Denon Prawiraatmadja Perkuat Whitesky Group di Industri eVTOL Indonesia dan Asia-Pacific
Rabu, 12 Agu 2026, 14:03 WIBTANGERANG â Bagi Denon Prawiraatmadja, masa depan Whitesky Group tidak berhenti pada mengoperasikan penerbangan di Indonesia. Ia ingin menjadikan pengalaman Indonesia sebagai fondasi untuk membangun kemampuan yang relevan bagi pasar Advanced Air Mobility Asia-Pacific.
Langkah tersebut diperkuat melalui penandatanganan Letter of Intent antara Whitesky Aviation dan AutoFlight di Cengkareng Heliport, Tangerang, untuk pengembangan operasi eVTOL penumpang di Indonesia. Whitesky Group melalui Chief Commercial Officer Ari Nurwanda dan AutoFlight melalui Senior Vice President Jia Xie secara resmi menandatangani LOI yang menjadi bagian dari langkah strategis Whitesky dalam memperluas kapabilitas dan portofolio eVTOL perusahaan.
Kerja sama tersebut dituangkan melalui LOI yang mencakup 60 unit AutoFlight V2000EM Prosperity aircraft.
Kolaborasi dengan AutoFlight ini sekaligus memperbesar pipeline eVTOL Whitesky menjadi hingga 152 unit, terdiri dari 122 unit dari produsen China dan 30 unit dari Jepang.
Namun Denon Prawiraatmadja tidak melihat skala hanya dari jumlah pesawat. Menurutnya, perusahaan baru memiliki posisi kuat apabila mampu menguasai keseluruhan kemampuan yang membuat sebuah teknologi dapat beroperasi secara nyata.
âAircraft can be purchased. An ecosystem has to be built. Itu perbedaannya. Kalau Whitesky ingin memiliki posisi di industri ini, kami harus memahami operasi, infrastructure, safety, customer, maintenance, talent, dan market secara bersamaan,â ujar Denon.
Pendekatan tersebut menjadi arah pengembangan Whitesky Group. Di Indonesia, Whitesky akan menggunakan pengalaman operasional penerbangannya sebagai titik awal untuk membangun jaringan vertiport, kemampuan MRO, pengembangan pilot dan teknisi, kesiapan regulasi, serta model komersial untuk eVTOL penumpang.
Cengkareng Heliport menjadi bagian dari implementasi tersebut, sementara jaringan helipad yang direncanakan Whitesky di berbagai wilayah akan dikembangkan secara progresif untuk mendukung kebutuhan Advanced Air Mobility di masa depan.
Indonesia dipilih bukan hanya karena besarnya pasar. Bagi Denon, kompleksitas geografis Indonesia justru memberikan kesempatan untuk mengembangkan model yang sulit direplikasi di pasar dengan karakter yang lebih sederhana.
âKalau sebuah sistem bisa bekerja di Indonesia dengan jarak, kepulauan, kota besar, kawasan industri, dan kebutuhan mobilitas yang sangat beragam, maka knowledge yang kita bangun di sini memiliki nilai untuk banyak negara lain.â
Dari sinilah Denon melihat peluang regional Whitesky Group. Setelah model operasi dan bisnis terbukti di Indonesia, pengalaman tersebut dapat menjadi basis untuk membangun kemitraan dan ekspansi di pasar Asia-Pacific yang menghadapi kebutuhan konektivitas serupa.
Roadmap ini juga memiliki skala ekonomi yang signifikan. Dalam proyeksi Whitesky untuk periode hingga 10 tahun keseluruhan peluang komersial dari berbagai tahapan pengembangan ekosistem eVTOL diperkirakan dapat mencapai sekitar Rp7,8 triliun.
Nilai tersebut merupakan estimasi potensi jangka panjang yang bergantung pada realisasi tahapan pengembangan dan bukan nilai kontrak atau transaksi yang seluruhnya telah terjadi pada saat ini.
Untuk kolaborasi AutoFlight sendiri, intensi terhadap tambahan hingga 60 unit dapat mewakili potensi hingga CNY 1 miliar atau sekitar Rp2,7 triliun apabila seluruh rencana terealisasi berdasarkan tahapan dan kesepakatan para pihak.
Whitesky Group juga membuka ruang kolaborasi dengan pemain teknologi dan industri lain, termasuk peluang kerjasama jangka panjang dengan CATL serta keterhubungan dengan ekosistem baterai yang berkembang di Karawang.
Bagi Denon, ekspansi internasional harus memiliki hubungan langsung dengan pembangunan kapabilitas Indonesia.
âSaya tidak ingin Whitesky menjadi global hanya karena beroperasi di banyak negara. Saya ingin Whitesky menjadi relevan secara global karena membawa sesuatu yang dibangun dan dipelajari dari Indonesia.â
Melalui https://www.whitesky.co.id/ Denon Prawiraatmadja memposisikan Indonesia bukan hanya sebagai pasar pertama bagi strategi eVTOL perusahaan, tetapi sebagai tempat membangun model, pengetahuan, dan kemampuan yang dapat dibawa menuju Asia-Pacific.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Mohammad Zaki Alatas
Berita Terkait:
-
Whitesky Aviation dan SMFL Sumitomo Mitsui Kerjasama Pembiayaan dalam Mata Uang Rupiah
-
Zverev Siap Hadapi Sinner setelah Capai Final Madrid Open
-
Swedia Beri Alih Teknologi Penuh JAS 39 Gripen, Kanada Akan Tambah Armada Menjadi Lebih dari 140 Jet Tempur
-
Pelatih Portugal Sebut Cristiano Ronaldo Cs Kurang Beruntung saat Dikalahkan Spanyol
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.