BRIN Kembangkan Alat Deteksi Pembusukan Makanan untuk Program MBG
Jumat, 07 Agu 2026, 15:30 WIBJAKARTA - Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria memaparkan sejumlah hasil riset yang mendukung berbagai program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah perangkat pendeteksi gas pembusukan pada wadah makan atau ompreng Program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna meningkatkan keamanan pangan.
Arif menjelaskan perangkat tersebut diberi nama Food Guard. Teknologi ini dirancang untuk mendeteksi gas yang muncul akibat proses pembusukan makanan dengan memanfaatkan sistem multi-sensor yang dipadukan dengan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
"Salah satu contohnya adalah Food Guard, perangkat yang ditempatkan pada ompreng untuk mendeteksi gas pembusukan dengan menggunakan multi-sensor dan model AI," kata Arif saat menyampaikan laporan di hadapan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6/8).
Menurut Arif, BRIN tidak hanya mengembangkan teknologi pendeteksi kualitas makanan, tetapi juga membangun inovasi di seluruh rantai pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Pengembangan tersebut mencakup bahan pangan, mesin pengolah, kemasan, teknologi deteksi halal, sistem distribusi, hingga pemantauan berbasis AI.
"BRIN membangun inovasi di seluruh rantai MBG mulai dari bahan pangan, mesin pengolah, kemasan, deteksi halal, distribusi sampai monitoring berbasis AI," ujarnya.
Selain mendukung Program Makan Bergizi Gratis, BRIN juga mengembangkan berbagai inovasi untuk memperkuat program kampung nelayan. Arif mengatakan riset yang dilakukan mencakup pengembangan armada penangkapan ikan, teknologi budidaya, hingga pengolahan hasil perikanan agar memberikan nilai tambah bagi masyarakat pesisir.
Salah satu inovasi yang tengah dikembangkan adalah kapal nelayan bertenaga listrik. Berdasarkan hasil pengembangan BRIN, penggunaan kapal tersebut berpotensi menekan biaya operasional energi hingga 70 persen dibandingkan kapal yang masih menggunakan bahan bakar minyak (BBM).
"Salah satunya adalah kapal nelayan berpenggerak listrik yang berdasarkan hasil pengembangan BRIN berpotensi mengurangi biaya operasional energi hingga 70% dibandingkan menggunakan BBM," jelas Arif.
BRIN juga menyiapkan berbagai teknologi pendukung lainnya, mulai dari sistem budidaya, penyimpanan hasil tangkapan, teknologi pengeringan, hingga pengolahan produk perikanan. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai ekonomi hasil laut sekaligus memperkuat daya saing sektor perikanan nasional.
"BRIN juga menyiapkan teknologi budidaya, penyimpanan, pengeringan, dan pengolahan hasil sehingga nilai tambah tidak berhenti di laut, tetapi berlanjut hingga produk siap dilakukan," lanjut Arif.
Pengembangan berbagai inovasi tersebut menjadi bagian dari upaya BRIN dalam mendukung program strategis pemerintah melalui riset dan teknologi. Melalui pemanfaatan inovasi berbasis sains dan kecerdasan buatan, BRIN berharap implementasi berbagai program prioritas nasional dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
- Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)
- food grade
- Makan Bergizi Gratis
- Inovasi
- Program MBG
- Keracunan MBG
- Ompreng MBG Halal
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
88 Santri Korban Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo Masih Dirawat, 31 SPPG di Sidoarjo Belum Punya Izin
-
Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan
-
Prakiraan Terbaru dari BMKG, Cuaca di Sebagian Besar RI Berawan Tebal Pada Selasa
-
QRIS Makin Ngetren, Pengguna di Jateng Tembus 9,08 Juta
-
Legislator DKI Minta Pemda DKI Perkuat Bantuan Bagi Siswa Kurang Mampu
-
IHCBS 2026 Bidik Produktivitas SDM Berbasis AI
-
Cari Rumah Murah? Danantara Housing Expo 2026 Hadirkan Hunian Mulai Rp380 Juta
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.