Biaya Umrah Bisa Dicicil hingga 24 Bulan dengan Skema Syariah
Senin, 10 Agu 2026, 18:55 WIBJAKARTA â Kebutuhan pembiayaan untuk perjalanan ibadah umrah mendorong hadirnya layanan keuangan digital yang memungkinkan calon jamaah mengatur pembayaran secara lebih fleksibel. Di Malaysia, Bettr, anak usaha Ant International, menggandeng Muslim Pro untuk menyediakan solusi pembiayaan umrah berbasis prinsip syariah.
Kolaborasi tersebut ditujukan bagi individu maupun keluarga yang ingin menunaikan umrah dengan pembayaran secara bertahap. Skema tersebut diharapkan dapat membantu calon jamaah mengatur arus kas tanpa harus mengalokasikan seluruh biaya perjalanan sekaligus.
Bettr merupakan penyedia solusi embedded finance dan teknologi finansial di bawah Ant International, sedangkan Muslim Pro merupakan platform gaya hidup Islami yang digunakan oleh umat Muslim di berbagai negara.
Melalui kerja sama tersebut, pengguna Muslim Pro di Malaysia dapat memilih paket umrah dari agen perjalanan resmi, kemudian mengajukan pembiayaan secara digital melalui platform. Pilihan tenor pembayaran tersedia mulai dari 12 hingga 24 bulan, dengan opsi pelunasan lebih awal.
Paket yang ditawarkan mencakup pilihan standar dan premium untuk perjalanan individu maupun keluarga. Komponen perjalanan dapat meliputi tiket penerbangan, akomodasi, konsumsi, serta transportasi selama berada di Tanah Suci.
Menggunakan Skema Tawarruq
Dari sisi mekanisme, pembiayaan tersebut menggunakan skema tawarruq, salah satu struktur yang digunakan dalam keuangan syariah untuk menyediakan fasilitas pembiayaan melalui transaksi komoditas.
Pelaksanaan transaksi akan menggunakan AS-SIDQ, platform perdagangan komoditas digital milik Sedania As-Salam Capital yang dikembangkan untuk transaksi tawarruq atau komoditas murabahah.
Skema tersebut telah memperoleh persetujuan dari Masryef Advisory Sdn. Bhd., perusahaan konsultan keuangan syariah, untuk memastikan struktur pembiayaan mengikuti prinsip syariah yang berlaku.
Penggunaan mekanisme tersebut menjadi bagian penting dari layanan karena pembiayaan perjalanan ibadah memiliki pertimbangan berbeda dibandingkan pembiayaan untuk kebutuhan konsumtif pada umumnya. Kemampuan calon nasabah dalam memenuhi kewajiban pembayaran menjadi salah satu aspek yang perlu diperhitungkan sebelum mengambil fasilitas pembiayaan.
Dalam konteks tersebut, layanan ini ditujukan kepada individu atau keluarga yang telah mempertimbangkan kemampuan finansial mereka untuk membayar cicilan sekaligus tetap memenuhi kebutuhan rumah tangga lainnya.
Digitalisasi Perencanaan Umrah
Kolaborasi Bettr dan Muslim Pro juga mencerminkan meningkatnya integrasi antara layanan keagamaan dan teknologi digital. Muslim Pro selama ini menyediakan berbagai fitur yang berkaitan dengan kebutuhan kehidupan umat Muslim, termasuk informasi dan panduan ibadah.
Perencanaan umrah menjadi salah satu kebutuhan yang memiliki dimensi finansial cukup besar. Biaya perjalanan harus dipersiapkan sejak jauh hari, terutama bagi keluarga yang perlu mengatur anggaran rumah tangga bersamaan dengan kebutuhan ibadah.
Melalui layanan baru tersebut, pengguna di Malaysia dapat melakukan sejumlah tahapan perencanaan perjalanan dalam satu ekosistem digital, mulai dari memilih paket perjalanan hingga mengajukan fasilitas pembiayaan.
Menurut data yang disampaikan perusahaan, jumlah penduduk Muslim di Malaysia mencapai sekitar 22 juta orang atau sekitar 65 persen dari populasi negara tersebut. Kondisi itu menjadi salah satu faktor yang mendorong pengembangan layanan keuangan digital yang secara khusus menyesuaikan kebutuhan masyarakat Muslim.
Di Malaysia, sebagian besar jamaah umrah disebut berada pada kelompok usia 30â50 tahun dan banyak di antaranya merupakan bagian dari keluarga dengan dua hingga lima anggota. Bagi kelompok tersebut, biaya umrah umumnya telah dipersiapkan melalui tabungan, sehingga fasilitas pembayaran bertahap dapat menjadi alternatif ketika terdapat kebutuhan untuk mengatur kembali arus kas.
Penekanan pada Kemampuan Membayar
Meski menawarkan pembayaran secara bertahap, pembiayaan umrah tetap membawa konsekuensi berupa kewajiban pembayaran dalam periode tertentu. Karena itu, kemampuan finansial calon nasabah menjadi salah satu aspek penting dalam penggunaan layanan.
Bettr menyatakan menggunakan model penilaian risiko kredit yang memperhatikan privasi dan keamanan data pengguna untuk mengevaluasi kemampuan pembayaran pemohon.
Pendekatan tersebut juga disebut memungkinkan layanan menjangkau kelompok yang memiliki pola pendapatan berbeda, termasuk pekerja lepas dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Nafees Khundker, Group Managing Director dan CEO Muslim Pro, mengatakan kerja sama tersebut dikembangkan untuk menjawab kebutuhan pengguna yang memanfaatkan platform Muslim Pro untuk merencanakan perjalanan umrah. Menurut dia, solusi pembiayaan tersebut dirancang dengan mempertimbangkan prinsip syariah serta aspek kepercayaan dan perlindungan privasi pengguna.
âJutaan muslim mengandalkan Muslim Pro setiap hari untuk memandu keseharian. Kini, semakin banyak pula yang memanfaatkan platform kami untuk merencanakan umrah,â ujar dia melalui keterangan tertulis pada hari Senin (10/8).
âKami bangga bisa bekerja sama dengan Bettr untuk menghadirkan solusi pembiayaan syariah yang bertanggung jawab, sehingga individu dan keluarga di Malaysia bisa lebih percaya diri dalam merencanakan umrah. Solusi ini berlandaskan kepercayaan, perlindungan privasi, dan kepedulian yang selama ini menjadi komitmen kami bagi umat muslim," tambahnya.Â
Sementara itu, Quan Yu, General Manager of Bettr Credit sekaligus Senior Vice President Ant International, mengatakan teknologi dapat digunakan untuk memperluas akses terhadap layanan keuangan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
Ia menyebut kerja sama dengan platform digital seperti Muslim Pro menjadi salah satu upaya untuk memperluas akses terhadap produk keuangan berbasis syariah. Dengan hadirnya fasilitas tersebut, perencanaan umrah di Malaysia kini tidak hanya berkembang melalui digitalisasi pemilihan paket perjalanan, tetapi juga mulai terintegrasi dengan layanan pembiayaan.
Bagi calon jamaah, fleksibilitas pembayaran dapat menjadi pilihan tambahan, dengan catatan keputusan mengambil pembiayaan tetap disesuaikan dengan kemampuan finansial dan kewajiban keluarga masing-masing.
- Fintech
- Pembiayaan Syariah
- Ant International
- Keuangan Syariah
- ekonomi syariah
- Muslim Pro
- Fintech Syariah
- Bettr
- Pembiayaan Umrah
- Tawarruq
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
Jakarta Fair 2026 Sisa Dua Pekan Lagi: Simak Daftar Promo di Jakarta Fair 2026
-
KPK Buka Peluang Panggil Menhut Raja Juli Antoni dalam Kasus Gratifikasi Hutan Kuansing.
-
Survei Ipsos: Keamanan Jadi Faktor Utama Masyarakat Memilih Bank Digital
-
Dorong Efisiensi Logistik, Kemenhub Dukung Penuh Green and Smart Port Initiatives
-
Hari Bhayangkara ke-80, Panglima TNI dan Polri Pererat Sinergi Lewat Olahraga Bersama.
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.