai hasil yang lebih besar. Kondisi tersebut paling baru terlihat dalam perselisihan antara AS dan Kanada yang membuat prospek perjanjian perdagangan Amerika Utara, yang dikenal sebagai USMCA, menjadi tidak pasti.

Pada Agustus, seorang eksekutif senior Honda mengatakan perusahaan tersebut mengoperasikan fasilitasnya di Amerika Utara mendekati kapasitas penuh dan ingin membangun pabrik baru. Namun, rencana itu dapat berubah jika ketidakpastian mengenai USMCA terus berlanjut.

Selain itu, gangguan akibat tarif dan perubahan kebijakan Trump yang sebelumnya mendukung kendaraan listrik telah membebani sektor pemasok otomotif AS. Sektor tersebut memasok suku cadang dan teknologi serta mempekerjakan sekitar 930.000 orang di AS.

“Ada perlambatan yang terlihat” dalam investasi para pemasok akibat ketidakpastian kebijakan, termasuk terkait tarif, kata Tyler Harp, ekonom industri di Center for Automotive Research (CAR).

Investasi para pemasok anjlok dari lebih dari 8 miliar dolar AS pada kuartal I 2025 menjadi sekitar 600 juta dollar AS dalam dua kuartal berikutnya sebelum kembali meningkat, berdasarkan data CAR.

“Pemasok lebih terekspos terhadap tarif,” kata Harp. “Mereka tidak berada dalam posisi untuk menyerap dampaknya sebaik produsen mobil.”

Setelah menurun sepanjang sebagian besar 2025, jumlah tenaga kerja industri otomotif AS kembali meningkat hampir sepanjang 2026. Pada September, sektor tersebut mempekerjakan sedikit di bawah 1,8 juta pekerja, menurut Biro Statistik Tenaga Kerja AS.

Redaktur: Vitto Budi

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini, Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.