• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Bukan Hanya Perdalam Ilmu ...

Bukan Hanya Perdalam Ilmu Agama, Shopee & Kemenekraf Ajari 200 Santri Kuasai Ekosistem Digital

Senin, 02 Nov 2026, 20:18 WIB

JAKARTA - Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional, Shopee berkolaborasi dengan Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenekraf/Bekraf RI) meluncurkan pelatihan Santri Matic (Santri Melek Teknologi) sebagai bagian dari program Generasi Melek Teknologi (GenMatic) di Pondok Pesantren Al-Muayyad, Surakarta pada 31 Oktober 2026 untuk membekali 200 santri dari 22 pondok pesantren se-Solo Raya dengan keterampilan digital.

Melalui pelatihan ini, para santri diperkenalkan pada peluang ekonomi digital, termasuk pemanfaatan platform digital seperti Shopee untuk mengembangkan potensi diri dan merintis usaha.

Ket. Foto: Pelatihan GenMatic Kolaborasi Shopee dan Kemenekraf/Bekraf RI jangkau ribuan peserta di 14 Kota dan Kabupaten di Indonesia. (kiri-kanan): Deputy Director of Government Relations Shopee Indonesia, Balques Manisang; Direktur Jenderal Pesantren, Kementerian Agama RI, H. Basnang Said; Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Teuku Riefky Harsya; Pengasuh Pondok Pesantren Al-Muayyad, Surakarta, Abdul Rozaq Shofawi; Wali Kota Surakarta, Respati Achmad Ardianto. — Sumber: ANTARA/HO-Shopee

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Teuku Riefky Harsya mengapresiasi Shopee sebagai mitra strategis Ekraf yang terus bersama-sama mendampingi, membangkitkan semangat dan peluang ekonomi kreatif agar makin berkembang di zaman digital lewat program GenMatic dan Emak Emak Matic.

"Platform digital memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan tidak hanya sebagai sarana dakwah, tetapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan. Kemampuan santri sebagai konten kreator dan affiliator dapat membantu mereka mengakselerasi produk kreatif pesantren, seperti fesyen, kuliner, modest fashion, maupun hasil kreativitas lainnya untuk bisa masuk ke pasar yang lebih luas. Hari ini, kami berkolaborasi dengan Shopee meningkatkan kreativitas tersebut karena sudah terbukti bahwa kolaborasi yang sudah kami lakukan di belasan daerah, ribuan peserta telah merasakan manfaatnya. Acara hari ini adalah peluncuran pertama yang kami lakukan dan akan kami terapkan secara nasional. Kami berharap Santri Matic tidak berhenti pada pelatihan ini saja, tapi kami akan terus mendorong penguatan dan menjangkau lebih banyak santri lagi,” tambah Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya.

Acara ini turut dihadiri oleh Wali Kota Surakata, Respati Achmad Ardianto yang juga menyambut positif kolaborasi strategis ini.

“Fundamental ekonomi kreatif dan model bisnis harus diajarkan kepada para santri. Santri jangan hanya menjadi reseller dari produk-produk ekonomi kreatif. Santri harus menjadi kreator untuk produk ekonomi kreatif. Kami juga memiliki program pemerintah kota, namanya Program Santri Next Level dan saya ingin mengajak para santri untuk menaikkan nilai dari para santri, tidak hanya menjadi pemain, tetapi juga mampu menjadi kreator dan membangun model bisnisnya sendiri,” tambah Respati Achmad.

Pelatihan GenMatic difasilitasi oleh trainer Kampus UMKM Shopee Kelas Online bersertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dengan kurikulum yang dirancang khusus untuk membekali peserta terkait dasar-dasar keterampilan digital. Pelatihan yang telah menjangkau lebih dari ribuan peserta di 14 Kota dan Kabupaten di Indonesia ini juga memberikan peserta pengetahuan praktis untuk memulai bisnis sebagai penjual di Shopee, bergabung sebagai merchant kuliner di ShopeeFood, dan langkah awal menjadi kreator lewat Shopee Affiliate Program.

“Kami senang dapat berkolaborasi dengan Kemenekraf RI dalam menghadirkan Pelatihan Emak-Emak Matic dan GenMatic sejak tahun 2025 lalu, hingga menjangkau para santri hari ini. Sejalan dengan tema Hari Santri Nasional 2026, ‘Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas’, kami ingin membekali para santri dengan pengetahuan dan keterampilan digital yang relevan, sehingga mereka dapat memanfaatkan teknologi dan ekosistem e-commerce secara produktif untuk mengembangkan potensi diri dan menciptakan peluang ekonomi. Kami percaya, santri yang adaptif, kreatif, dan mandiri dapat turut berkontribusi dalam memperkuat ekonomi digital Indonesia serta mewujudkan Indonesia Emas,” jelas Deputy Director of Government Relations Shopee Indonesia, Balques Manisang.

Kreator Affiliate dan Penjual Shopee Dorong Santri Berkarya

Untuk mendukung penyampaian materi secara maksimal, pelatihan ini juga menghadirkan Salmah Haddad, kreator Shopee Affiliate asal Semarang yang memulai perjalanannya di Shopee pada Desember 2021.

“Ekosistem digital Shopee memberikan saya kesempatan untuk berkarya dan memperoleh penghasilan sembari dekat dengan keluarga. Konsistensi dalam berkarya membuahkan hasil, ketika di tahun ini saya dipercaya menjadi Creator Mentor Shopee dan membagikan inspirasi serta
manfaat bagi kreator lainnya.” kata Salmah Haddad.

Sementara itu, Rohanita Retno Nugraheni, pemilik toko “Assamodest” di Shopee asal Karanganyar membagikan kisah perjalanannya dalam mengembangkan usaha pakaian muslim.

“Dulu saya memulai usaha dengan modal terbatas dan penjualan yang tidak menentu. Melalui Shopee, saya belajar mengembangkan usaha secara bertahap. Melalui fitur dan program Shopee, saya juga berhasil mencapai pertumbuhan bisnis hingga 400% dibandingkan dengan tahun lalu. Oleh karena itu, saya juga ingin mengajak para santri untuk berani berwirausaha dan dapat memanfaatkan peluang digital yang ada,” ungkap Retno.

Desi Fitria, salah satu dari ratusan santri yang mengikuti Pelatihan Santri Matic di Pondok Pesantren Al-Muayyad Solo mengaku antusias mendapatkan pengetahuan baru tentang peluang bisnis dan keterampilan digital.

“Senang bisa mendapatkan ilmu baru dari pelatihan Santri Matic. Semoga ilmu yang didapat bisa saya terapkan untuk memulai bisnis sendiri dan mengembangkan peluang usaha melalui platform digital,” ujarnya.

Peringatan Hari Santri Nasional menjadi momentum bagi santri untuk menjaga nilai keagamaan sekaligus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Melalui kolaborasi ini, Shopee melalui Shopee Barokah juga berharap pelatihan ini bisa memperluas peluang ekonomi bagi komunitas pesantren. “Kami berkomitmen untuk terus mendukung usaha dan karya kreativitas santri di Indonesia.

"Kami harap pelatihan ini dapat mendorong pertumbuhan usaha peserta sekaligus memperkuat kreativitas mereka yang dapat berkontribusi terhadap ekonomi digital nasional,” tutup Balques.

Shopee Barokah secara aktif meluncurkan inisiatif sejalan dengan komitmen berkelanjutan ‘Shopee Ada Untuk UMKM’ guna mendukung perkembangan para UMKM, santri, dan pondok pesantren di Indonesia.

Di bulan November 2026 mendatang, Shopee melalui Shopee Barokah juga akan berkolaborasi dengan Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia untuk mengadakan pelatihan Shopee Affiliate bagi ratusan santri pondok pesantren di daerah Jawa Timur lewat Forum Ekonomi Regional. Ant

  • Hari Santri 2026

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Opik

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.