Josh Kushner Akui Menyesal Terlibat dalam Rencana Investasi Kontroversial FIFA
Rabu, 02 Sep 2026, 00:07 WIBNEW YORK â Miliarder sekaligus investor ventura asal Amerika Serikat, Josh Kushner, mengakui menyesal atas keterlibatan perusahaannya, Thrive Capital, dalam proposal kontroversial Presiden FIFA Gianni Infantino untuk menjual sebagian hak komersial Piala Dunia kepada investor swasta.
Kushner mengatakan Thrive tidak akan terlibat dalam proyek tersebut jika sejak awal mengetahui bagaimana proposal itu akhirnya berkembang menjadi polemik besar di dunia sepak bola.
Kushner, adik Jared Kushner yang merupakan menantu Presiden Amerika Serikat Donald Trump, tetap membela gagasan dasar di balik FIFA Forward Enterprise (FFE). Namun, ia mengakui bahwa perusahaannya tidak sepenuhnya memahami dinamika politik dalam sepak bola global.
Infantino akhirnya menarik proposal tersebut pada akhir Juli setelah mendapat tekanan keras dari UEFA dan berbagai pemangku kepentingan sepak bola Eropa.
FFE semula menawarkan skema yang menilai hak komersial Piala Dunia dan sejumlah turnamen FIFA lainnya mencapai 20 miliar rupiah. Thrive Capital bahkan disebut Infantino sebagai investor utama atau anchor investor dalam rencana tersebut.
"Meski kami tetap mendukung motivasi di balik FFE, kami gagal memahami dinamika politik sepak bola global dan sejauh mana beberapa pihak akan bertindak," ujar Kushner dalam pernyataannya, Senin.
"Thrive memiliki rekam jejak panjang sebagai mitra bagi seluruh pihak. Jika kami mengetahui sejak awal bagaimana masalah ini akan berkembang, kami tidak akan terlibat."
Kontroversi FFE kini berpotensi memasuki babak hukum. UEFA pekan lalu meminta pengadilan federal Amerika Serikat memberikan izin untuk memperoleh kesaksian dan dokumen dari entitas FIFA yang berada di Florida. Dokumen tersebut akan digunakan dalam rencana pengaduan pidana terhadap Infantino di Swiss.
Menurut dokumen pengadilan yang dilihat Reuters, UEFA meminta seluruh komunikasi antara FIFA dengan Thrive serta investor dan penasihat lainnya yang terlibat dalam proposal FFE.
FIFA belum memberikan komentar terkait permintaan tersebut.
Infantino sebelumnya telah meminta maaf atas "kesalahan" yang terjadi dalam proses proposal yang akhirnya dibatalkan. Namun, ia tetap mempertahankan gagasan utama FFE sebagai sarana untuk meningkatkan distribusi dana kepada federasi sepak bola nasional yang lebih miskin.
Kushner menyampaikan pandangan serupa.
"Uang dalam sepak bola secara historis terkonsentrasi di antara sekelompok kecil negara," katanya.
Menurut Kushner, gagasan FFE adalah mengarahkan lebih banyak modal dan kepemilikan secara merata kepada seluruh 211 anggota FIFA. Tujuannya adalah memberikan investasi lebih besar kepada negara-negara yang masih berkembang untuk mengembangkan talenta lokal, mendukung sepak bola akar rumput, meningkatkan pengalaman suporter, serta mendorong pertumbuhan sepak bola global.
"Itu adalah gagasan yang akan diputuskan melalui pemungutan suara oleh setiap asosiasi anggota, bukan sebuah kewajiban atau keputusan yang dipaksakan," ujar Kushner.
Proposal FFE menjadi kontroversial karena menyentuh salah satu sumber pendapatan terbesar dalam sepak bola dunia: hak komersial turnamen FIFA.
Rencana tersebut memicu kekhawatiran di kalangan sejumlah pemangku kepentingan mengenai tata kelola FIFA, distribusi kekuasaan, serta potensi pengaruh investor swasta terhadap sepak bola internasional.
Bagi Infantino, FFE dirancang untuk mengalirkan lebih banyak dana ke negara-negara yang selama ini tertinggal dalam hal investasi sepak bola.
Namun, penolakan keras dari UEFA dan sejumlah pihak lainnya akhirnya membuat proposal tersebut tidak dapat dilanjutkan.
Kini, Kushner menegaskan bahwa Thrive sebenarnya mendukung tujuan pemerataan investasi tersebut. Meski demikian, ia mengakui bahwa perusahaan yang dipimpinnya salah memperkirakan kompleksitas politik sepak bola global.
Pengakuan itu menambah tekanan terhadap Infantino sekaligus membuka babak baru dalam kontroversi proposal investasi FIFA yang gagal tersebut.
- Gianni Infantino
- FIFA
- Piala Dunia 2026
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Harga Minyak Turun Usai Trump Beri Sinyal Berunding Lagi dengan Iran
-
Stadion Pakansari Dijamin Bupati Bogor Siap 100% Gelar Pertandingan Piala AFF 2026
-
Pemerintah Kota Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026
-
Lovina Festival Siap Dongkrak Pariwisata, Buleleng Incar 25 Ribu Wisatawan
-
Anggota DPR Desak Polri Usut Tuntas Kasus Narkoba yang Menjerat Kasat Narkoba Polres Tangsel
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.