Telkom Perkuat Bisnis Enterprise, Siapkan Fondasi Digital Indonesia Hadapi Era AI
Sabtu, 15 Agu 2026, 20:05 WIBJAKARTA - Transformasi digital nasional membutuhkan dukungan konektivitas yang kuat dan merata di seluruh Indonesia. Infrastruktur jaringan yang andal menjadi fondasi bagi berbagai industri untuk mempercepat adopsi teknologi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) terus memperkuat kapabilitas telekomunikasi dan digital untuk menjawab kebutuhan tersebut. Melalui Telkom Enterprise, perseroan menghadirkan berbagai solusi digital yang ditujukan untuk mendukung kebutuhan pemerintah, BUMN, hingga pelaku usaha dalam menjalankan agenda transformasi digital.
Direktur Enterprise & Business Service Telkom Veranita Yosephine menyampaikan hal tersebut kepada Kepala Badan Pengelola Investasi Danantara sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria dan Managing Director Business-2 Danantara Setyanto Hantoro dalam agenda diskusi strategis mengenai arah pengembangan bisnis Telkom Enterprise.
Penguatan Telkom Enterprise dilakukan sejalan dengan transformasi perseroan melalui strategi TLKM 30. Dalam proses tersebut, Telkom Enterprise menjalankan restrukturisasi untuk membenahi organisasi, memperkuat tata kelola, serta menyederhanakan proses bisnis agar lebih efektif dan efisien.
Langkah tersebut juga diarahkan untuk membuat bisnis enterprise semakin responsif terhadap kebutuhan pasar, khususnya pada segmen business-to-business (B2B). Penataan organisasi diharapkan dapat memperkuat kemampuan Telkom dalam menyediakan solusi digital yang terintegrasi bagi pelanggan dari berbagai sektor.
Inisiatif tersebut menjadi bagian dari sinergi Telkom bersama Danantara untuk menghadapi kebutuhan baru di tengah perkembangan teknologi digital. Penguatan Telkom Enterprise juga dipandang penting untuk memastikan Indonesia memiliki fondasi digital yang mampu menjawab kebutuhan teknologi masa depan.
âIndonesia membutuhkan kapabilitas digital nasional yang kuat untuk menjawab tantangan artificial intelligence (AI), keamanan siber, data sovereignty, hingga AI sovereignty. Telkom siap mengambil peran strategis tersebut melalui penguatan konektivitas dan solusi digital yang terintegrasi guna mendukung transformasi digital di berbagai sektor,â ujar Veranita.
Veranita menjelaskan, berbagai teknologi yang kini berkembang membutuhkan dukungan konektivitas dengan kapasitas tinggi dan tingkat keamanan yang memadai. Hal tersebut mencakup teknologi artificial intelligence (AI), cloud, data center, managed services, Internet of Things (IoT), hingga cyber security.
Karena itu, Telkom terus memperkuat bisnis enterprise agar tidak hanya menyediakan layanan secara terpisah. Perseroan ingin menghadirkan solusi digital terintegrasi sekaligus menempatkan Telkom sebagai mitra strategis bagi pelanggan dalam menjalankan transformasi bisnis.
Saat ini, bisnis enterprise memberikan kontribusi sekitar 11 persen terhadap total pendapatan Telkom atau mencapai sekitar Rp19 triliun. Angka tersebut masih dinilai memiliki potensi untuk ditingkatkan karena pada sejumlah perusahaan telekomunikasi global, kontribusi bisnis enterprise dapat mencapai 20 hingga 30 persen atau bahkan lebih dari total pendapatan.
Besarnya ruang pengembangan tersebut menjadi peluang bagi Telkom untuk menjadikan bisnis enterprise sebagai salah satu sumber pertumbuhan perseroan di masa mendatang. Transformasi yang dilakukan diharapkan tidak hanya memperbesar skala bisnis, tetapi juga meningkatkan efisiensi dan profitabilitas.
âDengan transformasi yang tepat, kami optimistis Telkom Enterprise memiliki potensi untuk tumbuh lebih kuat, meningkatkan profitabilitas, sekaligus menjadi salah satu motor pertumbuhan Telkom ke depan,â jelas Veranita.
Upaya transformasi juga dilakukan dari sisi internal melalui penyederhanaan proses bisnis dan penguatan tata kelola berbasis teknologi digital. Digitalisasi proses internal tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, mempercepat pelayanan kepada pelanggan, serta membuka peluang bisnis baru yang lebih sesuai dengan perkembangan kebutuhan pasar.
Ke depan, Telkom akan memperkuat integrasi antara konektivitas, infrastruktur digital, data center, cloud, dan layanan keamanan siber. Integrasi tersebut diarahkan untuk membangun solusi digital end-to-end yang dapat digunakan berbagai sektor sekaligus memperkuat kemampuan Indonesia menghadapi perkembangan teknologi strategis.
Melalui pengembangan bisnis enterprise secara berkelanjutan, Telkom optimistis dapat meningkatkan daya saing nasional sekaligus mempercepat transformasi digital di berbagai bidang. Penguatan konektivitas dan kapabilitas digital tersebut juga diharapkan menjadi bagian dari upaya membangun kedaulatan digital Indonesia di tengah perkembangan AI dan teknologi masa depan.
- Danantara
- Keamanan Siber
- Telkom Indonesia
- Transformasi Digital
- Telkom Enterprise
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Hujan Tak Lagi Sekadar Cuaca, Perubahan Iklim Ubah Risiko Banjir di Perkotaan.
-
Vivere Group Gandeng Rimini Street untuk Perkuat Sistem SAP dan Transformasi Digital
-
Jakarta Robotic Games Jadi Agenda Tahunan, Gubernur Pramono: Cetak Talenta AI
-
Pesta Kesenian Bali 2026 Sukses Gaet 1,8 Juta Pengunjung
-
Dari Modal Rp5 Juta, Mama Khas Banjar Tumbuh Jadi Pusat Oleh-Oleh Berkat Digitalisasi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.