Sekolah Kedinasan 2026 Buka 4.770 Formasi CPNS, Cek Rinciannya

Jumat, 14 Agu 2026, 15:15 WIB

JAKARTA - Pemerintah menyiapkan sebanyak 4.770 formasi calon pegawai negeri sipil (CPNS) melalui jalur sekolah kedinasan pada 2026. Pengumuman pembukaan seleksi peserta didik sekolah kedinasan dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini meminta calon peserta mempersiapkan diri sebaik mungkin sebelum mengikuti proses seleksi. Menurutnya, sekolah kedinasan bukan hanya menjadi jalur untuk memperoleh status sebagai aparatur sipil negara (ASN), tetapi juga menjadi bagian dari proses pembentukan sumber daya manusia yang kompeten dan berintegritas.

Ket. Foto: Pemerintah menyiapkan sebanyak 4.770 formasi calon pegawai negeri sipil (CPNS) melalui jalur sekolah kedinasan pada 2026. Pengumuman pembukaan seleksi peserta didik sekolah kedinasan dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026. — Sumber: PANRB

“Seleksi sekolah kedinasan bukan hanya tentang kesempatan menjadi ASN, tetapi juga tentang mempersiapkan diri untuk menjadi pribadi yang kompeten, integritas, dan disiplin dalam pengabdian untuk masyarakat,” ujar Rini di Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Setelah pengumuman resmi dibuka, proses pendaftaran peserta akan dilakukan melalui portal Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (SSCASN) milik Badan Kepegawaian Negara (BKN). Masyarakat yang berminat mengikuti seleksi dapat mengakses informasi dan pendaftaran melalui laman resmi SSCASN.

Pada seleksi tahun ini, terdapat sembilan instansi yang membuka formasi sekolah kedinasan di bawah naungannya. Instansi tersebut meliputi Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Perhubungan, Kementerian Keuangan, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Hukum, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta Badan Intelijen Negara (BIN).

Jumlah formasi yang tersedia tahun ini meningkat dibandingkan seleksi sekolah kedinasan 2025. Jika tahun lalu pemerintah menyediakan 3.257 formasi, maka pada 2026 jumlah kebutuhan nasional bertambah menjadi 4.770 formasi.

Seleksi sekolah kedinasan tetap menggunakan metode Computer Assisted Test (CAT). Sistem tersebut digunakan untuk menjaga proses seleksi tetap objektif sekaligus mencegah praktik kecurangan seperti titipan, penggunaan joki, maupun bentuk intervensi lainnya.

Menteri Rini mengingatkan peserta agar tidak mudah percaya kepada pihak yang menjanjikan kelulusan dalam seleksi sekolah kedinasan. Ia menegaskan bahwa hasil seleksi akan ditentukan berdasarkan kemampuan masing-masing peserta.

“Jangan mudah percaya pada pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan. Tidak ada jalan pintas untuk menjadi bagian dari birokrasi yang berintegritas,” tegas Rini.

Pemerintah menargetkan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) sekolah kedinasan dapat dilaksanakan pada September 2026. Tahapan tersebut akan menggunakan tiga materi utama, yakni Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensia Umum (TIU), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP).

Setelah menyelesaikan SKD, peserta yang memenuhi ketentuan akan mengikuti tahapan seleksi lanjutan. Adapun jadwal dan mekanisme seleksi lanjutan akan ditentukan oleh masing-masing sekolah kedinasan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Rini juga mengingatkan calon peserta untuk tidak hanya fokus pada kemampuan akademik, tetapi turut menjaga integritas dan mempersiapkan mental selama mengikuti seluruh tahapan seleksi. Dukungan keluarga juga dinilai penting agar peserta dapat menjalani proses kompetisi secara sehat dan percaya diri.

“Semoga seleksi Sekolah Kedinasan 2026 dapat melahirkan generasi muda yang unggul, berkarakter, dan mengedepankan kepentingan masyarakat,” pungkas Rini.

Rincian Formasi Sekolah Kedinasan 2026

  1. Institut Pemerintahan Dalam Negeri (Kementerian Dalam Negeri): 1.410 formasi

  2. 22 Sekolah Kedinasan di bawah Kementerian Perhubungan: 891 formasi

  3. Politeknik Keuangan Negara STAN (Kementerian Keuangan): 1.000 formasi

  4. Politeknik Siber dan Sandi Negara (BSSN): 50 formasi

  5. Politeknik Statistika STIS (BPS): 564 formasi

  6. Politeknik Pengayoman Indonesia (Kementerian Hukum): 250 formasi

  7. Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan): 375 formasi

  8. Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG): 130 formasi

  9. Sekolah Tinggi Intelijen Negara (BIN): 100 formasi

Total: 4.770 formasi

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.