Api Tembus 520 Hektare Hingga Savana, Karhutla Bromo Meluas Drastis
Senin, 10 Agu 2026, 05:13 WIBSURABAYA - Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, terus menunjukkan perkembangan mengkhawatirkan. Luas kawasan yang terdampak kini mencapai 520 hektare, atau melonjak jauh dari catatan sebelumnya yang berada di kisaran 176 hektare.
Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Rudijanta Tjahja Nugraha, mengatakan peningkatan luasan tersebut terjadi setelah kobaran api kembali membesar pada Sabtu malam, 8 Agustus 2026.
âTercatat hingga saat ini ada 520 hektare kawasan terdampak kebakaran,â ujar Rudijanta, Minggu (9/8).
Kebakaran kali ini tidak hanya berlangsung di area tebing. Api juga bergerak turun dan akhirnya mencapai kawasan savana Bromo.
Menurut Rudijanta, kondisi angin menjadi salah satu faktor yang membuat kobaran api cepat menyebar. Hembusan angin cukup kencang telah terjadi sejak Sabtu siang sehingga api bergerak dari kawasan tebing menuju wilayah yang lebih rendah.
Masalah muncul ketika kobaran tersebut mencapai area dengan vegetasi yang sangat kering.
Rerumputan dan tanaman yang telah mengering menjadi bahan bakar alami yang membuat api semakin mudah menjalar. Bahkan, kobaran api kemudian mampu melewati Jalur Lingkar Kaldera Tengger (JLKT) dan bergerak menuju kawasan savana.
âTermasuk dampak dari frost yang terjadi sehingga api meluas,â kata Rudijanta.
Kondisi kawasan Bromo setelah dilanda api terlihat cukup mencolok. Sejumlah bagian savana yang sebelumnya dipenuhi rerumputan kini tampak menghitam akibat terbakar.
Vegetasi kering di sekitar JLKT, termasuk kawasan dari arah Jemplang, Kabupaten Malang, juga ikut terdampak kobaran yang kembali muncul pada Sabtu malam tersebut.
Meski sejumlah titik telah berhasil dipadamkan, petugas belum menghentikan pengawasan. Tim gabungan masih melakukan patroli untuk memastikan tidak ada bara maupun titik api yang kembali muncul.
Sementara itu, asap putih masih terlihat dari beberapa lokasi di kawasan tebing yang berada di wilayah Kabupaten Probolinggo. Karena itu, proses pemadaman dan pemantauan masih terus dilakukan.
Penanganan kebakaran dilakukan melalui dua jalur sekaligus, yakni udara dan darat.
Dari udara, helikopter water bombing dikerahkan untuk membantu membasahi kawasan yang masih mengeluarkan asap. Helikopter tersebut beberapa kali mengambil air dari kawasan Ranu Pani, kemudian terbang menuju titik-titik kebakaran.
Di darat, kendaraan petugas gabungan bergerak dari arah Jemplang menuju kawasan tebing di wilayah Probolinggo. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat upaya pemadaman sekaligus mengantisipasi munculnya titik api baru.
Besarnya area terdampak membuat penanganan kebakaran Bromo bukan perkara mudah. Tim harus berhadapan dengan vegetasi kering, medan berbukit dan angin yang berpotensi kembali mempercepat pergerakan api.
Dengan luasan yang kini mencapai 520 hektare, petugas masih harus bekerja ekstra untuk memastikan kobaran tidak kembali menjalar ke kawasan lain di Gunung Bromo.
- Karhutla Bromo
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Panglima TNI Hadiri Peringatan HUT Ke-80 Bhayangkara, Perkuat Sinergi TNI-Polri.
-
Polisi dan PLN Bongkar Dugaan Pencurian Listrik Ilegal di Tambun Selatan
-
Kebakaran Bromo Meluas hingga 80 Hektare, Drone Turun Tangan
-
Pesta Kesenian Bali 2026: UMKM Kuliner Kantongi Transaksi Rp2,5 Miliar di Kloter Pertama
-
Hakim Nyatakan Bersalah, Perusak Rumah Nenek Elina Divonis 3 Tahun 10 Bulan Penjara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.