Perjanjian Keamanan Arktika Resmi Diteken, Posisi AS di Greenland Makin Kuat

Rabu, 23 Sep 2026, 07:24 WIB

OSLO - Denmark; Greenland, yang merupakan wilayah otonom Denmark; dan Amerika Serikat (AS) akan menandatangani perjanjian di New York, AS, pada Selasa (22/9) untuk memperkuat keamanan di kawasan Arktika dan Atlantik Utara, demikian disampaikan Kantor Perdana Menteri (PM) Denmark pada Senin (21/9).

Perjanjian tersebut akan ditandatangani oleh PM Greenland Jens-Frederik Nielsen, PM Denmark Mette Frederiksen, dan Presiden AS Donald Trump, lanjut pernyataan itu.

Upacara penandatanganan diperkirakan berlangsung di markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada pukul 10.30 waktu setempat (21.30 WIB), di sela-sela sidang Majelis Umum PBB, papar pernyataan tersebut tanpa mengungkapkan ketentuan spesifik dari perjanjian itu.

Trump mengumumkan di media sosial pada Jumat (18/9) bahwa ketiga pihak telah mencapai kesepakatan, seraya mengatakan bahwa kesepakatan itu akan memberi AS "kendali permanen" atas keamanan Greenland.

Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen (kanan) dan Jens-Frederik Nielsen, perdana menteri pemerintahan mandiri Greenland, bertemu pers di Marienborg, Denmark, 27 April 2025. (Xinhua/Zhang Yuliang)

Ket. Foto: Foto ini, yang diambil pada 8 Februari 2026, menunjukkan pemandangan di dekat Nuuk, Greenland, wilayah otonom Denmark. — Sumber: Antara foto/Xinhua

Menanggapi hal itu, Frederiksen pada hari yang sama mengatakan perjanjian tersebut mengakui kedaulatan dan integritas teritorial Kerajaan Denmark, serta hak rakyat Greenland untuk menentukan nasib sendiri.

Berdasarkan perjanjian pertahanan yang ditandatangani oleh Denmark dan AS pada 1951 dan diamendemen pada 2004, militer AS telah memiliki kewenangan yang luas untuk menempatkan personel dan fasilitas di Greenland, termasuk Pangkalan Luar Angkasa Pituffik.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.