Bukan Sekadar Foto dan Viral, Kini Gen Z dan Milenial Mencari Makna Dalam Berwisata
Senin, 28 Sep 2026, 17:12 WIBJAKARTA - Kementerian Pariwisata menyatakan bahwa wisatawan muda yang didominasi milenial dan Generasi Z kini semakin mencari pengalaman yang memiliki makna ketika mengunjungi suatu destinasi.
Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Senin (28/9), mengatakan adanya tren tersebut mendorong destinasi untuk mengembangkan pariwisata melalui potensi alam dan budaya supaya dapat menjadi pengalaman yang dapat dirasakan langsung wisatawan.
âGen Z terutama, mereka mencari meaning, ketika berwisata itu harus ada artinya. Itu bertransformasi terhadap pengalaman yang ingin dicapai,â kata Made.
Made mengatakan perubahan minat tersebut terlihat dari cara wisatawan muda menikmati sebuah destinasi. Ia mencontohkan ketika mendaki gunung, Gen Z tidak hanya berfokus mencapai puncak, tetapi juga tertarik mengikuti atraksi atau melihat berbagai hal menarik sepanjang perjalanan.
Menurut dia, Indonesia memiliki potensi yang kaya untuk dikembangkan menjadi paket wisata berbasis pengalaman. Namun, tantangan terbesar adalah menerjemahkan potensi tersebut menjadi aksi yang dapat memberikan pengalaman bagi wisatawan.
Wisata pengalaman (experiential tourism) merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan pariwisata Indonesia yang semakin berkualitas. Penerapannya perlu memadukan tiga komponen, yakni penghargaan terhadap budaya, alam, dan koneksi antarmanusia.
Sejak tahun lalu, katanya, Kementerian Pariwisata mulai mengelola wisata pengalaman melalui tiga lini, yakni gastronomi, kebugaran dan kelautan. Pada tahun ini, dua lini baru turut dikembangkan yaitu wisata wastra serta wisata seni dan budaya.
Made mengatakan kekayaan wastra Indonesia dapat dikembangkan lebih jauh sebagai bagian dari wisata pengalaman. Ia mencontohkan Pekalongan yang telah masuk UNESCO Creative Cities Network dalam kategori Kerajinan dan Kesenian Rakyat sejak 1 Desember 2014.
Dia menilai wastra dapat diperkenalkan kepada wisatawan melalui berbagai kegiatan interaktif yang dikemas secara menarik sehingga wisatawan tidak hanya melihat hasil akhirnya, tetapi juga dapat lebih mengenal kekayaan budaya tersebut.
Sementara itu, untuk wisata seni dan budaya, Made menyebut kekayaan budaya Indonesia yang melimpah masih belum dimanfaatkan secara optimal oleh pemangku kepentingan pariwisata.
Oleh karenanya, Made mendorong pelaku pariwisata membuat paket wisata yang lebih menarik, salah satunya dengan memanfaatkan tren walking tourism yang berkembang.
Pelaku industri juga didorong untuk menghadirkan variasi paket wisata yang dapat membantu mencegah terjadinya mass tourism karena wisatawan dapat tersebar ke berbagai destinasi dan tidak menumpuk di satu destinasi tertentu.
âWalking tour itu bagus sekali dan menjadi tren saat ini. Misalnya kita bisa memadukan seni dan budaya, wisata wastra, wisata bahari, dengan berjalan kaki ini, Indonesia akan sangat menarik dan pengalamannya dapat. Semakin kreatif, semakin menarik, semakin berbeda, itu yang dicari oleh wisatawan sekarang,â ucapnya Made.
CEO Werkudara Group Fadli Fahmi Ali mengatakan aset alam dan budaya yang dimiliki Indonesia membutuhkan sejumlah tahapan sebelum dapat menjadi sesuatu yang bernilai sebagai pengalaman wisata.
Ia menjelaskan proses tersebut dapat dimulai dengan riset terhadap kekuatan aset, seperti kisah, sosok di balik aset budaya, maupun makna yang dimilikinya.
Hasil riset kemudian digunakan untuk merancang kegiatan yang dapat menarik wisatawan untuk mengalami sendiri aset tersebut.
âValue itu terdiri dari beberapa macam layer. Jadi, kita harus mendesain berbagai macam layer untuk bisa menjadi suatu nilai dari suatu aset, dari objeknya, personnya, tradition-nya, dan sebagainya,â kata Fadli. Ant
- Generasi Milenial
- Gen Z
- Destinasi Bahari
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Opik
Berita Terkait:
-
Terus Digalakkan, Festival Edukasi Pilah Sampah Jadi Gerakan Membangun Kesadaran Lingkungan
-
Setelah Anak Krakatau, Gunung Semeru Erupsi Lagi! Kolom Letusan Menjulang 1.000 Meter
-
IDX dan AMA Jakarta Gelar Edukasi IPO, Komunitas Bisnis Antusias Ikut Seminar
-
Aksi Bersih-bersih Sampah oleh Calon Kontingen Garuda Bhayangkara
-
Panglima TNI Tutup Pendidikan Pertama Akademi TNI Tahun 2026 di Cilangkap.
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.