Pemberdayaan Masyarakat Jadi Fokus Kerja Sama Mitigasi Bencana di Bantul
Senin, 28 Sep 2026, 17:15 WIBBANTUL â Penguatan kapasitas masyarakat menjadi fokus kerja sama Pemerintah Kabupaten Bantul dan PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Rewulu dalam menghadapi berbagai potensi bencana. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk membekali masyarakat dengan pengetahuan dan keterampilan agar lebih siap menghadapi bencana.
Kerja sama di bidang pembangunan dan pemberdayaan masyarakat, khususnya penanggulangan bencana dan peningkatan ketangguhan masyarakat, ditandai dengan penandatanganan Kesepakatan Bersama dan Perjanjian Kerja Sama di Ruang Kerja Bupati Bantul, Kompleks Parasamya I, Senin (28/9/2026).
Fuel Terminal Manager Rewulu PT Pertamina Patra Niaga Adhi Warsito mengatakan, pihaknya selama ini telah menjalankan berbagai program pembinaan dan pemberdayaan masyarakat. Kegiatannya mencakup pelatihan, pembinaan desa, hingga edukasi dan mitigasi terhadap potensi bencana.
âSelama ini Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Rewulu telah melakukan pembinaan, khususnya dalam bidang kebencanaan. Melalui kerja sama ini, kami ingin memperluas pembinaan dan pemberdayaan masyarakat agar dapat memberikan dampak yang lebih luas,â ujar Adhi.
Menurut Adhi, perluasan program tersebut diharapkan dapat membangun kerja sama strategis yang berkelanjutan dengan Pemkab Bantul. Fokusnya tidak hanya pada penanganan ketika bencana terjadi, tetapi juga meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat sebelum menghadapi risiko bencana.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan kesiapan sumber daya manusia menjadi salah satu hal penting dalam menghadapi kondisi kebencanaan. Masyarakat perlu memiliki kemampuan untuk mengambil tindakan yang tepat ketika bencana terjadi.
âYang paling penting adalah menyiapkan sumber daya manusianya. Masyarakat harus memiliki keterampilan dan mengetahui tindakan apa yang harus dilakukan ketika terjadi bencana,â jelas Abdul Halim.
Bantul sendiri memiliki sejumlah potensi bencana, mulai dari gempa bumi, tsunami, banjir, tanah longsor, hingga kekeringan. Karena itu, pemberdayaan masyarakat perlu disesuaikan dengan karakteristik dan tingkat risiko di masing-masing wilayah.
Abdul Halim juga menyoroti kawasan Bantul bagian timur yang berkaitan dengan keberadaan Patahan Opak. Wilayah yang disebut memiliki potensi risiko tersebut meliputi Banguntapan, Pleret, Imogiri, Pundong, Kretek, dan Bambanglipuro.
Melalui kerja sama ini, program pemberdayaan masyarakat di bidang kebencanaan diharapkan dapat diarahkan lebih tepat sasaran, terutama di wilayah yang memiliki potensi risiko bencana. Masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi memiliki keterampilan yang dapat digunakan untuk meningkatkan ketangguhan di tingkat lokal.
Kesepakatan tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui penandatanganan surat kuasa dan Perjanjian Kerja Sama tentang Penanggulangan Bencana dan Peningkatan Ketangguhan Masyarakat di Kabupaten Bantul oleh Plt. Kepala Pelaksana BPBD Bantul Yulius Suharta bersama Fuel Terminal Manager Rewulu PT Pertamina Patra Niaga.
Redaktur: Eko S
Penulis: Eko S
Berita Terkait:
-
Warga Perlu Diedukasi Hadapi Bencana
-
Review Google Pixel 11: Standar Baru Ponsel Flagship dengan Kamera 5x, AI Proaktif, dan Baterai 54 Jam - Penantang Serius Galaxy S26
-
Pemkab Sumedang Perkuat Mitigasi Dini Potensi Bencana di Musim Hujan
-
Resmi Dibuka! Jalur Kelok 23 Bantul–Gunungkidul Uji Coba 7 Hari Mulai Hari Ini
-
Bandara Husein Sastranegara Sambut Lonjakan Wisatawan, Siapkan Ruang UMKM Tangkap Peluang Ekonomi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.